Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jejak Lama Nusantara di Enam Negara Tetangga

Sejumlah wilayah Asia Tenggara menyimpan jejak sejarah sebagai bagian pengaruh kerajaan besar Nusantara.
Alfi SalamahAlfi Salamah14 April 2026 Global
Sejarah Nusantara
Peta, jejak sejarah Nusantara di Asia Tenggara
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sejarah kerap bergerak seperti bayangan ombak: datang dan pergi, namun meninggalkan jejak di pasir waktu. Di kawasan Asia Tenggara, jejak itu masih terasa hingga kini, ketika sejumlah negara modern ternyata pernah berada dalam lingkar pengaruh kerajaan-kerajaan besar yang berakar dari Nusantara.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa jauh sebelum konsep negara modern terbentuk, kerajaan seperti Sriwijaya dan Majapahit telah membangun jaringan kekuasaan berbasis maritim. Pengaruh ini meliputi perdagangan, budaya, hingga politik yang menjangkau wilayah luas, termasuk kawasan yang kini dikenal sebagai Singapura, Malaysia, Filipina, Kamboja, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.

Singapura, yang dahulu dikenal sebagai Temasek atau Tumasik, sejak awal berkembang sebagai pusat perdagangan strategis. Wilayah ini berada dalam pengaruh Sriwijaya hingga sekitar abad ke-13, kemudian berlanjut ke Majapahit dan Kesultanan Malaka sebelum akhirnya jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511. Letaknya yang berada di jalur pelayaran utama menjadikannya simpul penting aktivitas ekonomi kawasan.

Malaysia juga memiliki keterkaitan historis dengan Sriwijaya, terutama pada masa kejayaan kerajaan tersebut sebagai kekuatan maritim. Pengaruh ini menjadikan Semenanjung Malaya sebagai salah satu pusat perdagangan sekaligus jalur penyebaran budaya dan agama di Asia Tenggara.

Baca Juga:
  • Media Asing Soroti Tenggelamnya KMP Tunu di Selat Bali
  • Trump Larang Masuk Warga dari 12 Negara, Indonesia Tak Masuk Daftar
  • Erdogan Walk Out saat Prabowo Berpidato di KTT D-8, Ini Penjelasannya
  • Mobil Hidrogen Mulai Menarik Perhatian di Tengah Dominasi Kendaraan Listrik

Sementara itu, Filipina dalam sejumlah literatur sejarah disebut masuk dalam jangkauan pengaruh Majapahit pada masa ekspansi wilayah Nusantara. Pada periode tersebut, jaringan kekuasaan Majapahit meluas hingga ke utara, mencakup berbagai wilayah kepulauan.

Pengaruh Sriwijaya juga tercatat sampai ke Kamboja. Melalui jalur perdagangan dan hubungan antarwilayah, kerajaan ini memperluas pengaruhnya sekaligus memperkenalkan komoditas penting seperti kapur barus, cengkih, dan kayu cendana ke pasar internasional.

Brunei Darussalam pun tidak terlepas dari jejak Nusantara. Dalam naskah Negarakretagama yang ditulis pada abad ke-14, wilayah yang disebut “Buruneng” diyakini merujuk pada Brunei sebagai bagian dari jaringan kekuasaan Majapahit. Hal ini menunjukkan adanya hubungan politik dan ekonomi antara wilayah tersebut dengan pusat kerajaan di Jawa.

Berbeda dengan negara lainnya, Timor Leste memiliki hubungan sejarah yang lebih dekat dalam konteks modern. Wilayah ini pernah menjadi bagian dari Indonesia sebagai provinsi ke-27 sebelum akhirnya memilih merdeka melalui referendum pada tahun 1999, yang kemudian mengantarkannya menjadi negara berdaulat.

Artikel Terkait:
  • The Fed Diperkirakan Hanya Pangkas Suku Bunga Sekali Tahun Ini
  • Gempa dan Tsunami Vanuatu: Ibu Kota Hancur, WNI Belum Bisa Dihubungi
  • Trump Ubah Pentagon Jadi Departemen Perang, Sindir Xi-Putin-Kim
  • Protes Besar-Besaran Meletus di Pakistan Usai Penangkapan Mantan PM Imran Khan

Rangkaian sejarah ini memperlihatkan bahwa batas-batas negara yang ada saat ini merupakan hasil perjalanan panjang. Dari satu kawasan yang terhubung oleh jalur laut, perdagangan, dan budaya, kini berkembang menjadi negara-negara yang berdiri sendiri.

Meski demikian, benang merah Nusantara tetap terasa dalam identitas dan kedekatan budaya di Asia Tenggara.

Pada akhirnya, sejarah tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana jejaknya membentuk wajah kawasan hari ini. Nusantara, dalam pengertian lamanya, pernah menjadi ruang besar yang menyatukan banyak wilayah dalam satu arus peradaban.

Jangan Lewatkan:
  • Korban Gempa Myanmar-THailand Tembus 1.000 Jiwa
  • Menag Dorong Kolaborasi Global Wasathiyah Islam dan Nilai Tionghoa
  • Prabowo Dorong D-8 Kembangkan Industri Halal dan Perikanan
  • Dubes Palestina Kritik Rencana Damai 20 Poin Trump untuk Gaza
Asia Tenggara Majapahit Sejarah Nusantara Sriwijaya Timor Leste
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSuhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025
Next Article Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Menuju Haji Suci: Panduan Perjalanan Sebelum Berangkat

Islami Alfi Salamah

Jamnas Bukan Ajang Si Punya Uang

Editorial Udex Mundzir

Cara Memilih Hewan Qurban, Jenis, Usia, dan Kesehatan yang Harus Diperhatikan

Islami Udex Mundzir

Generasi Z dan Aksi Nyata Wujudkan SDGs

Daily Tips Ericka

ASN BKN Boleh WFA 2 Hari Seminggu, Efisiensi Anggaran dan Uji Kinerja Digital

Bisnis Assyifa
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi