Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Langit RI

Fenomena Blood Moon dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia dengan durasi total lebih dari lima jam.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati3 Maret 2026 Saintek
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Langit RI
Jenis gerhana bulan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Langit malam Indonesia bersiap menampilkan “panggung kosmik” yang jarang tersaji. Pada Selasa (03/03/2026), masyarakat di seluruh penjuru Tanah Air dapat menyaksikan gerhana bulan total yang menghadirkan pemandangan Bulan berwarna merah tembaga, fenomena yang populer disebut sebagai Blood Moon.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa astronomi ini akan berlangsung selama kurang lebih 5 jam 39 menit. Fase totalitas ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan inti atau umbra Bumi diperkirakan terjadi selama 58 menit 19 detik. Puncak gerhana di Indonesia tercatat pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.

Peristiwa ini terjadi karena posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus saat fase purnama, sehingga cahaya Matahari terhalang Bumi dan menciptakan bayangan yang menutupi Bulan.

“Gerhana bulan total terjadi akibat dinamika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang sejajar. Saat Bulan memasuki umbra Bumi, permukaannya akan tampak kemerahan,” ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, Selasa (03/03/2026).

Baca Juga:
  • Pendaftar Domain .id Capai 1,2 Juta Sepanjang 2024
  • Akses Bebas Data WNI ke AS, Efisiensi atau Kolonialisasi Digital?
  • Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat
  • Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

Ia menjelaskan, warna merah yang muncul bukanlah perubahan fisik pada Bulan, melainkan efek hamburan cahaya di atmosfer Bumi. Fenomena ini dikenal sebagai hamburan Rayleigh, di mana cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru lebih banyak tersebar, sementara warna merah yang memiliki panjang gelombang lebih panjang tetap diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan. Efek serupa juga terlihat saat matahari terbit atau terbenam.

BMKG merinci tahapan gerhana dimulai dari fase penumbra, gerhana sebagian, hingga totalitas, sebelum kembali ke fase sebagian dan penumbra. Masyarakat dapat mengamati seluruh proses tersebut tanpa alat bantu khusus karena gerhana bulan aman dilihat dengan mata telanjang. Namun, penggunaan teropong atau teleskop akan membantu memperjelas detail permukaan Bulan selama fase totalitas.

Fenomena ini menjadi satu dari empat gerhana yang diprediksi terjadi sepanjang 2026. Meski demikian, hanya gerhana bulan total 3 Maret 2026 yang dapat diamati secara menyeluruh dari Indonesia. Kesempatan berikutnya untuk menyaksikan gerhana bulan total baru akan hadir pada akhir 2028, menjadikan momen ini cukup langka bagi pengamat langit.

Secara global, gerhana ini dapat disaksikan di berbagai kawasan seperti Asia Timur, Australia, wilayah Pasifik, hingga sebagian Amerika. Di Indonesia sendiri, wilayah timur seperti Papua dan Maluku disebut memiliki peluang pengamatan terbaik karena posisi Bulan sudah cukup tinggi di langit saat fase totalitas berlangsung. Lokasi terbuka dengan minim polusi cahaya seperti pantai, perbukitan, atau lapangan luas sangat direkomendasikan agar pandangan tidak terhalang.

Artikel Terkait:
  • RI Krisis Talenta Digital, Masih Defisit 4 Juta
  • BRIN Kembangkan Robot Lunak untuk Medis dan SAR
  • Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?
  • BRIN Beri Penjelasan Tentang Meteor Jatuh di Cirebon

Selain menjadi tontonan publik, gerhana bulan total juga dimanfaatkan untuk kepentingan ilmiah. Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) dijadwalkan melakukan pengamatan dan pengumpulan data guna mendukung riset astronomi. Meski tidak dibuka secara langsung untuk umum, masyarakat dapat mengikuti siaran langsung melalui kanal resmi yang disediakan lembaga tersebut.

Dengan cuaca cerah sebagai kunci utama, gerhana bulan total 3 Maret 2026 diharapkan menjadi momen edukatif sekaligus pengalaman visual yang memikat. Fenomena ini tidak hanya mengingatkan manusia pada keteraturan semesta, tetapi juga memperlihatkan betapa harmonisnya pergerakan benda-benda langit dalam sistem tata surya.

Jangan Lewatkan:
  • Celios: AI Dongkrak Ekonomi RI, 97 Juta Pekerjaan Baru Menanti
  • Gerhana Matahari Total 2027 Tak Akan Terlihat di Indonesia
  • Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia
  • Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Indonesia pada 12–13 Agustus
Astronomi Indonesia Blood Moon 2026 BMKG Fenomena Langit Gerhana Bulan Total
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTry Sutrisno Wafat, Bangsa Kehilangan Putra Terbaik
Next Article 5 Amalan Utama Ketika Gerhana Bulan Terjadi

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Meraih Berkah, Inilah Cara Berbuka Puasa Ala Rasulullah

Islami Alfi Salamah

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Daily Tips Alfi Salamah

Pramuka Cisayong, Saatnya Bergerak

Perspektif Silva

Pajak Bukan Satu-Satunya Jalan

Editorial Udex Mundzir

Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi