Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 18 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gubernur Pramono Larang Operasi Yustisi Usai Mudik Lebaran

Pendatang pascamudik tak perlu cemas, Pemprov DKI pilih pendekatan manusiawi ketimbang razia kependudukan.
ErickaEricka21 Maret 2025 Nasional
Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung,
Pramono Anung, Gubernur Daerah Khusus Jakarta (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – “Kita tidak boleh tidak memanusiakan orang.” Pernyataan ini dilontarkan Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung, ketika menyampaikan pelarangan operasi yustisi usai mudik Lebaran tahun ini. Menurutnya, razia-razia yang menyasar para pendatang setelah Idulfitri bukanlah pendekatan yang bijak di tengah tantangan ekonomi.

Dalam keterangan resmi di Balai Kota pada Jumat (21/3/2025), Pramono menekankan bahwa banyak masyarakat dari berbagai daerah datang ke Jakarta usai Lebaran demi mengadu nasib dan mencari pekerjaan. Situasi ini menurutnya harus disikapi dengan pendekatan yang lebih beradab.

“Setelah mudik pasti ada gelombang masyarakat mencari harapan baru di Jakarta. Pemerintah tidak boleh menyambut mereka dengan cara tidak manusiawi seperti razia tanpa solusi,” ucapnya.

Sebagai gantinya, Pemprov DKI akan menggunakan data dari Dinas Dukcapil untuk mencatat para pendatang. Bagi mereka yang belum memiliki KTP Jakarta, keberadaannya harus dijamin oleh pihak tertentu.

Baca Juga:
  • Debat Iran Digelar di Samarinda, Publik Ramai
  • Pensiun 59 Tahun Dinilai Untungkan BPJS, Picu Kesenjangan
  • Upah Minimum Sektoral 2025 Jakarta Resmi Ditetapkan
  • Sejak 2005, LPS Tangani 137 Bank dan Bayarkan Klaim Rp 2,82 Triliun

“Kalau dia belum punya identitas Jakarta, maka harus jelas siapa yang menjamin dan ke mana tujuan tinggalnya. Itu pendekatan yang lebih transparan,” ujar Pramono.

Pemprov DKI juga menyiapkan solusi jangka panjang berupa pembukaan job fair serta pelatihan kerja di balai latihan yang akan ditingkatkan kualitasnya. Bahkan, Pramono mendorong pelatihan bahasa asing seperti Korea, Jepang, dan Mandarin untuk memperluas daya saing warga.

Menurutnya, langkah ini tak hanya menghindari konflik sosial, tetapi juga memberikan ruang bagi warga baru untuk berkembang secara terstruktur.

Artikel Terkait:
  • KPU RI Tegaskan Teknis Debat Kelima Pilpres Tidak Berubah
  • Prabowo Terima Mualem-Dek Fadh, Bahas Masa Depan Aceh
  • Menag Buka MTQ Internasional IV di Jakarta, 60 Peserta dari 38 Negara
  • Dewan Pers Desak Polri Usut Teror Kepala Babi ke Jurnalis Tempo

“Kami tahu Jakarta tetap jadi magnet bagi banyak orang. Tapi kami ingin yang datang benar-benar siap dan mampu bekerja dengan baik,” katanya.

Dengan pendekatan lebih humanis ini, Pramono berharap Jakarta tetap menjadi kota terbuka tanpa kehilangan ketertiban dan kualitas hidup warganya.

Jangan Lewatkan:
  • BDS Asia Pasifik: Boikot Produk Israel Pendukung Genosida
  • Menteri PANRB Janji Tuntaskan Masalah Pegawai Honorer
  • Kemendukbangga Ajukan Tambahan Anggaran Alkon Rp850 Miliar
  • Pengguna Kereta Haramain Meningkat Tajam Hingga 96%
Kependudukan Jakarta Mudik Lebaran 2025 Operasi Yustisi Pemprov DKI Jakarta Pramono Anung
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTeror Kepala Babi ke Tempo, Gerakan Rakyat Tuntut Penegakan Hukum
Next Article Dewan Pers Desak Polri Usut Teror Kepala Babi ke Jurnalis Tempo

Informasi lainnya

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

17 Oktober 2026

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

Profil Richard Mundzir

Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya

Islami Lisda Lisdiawati

Menjadi Bintang

Islami Syamril Al-Bugisyi

Kenali Self-Love Language Kamu, Biar Lebih Sayang Diri Sendiri

Daily Tips Alfi Salamah

Ketika Kebijakan Membakar Dapur Rakyat

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi