Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Try Sutrisno Wafat, Bangsa Kehilangan Putra Terbaik

Ekspedisi Jejak Hewan dalam Al-Qur’an, Kelompok Bambu dan Semangat Tak Patah

VISTA Research Center Resmi Terdaftar BRIN

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 3 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bos ChatGPT Puji DeepSeek, Microsoft dan Elon Musk Ragu

DeepSeek, model AI asal China, mendapat pujian dari CEO OpenAI Sam Altman, tetapi masih diragukan oleh Microsoft dan Elon Musk terkait sumber daya dan metode pelatihannya.
AssyifaAssyifa30 Januari 2025 Saintek
DeepSeek vs ChatGPT dalam persaingan AI
Elon Musk (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Kehadiran DeepSeek sebagai pesaing ChatGPT semakin menarik perhatian dunia teknologi. CEO OpenAI, Sam Altman, menyebut model AI ini mengesankan karena efisiensi dan biayanya yang relatif rendah dibandingkan model AI lainnya.

“DeepSeek adalah model AI yang luar biasa, terutama dalam hal apa yang mereka bisa capai dengan biaya yang jauh lebih rendah,” ujar Sam Altman melalui akun X pada Sabtu (28/1/2025).

DeepSeek dilaporkan hanya menghabiskan biaya pengembangan sebesar USD 6 juta, jauh lebih rendah dibandingkan investasi besar yang dilakukan perusahaan seperti OpenAI dan Google. Laporan Goldman Sachs mencatat bahwa perusahaan-perusahaan teknologi besar di AS siap menggelontorkan hingga USD 1 triliun untuk pengembangan AI dalam beberapa tahun ke depan.

Nvidia juga terkesan dengan DeepSeek karena model ini dilatih menggunakan GPU Nvidia A100, yang dinilai sebagai kemajuan besar dalam AI.

“Model DeepSeek R1 adalah contoh luar biasa dari Test Time Scaling dan menggambarkan bagaimana AI dapat dikembangkan dengan lebih efisien,” ujar juru bicara Nvidia, dikutip dari CNBC Internasional.

Namun, di tengah pujian tersebut, muncul dugaan bahwa DeepSeek mengakses data OpenAI tanpa izin. OpenAI dan Microsoft sedang menyelidiki kemungkinan pelanggaran penggunaan API mereka oleh DeepSeek, yang diduga mengekstrak sejumlah besar data dari sistem mereka.

Microsoft mencurigai ada kelompok yang terkait dengan DeepSeek yang secara diam-diam mengambil data dari API OpenAI dalam jumlah besar, melanggar ketentuan yang telah ditetapkan.

Penasihat Pemerintah AS untuk AI, David Sacks, juga menuding DeepSeek menggunakan teknik “distilasi model”, yaitu metode di mana satu AI belajar dari output AI lain tanpa akses langsung ke model aslinya.

Sementara itu, Elon Musk meragukan klaim DeepSeek yang menyatakan hanya menggunakan 10 ribu GPU Nvidia A100 dalam proses pelatihannya.

“Saya tidak percaya mereka hanya menggunakan sedikit GPU untuk melatih AI mereka. Saya yakin mereka memiliki lebih dari 50 ribu GPU Nvidia Hopper,” ujar Elon Musk.

Di sisi lain, Meta juga tidak tinggal diam menghadapi perkembangan DeepSeek. CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengumumkan bahwa mereka akan mengalokasikan lebih dari USD 60 miliar tahun ini untuk pusat data dan pengembangan model AI terbaru mereka, Llama 4.

“Bahkan, kami siap menginvestasikan ratusan miliar dolar dalam jangka panjang,” kata Zuckerberg dalam pertemuan dengan investor pada Rabu (29/1/2025).

Llama 4 diklaim akan menjadi model AI multimoda yang paling kompetitif di dunia, mampu menyaingi DeepSeek dan ChatGPT.

Dengan berbagai reaksi dari raksasa teknologi dunia, kehadiran DeepSeek semakin memicu persaingan ketat dalam industri AI. Apakah DeepSeek benar-benar mampu mengungguli ChatGPT dan model AI lainnya, atau hanya sekadar hype yang berumur pendek, masih harus dibuktikan dalam waktu dekat.

AI DeepSeek Elon Musk Microsoft OpenAI Teknologi AI
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenag Buka MTQ Internasional IV di Jakarta, 60 Peserta dari 38 Negara
Next Article Pemerintah Resmi Ganti PPDB dengan SPMB, Ini Skema Baru 2025

Informasi lainnya

Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?

28 Desember 2025

Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

26 Desember 2025

Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia

21 Desember 2025

Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?

23 November 2025

BRIN Beri Penjelasan Tentang Meteor Jatuh di Cirebon

7 Oktober 2025

Puncak Gerhana Bulan Total Terlihat 8 September 01.11 WIB

7 September 2025
Paling Sering Dibaca

Panduan Berkunjung ke Klinik IMC

Daily Tips Assyifa

Satpam BCA: Garda Depan Pelayanan Perbankan

Bisnis Assyifa

5 Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Cek Sebelum Berobat

Daily Tips Assyifa

Surat Fatir, Munculnya Uban sebagai Pemberi Peringatan

Islami Alfi Salamah

Vasektomi Bukan Jawaban Kemiskinan

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah27 Februari 2026

Ekspedisi Jejak Hewan dalam Al-Qur’an, Kelompok Bambu dan Semangat Tak Patah

VISTA Research Center Resmi Terdaftar BRIN

Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Jejak Hewan Al-Qur’an Warnai Ekspedisi Siswa

Haji 2026 Diperketat, Jemaah Tak Sehat Terancam Gagal Berangkat

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand slot gacor slot gacor slot gacor