Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Demi Maskapai Nasional, Jemaah Umrah Diminta Beralih

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bela Negara atau Bela Penguasa?

Ketika kader bela negara berubah jadi tentara digital yang anti-kritik dan terlalu tunduk pada kekuasaan.
Udex MundzirUdex Mundzir13 April 2025 Perspektif
Kritik Alumni Bela Negara dan Politik Kekuasaan
Ilustrasi Kritik Alumni Bela Negara dan Politik Kekuasaan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Program-program pelatihan bela negara digalakkan dengan semangat tinggi. Pemerintah mengklaim ini sebagai upaya membangun nasionalisme dan semangat cinta tanah air. Namun kenyataannya, banyak kader alumni pelatihan itu justru menjelma menjadi pion-pion yang bukan membela negara, tapi membela penguasa.

Mereka mulai ikut ramai di media sosial. Mengibarkan jargon nasionalisme. Berteriak soal ancaman terhadap stabilitas. Tapi giliran ada kritik terhadap pemerintah—mereka justru menyerang balik. Bukan dengan argumen, tapi dengan kemarahan, ancaman, dan labelisasi: pengkhianat, radikal, tidak cinta NKRI.

Fenomena ini menyedihkan. Karena sejatinya, bela negara tidak identik dengan membela kebijakan yang keliru. Bela negara bukan soal memuja kekuasaan. Tapi menjaga agar kekuasaan tidak keluar jalur.Ironisnya, banyak dari mereka justru lebih gusar kepada kelompok-kelompok sipil yang bersuara kritis. Mereka tidak risih pada korupsi, kolusi, atau manipulasi. Tapi mereka reaktif jika ada warga mempertanyakan proyek mangkrak, utang negara, atau penyalahgunaan kekuasaan.

Mereka lupa, negara bukan milik pemerintah. Negara adalah milik rakyat. Dan tugas warga negara—termasuk alumni bela negara—adalah mengawal agar negara dijalankan sesuai konstitusi dan amanat rakyat. Bukan menutup mata atas kesewenang-wenangan dengan dalih “demi stabilitas” dan “yang penting guyub”.

Baca Juga:
  • Investasi Milenial Kini dan Masa Depan
  • Tips Temukan Passion dan Bakat ala Remaja Masa Kini
  • Ketika Relawan Butuh Akal Sehat, Bukan Sekadar Semangat
  • Benturan Kekuasaan dan Kemanusiaan

Bela negara tidak identik dengan loyalitas buta. Justru dalam banyak kasus, yang paling cinta negara adalah mereka yang berani mengkritik ketika negara diselewengkan oleh elitnya. Kritik bukan bentuk kebencian. Kritik adalah bentuk tertinggi dari kecintaan yang rasional.

Yang menyedihkan, program bela negara ini tak jarang dijalankan dalam atmosfer indoktrinasi. Pesertanya dijejali semangat semu tentang ancaman luar, tanpa diajak berpikir kritis terhadap ancaman dari dalam, seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan manipulasi hukum.

Dalam atmosfer seperti ini, tidak heran jika banyak alumninya menjadi pasukan “buzzer halus”. Tidak dibayar, tapi secara sukarela menyerang oposisi. Tidak ditugaskan secara formal, tapi merasa bertugas atas nama negara—padahal yang dibela bukan negara, melainkan citra pejabat.

Artikel Terkait:
  • Demokrasi yang Tersandera Kotak Kosong
  • Fokus Berlebih yang Tak Disadari
  • Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2024, Hanya Legitimasi Kemenangan Petahana
  • Tren Fashion Terbaru 2026

Inilah titik krusialnya, ketika negara mulai menyamakan dirinya dengan pemerintah, maka segala bentuk kritik dianggap sebagai ancaman. Dan di sinilah para kader bela negara kehilangan orientasi. Mereka lupa bahwa sumpah mereka adalah untuk republik ini, bukan untuk wajah pemimpinnya.

Bela negara sejati bukan tentang membela simbol, lambang, atau sosok tertentu. Tapi membela nilai. Membela keadilan. Membela konstitusi. Termasuk jika itu berarti berdiri di barisan yang berseberangan dengan kekuasaan yang melenceng.Semoga para “oknum” alumni bela negara segera sadar.

Bahwa keberanian bukan ditunjukkan dengan menyerang lawan politik pemerintah. Tapi dengan menjaga agar negara tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai luhur yang mereka ikrarkan saat pelatihan dulu.

Jangan Lewatkan:
  • Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius
  • Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka
  • Polemik Privasi di Era Digital
  • Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran
Anti-Kritik Bela Negara Kritik Pemerintah Loyalis Kekuasaan Politik Populis
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRakyat Jabar Dijadikan Figuran “Bapak Aing”
Next Article Ribuan Warga Riau Ikuti Karhutla Fun Run 2025

Informasi lainnya

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

10 Oktober 2026

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

8 Oktober 2026

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

3 Oktober 2026

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026

Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

10 September 2026

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

25 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Jamaah Laksanakan Safari Wukuf, Puskes Haji akan Skrining

Islami Alfi Salamah

Senyum di Tengah Derita

Islami Alfi Salamah

Poligami dalam Islam: Syarat, Larangan, dan Langkah Persiapan

Islami Udex Mundzir

Sultan Aji Muhammad Sulaiman: Pemimpin Bijak Kutai Kartanegara

Biografi Assyifa

Bela Negara atau Bela Penguasa?

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi