Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Klaim Penjelajah Waktu Ramalkan Perang Dunia Ketiga

PD3 diperkirakan akan pecah pada tanggal 29 Mei 2030 akibat provokasi yang terjadi pada tanggal 21 Februari 2024.
ErickaEricka14 Mei 2023 Global
foto manusia masa depan
(Kristjan Hoffmann)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kehidupan di dunia menjadi riuh ketika seseorang mengaku sebagai seorang penjelajah waktu yang berasal dari masa depan. Dia menyampaikan pengetahuannya tentang terjadinya Perang Dunia Ketiga (PD3) di masa mendatang.

Menurutnya, PD3 diperkirakan akan pecah pada tanggal 29 Mei 2030 akibat provokasi yang terjadi pada tanggal 21 Februari 2024.

Bagaimana Faktanya?

Sebenarnya hal ini terungkap di media sosial TikTok. Akun “Trevor the Time Traveller” mengatakan tiga skenario di mana PD3 akan terjadi. “Ingat tanggal ini 21/2/2024 – sesuatu yang sangat besar akan terjadi,” tulisnya dikutip dari indy100, jaringan media Independent.

“29/5/2030 – perang dunia ketiga akan dimulai, berlangsung selama tujuh tahun antara utara dan selatan,” tambahnya.

“2037, perang berakhir dan ledakan bayi kedua terjadi, pertumbuhan populasi terlalu tinggi,” tutupnya.

Sayangnya tak ada dasar ilmiah yang menjelaskan ramalan itu. Hanya saja pemilik akun menyebut pesan yang dibuat datang dari dua dekade di masa depan. “Kita tak punya banyak waktu,” ujarnya lagi tanpa bisa terverifikasi.

Ramalan Lain

Sebenarnya ramalan serupa juga muncul dari Asisten Artificial Intelligence (AI) Amazon, Alexa. Sebuah video, dimuat Daily Star, menggambarkan respon Alexa yang detail setelah ditanya kapan perang besar itu pecah.

Baca Juga:
  • Tentara Putin Kocar-kacir setelah Ukraina Menyerang Rusia di Bakhmut
  • Bandara Internasional Laut Merah Riyadh: Destinasi Terbaru Arab Saudi
  • Toyota Hentikan Penjualan Yaris Ativ di Thailand Akibat Skandal Tes Keselamatan Daihatsu
  • Korban Gempa Myanmar-THailand Tembus 1.000 Jiwa

“PD 3 dimulai pada 23 November 2023 pukul 18:05, ketika Rusia melancarkan serangan terhadap Jerman,” ujar Alexa Februari lalu.

Meski begitu, banyak pihak yang meragukan hal ini. Wakil Presiden Amazon Alexa, Steve Rabuchin, dengan jelas berkata bahwa jawaban Alexa dapat dipersonalisasi.

“Anda tidak perlu pengalaman membangun keterampilan atau pengkodean untuk memulai. Keluarga saya membuat keterampilan lelucon kami sendiri dalam hitungan menit, dan sangat menyenangkan berinteraksi dengan Alexa dengan cara yang benar-benar baru dan pribadi,” paparnya.

Dr Kiamat sampai Warren Buffet

Sebenarnya, ekonom Nouriel Roubini, telah mewanti-wanti PD 3 sejak akhir 2022. Roubini sendiri dijuluki Dr Doom alias Doktor Kiamat, dan sempat meramal krisis ekonomi 2008.

Ini dimulai dengan meluasnya eskalasi perang Rusia-Ukraina. Konflik itu, tegasnya, sudah menandai awal dari pertempuran global. “Dalam beberapa hal, PD 3 sudah dimulai,” tegasnya mengutip Financial Tribune.

“Ini dimulai di Ukraina karena konflik ini memiliki implikasi yang lebih luas yang melampaui Rusia dan Ukraina. Ini adalah awal dari sesuatu yang lain,” tegasnya.

Artikel Terkait:
  • Menag Dorong Kolaborasi Global Wasathiyah Islam dan Nilai Tionghoa
  • China Kecam Israel Atas Serangan Rumah Sakit di Gaza
  • Trump Desak Israel Hentikan Proses Hukum Netanyahu
  • Peringatan Tsunami Usai Gempa M 7,4 di Kamchatka Rusia

Roubini juga menyoroti konflik nuklir di Iran dan gesekan China untuk Taiwan kala itu. Profesor bisnis Universitas New York itu berpendapat perang dingin sudah ada antara Amerika Serikat (AS) dan China, dan itu bisa meningkat menjadi “perang panas” karena Presiden Xi Jinping bertujuan untuk menyatukan China dan Taiwan.

Ancaman lain juga disebut, tak terkecuali karena rusuhnya Korea Utara (Korut) di semenanjung Korea. Belum lagi potensi perang Iran dan Israel, yang katanya sebagaimana berbicara dengan media Jerman, “dalam jalur tabrakan”.

Di sisi lain, investor kawakan Warren Buffet juga pernah menyinggung ancaman ini. Ia pun merujuk ke pecahnya perang nuklir. “Ini adalah masalah utama umat manusia… Dan itu akan terjadi suatu hari nanti,” kata Buffett dikutip dari MoneyWise.

“Kita selalu memiliki orang-orang yang menginginkan kejahatan pada orang lain. Ribuan tahun yang lalu, jika Anda psikotik atau fanatik agama atau tidak puas, Anda akan mengharapkan kejahatan pada tetangga Anda, Anda mengambil batu dan melemparkannya ke arah mereka. Itu kerusakan yang dapat Anda lakukan. Lalu, kita melanjutkan ke busur dan anak panah dan meriam,” jelasnya.

“Tetapi sejak 1945, potensi untuk menimbulkan kerugian besar pada jumlah orang yang luar biasa telah meningkat dengan kecepatan geometris,” tambahnya.

Jangan Lewatkan:
  • Google Diselidiki DOJ AS Terkait Dugaan Pelanggaran Antimonopoli
  • Mobil Hidrogen Mulai Menarik Perhatian di Tengah Dominasi Kendaraan Listrik
  • Singapura Perketat Larangan Vape, Ribuan Orang Ditangkap
  • Direktur Jenderal Kominfo Ingatkan Bahaya Deepfake AI dalam Pemilu 2024

Ini pun tak hanya sekali ia katakan. Ketakutan akan perang sangat besar dan berbahaya bagi dunia sudah diungkapkan di 2017. “Saya sudah prihatin sejak 1945 ketika bom atom pertama digunakan,” katanya dalam wawancara bersama CNBC International.

“Kita telah mengembangkan (nuklir) selama 72 tahun ini, sejak Agustus 1945, kemampuan di seluruh dunia untuk hampir menghancurkan peradaban. Ini satu-satunya awan nyata di cakrawala,” tambahnya.

Kiamat Perang Dunia Rusia TikTok
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleGolkar Mojokerto Menggebrak: 50 Bacaleg Berkualitas Siap Berlaga di Pemilu 2024
Next Article Pemilihan Umum Turki 2023: Ujian Terberat bagi Kekuasan Erdogan

Informasi lainnya

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026

Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU

18 April 2026

Bukan Sekadar Menang, Tapi Diterima

15 April 2026

Ketika Prostitusi Jadi Sistem Resmi

15 April 2026
Paling Sering Dibaca

Mau Upgrade Diri? Inilah 5 Buku yang Wajib Kamu Baca di Awal Tahun

Daily Tips Alfi Salamah

Regulasi Pers Tanpa Arah

Editorial Udex Mundzir

Hakim Mana yang Berani Vonis Ijazah Palsu?

Editorial Udex Mundzir

Wae Rebo, Desa di Atas Awan yang Menyimpan Pesona Budaya dan Alam

Travel Alfi Salamah

Generasi Z dan Aksi Nyata Wujudkan SDGs

Daily Tips Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi