Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

Mengapa Universitas Republik Indonesia Jadi Sorotan?

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Kenali Misi Besarnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Fenomena lonjakan ikan sapu-sapu di sungai Jakarta picu kekhawatiran karena berdampak serius pada ekosistem perairan.
Alfi SalamahAlfi Salamah15 April 2026 Lingkungan
Ikan sapu-sapu invasif
Ikan Sapu-Sapu (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Kemunculan ikan sapu-sapu yang memenuhi aliran sungai di kawasan Bundaran HI menjadi sorotan publik. Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian warga, tetapi juga memicu kekhawatiran pemerintah karena dampaknya terhadap keseimbangan lingkungan perairan di ibu kota.

Dalam beberapa waktu terakhir, populasi ikan sapu-sapu terlihat mendominasi aliran sungai di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) pun bergerak cepat menangani kondisi tersebut dengan melakukan penangkapan dan pemusnahan ikan yang dianggap sebagai spesies invasif.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menjelaskan bahwa proses pemusnahan dilakukan secara hati-hati. Hal ini karena ikan sapu-sapu memiliki kemampuan bertahan hidup yang sangat tinggi, bahkan dalam kondisi ekstrem sekalipun.

“Sebelumnya harus dipastikan sudah mati dulu baru dikubur. Karena ikan tersebut mempunyai kemampuan tinggi untuk bertahan hidup jadi dipastikan dulu mati baru dikubur,” ujar Hasudungan, belum lama ini.

Selain itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga meminta agar operasi pembersihan ikan sapu-sapu tidak hanya dilakukan di Jakarta Pusat, tetapi diperluas ke seluruh wilayah ibu kota yang terdampak.

Baca Juga:
  • Pemerintah Cabut 4 IUP Tambang Nikel di Raja Ampat
  • BMKG: Cuaca ekstrem mengancam sejumlah wilayah Indonesia
  • Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang
  • Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bali Dimulai Juli 2025

“Saya akan meminta tidak hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi,” kata Pramono.

Ikan sapu-sapu sendiri dikenal sebagai spesies yang berasal dari Amerika Selatan, khususnya dari Sungai Amazon. Kehadirannya di Indonesia diduga melalui ikan hias akuarium yang kemudian dilepas ke perairan bebas. Seiring waktu, ikan ini berkembang pesat dan mulai mendominasi habitat baru.

Salah satu alasan utama ikan sapu-sapu dikategorikan sebagai spesies invasif adalah kemampuannya berkembang biak dengan cepat. Dalam satu periode bertelur, ikan betina dapat menghasilkan ribuan telur, sehingga populasinya sulit dikendalikan.

Selain itu, ikan ini juga mampu bertahan di berbagai kondisi perairan, termasuk yang tercemar. Sebagai pemakan dasar, ikan sapu-sapu kerap mengonsumsi material di dasar sungai yang mengandung polutan. Akibatnya, tubuh ikan ini dapat menyerap logam berat seperti timbal, merkuri, kadmium, hingga arsenik.

Artikel Terkait:
  • El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026
  • Menteri LH Percepat Daur Ulang untuk Atasi Sampah Plastik
  • BPBD DKI Umumkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta 5-9 Mei 2023
  • Laju Deforestasi Indonesia 2024 Tembus 175 Ribu Ha

Kondisi tersebut membuat ikan sapu-sapu tidak layak untuk dikonsumsi karena berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan kandungan logam berat dalam daging ikan ini cukup tinggi, terutama di perairan yang tercemar.

Tak hanya itu, keberadaan ikan sapu-sapu juga berdampak pada ekosistem. Mereka dapat mendominasi perairan dan mengalahkan ikan lokal dalam mendapatkan makanan. Hal ini berpotensi merusak rantai makanan dan menurunkan keanekaragaman hayati di sungai.

Dengan berbagai dampak tersebut, pemerintah terus berupaya mengendalikan populasi ikan sapu-sapu agar tidak semakin meluas. Penanganan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus melindungi lingkungan dari ancaman spesies invasif.

Jangan Lewatkan:
  • Indonesia-Gold Standard Akui Sertifikat Karbon Secara Timbal Balik
  • BMKG Tanggapi Isu Gelombang Panas Indonesia April
  • Normalisasi Sungai di Bontang Atasi Banjir Rob,Pemprov Kaltim-TNI
  • Pegawai OIKN Dibekali Mitigasi Konflik Satwa Liar di IKN

Fenomena ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, termasuk pengawasan terhadap spesies asing yang berpotensi merusak ekosistem lokal.

DKI Jakarta Ekosistem Sungai Ikan Sapu Sapu Lingkungan Hidup Spesies Invasif
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBukan Sekadar Menang, Tapi Diterima
Next Article Biaya Haji 2026 Naik Rp8,46 Triliun, Negara akan Tanggung Selisihnya

Informasi lainnya

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

12 Juli 2026

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

10 Juli 2026

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

6 Juli 2026

Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi

23 April 2026

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026
Paling Sering Dibaca

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

Opini Udex Mundzir

Perisai Kehidupan

Islami Syamril Al-Bugisyi

Mengenal Kandungan Gizi Es Krim Vanila

Food Alfi Salamah

Di Atas Hukum, Di Luar Akal Sehat

Editorial Udex Mundzir

Tren Fashion Terbaru 2026

Opini Alfi Salamah
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi