Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 28 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gubernur Pramono Larang Operasi Yustisi Usai Mudik Lebaran

Pendatang pascamudik tak perlu cemas, Pemprov DKI pilih pendekatan manusiawi ketimbang razia kependudukan.
ErickaEricka21 Maret 2025 Nasional
Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung,
Pramono Anung, Gubernur Daerah Khusus Jakarta (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – “Kita tidak boleh tidak memanusiakan orang.” Pernyataan ini dilontarkan Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung, ketika menyampaikan pelarangan operasi yustisi usai mudik Lebaran tahun ini. Menurutnya, razia-razia yang menyasar para pendatang setelah Idulfitri bukanlah pendekatan yang bijak di tengah tantangan ekonomi.

Dalam keterangan resmi di Balai Kota pada Jumat (21/3/2025), Pramono menekankan bahwa banyak masyarakat dari berbagai daerah datang ke Jakarta usai Lebaran demi mengadu nasib dan mencari pekerjaan. Situasi ini menurutnya harus disikapi dengan pendekatan yang lebih beradab.

“Setelah mudik pasti ada gelombang masyarakat mencari harapan baru di Jakarta. Pemerintah tidak boleh menyambut mereka dengan cara tidak manusiawi seperti razia tanpa solusi,” ucapnya.

Sebagai gantinya, Pemprov DKI akan menggunakan data dari Dinas Dukcapil untuk mencatat para pendatang. Bagi mereka yang belum memiliki KTP Jakarta, keberadaannya harus dijamin oleh pihak tertentu.

Baca Juga:
  • BMKG Imbau Pemudik Waspadai Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran
  • Segera Validasi NIK Jadi NPWP Sebelum 2024, Ini Tahapannya!
  • Gugatan PTUN Terhadap Ketua Kwarnas Budi Waseso
  • Semeru Erupsi, Abu Capai 1 Km dari Puncak

“Kalau dia belum punya identitas Jakarta, maka harus jelas siapa yang menjamin dan ke mana tujuan tinggalnya. Itu pendekatan yang lebih transparan,” ujar Pramono.

Pemprov DKI juga menyiapkan solusi jangka panjang berupa pembukaan job fair serta pelatihan kerja di balai latihan yang akan ditingkatkan kualitasnya. Bahkan, Pramono mendorong pelatihan bahasa asing seperti Korea, Jepang, dan Mandarin untuk memperluas daya saing warga.

Menurutnya, langkah ini tak hanya menghindari konflik sosial, tetapi juga memberikan ruang bagi warga baru untuk berkembang secara terstruktur.

Artikel Terkait:
  • 27 September Resmi Jadi Hari Komedi Nasional
  • Mayoritas Bus di Kampung Rambutan Tak Lolos Uji Kelayakan
  • Masa WFA ASN Diperpanjang hingga 8 April 2025
  • Mendikdasmen Tegaskan Perlindungan Guru dari Kriminalisasi

“Kami tahu Jakarta tetap jadi magnet bagi banyak orang. Tapi kami ingin yang datang benar-benar siap dan mampu bekerja dengan baik,” katanya.

Dengan pendekatan lebih humanis ini, Pramono berharap Jakarta tetap menjadi kota terbuka tanpa kehilangan ketertiban dan kualitas hidup warganya.

Jangan Lewatkan:
  • Hari Bhakti Kejaksaan RI Ke-78, Kejagung : Kejaksaan Barometer Penegakan Hukum Humanis
  • Sidang Isbat Kemenag Putuskan Iduladha 1447 H Jatuh 27 Mei
  • Akhir Perjuangan, Politisi Gerindra Desmond J Mahesa
  • Prabowo Targetkan 80 Ribu Koperasi Desa Dukung Swasembada Pangan
Kependudukan Jakarta Mudik Lebaran 2025 Operasi Yustisi Pemprov DKI Jakarta Pramono Anung
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTeror Kepala Babi ke Tempo, Gerakan Rakyat Tuntut Penegakan Hukum
Next Article Dewan Pers Desak Polri Usut Teror Kepala Babi ke Jurnalis Tempo

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Yang Janji Prabowo, Rakyat yang Pusing

Perspektif Udex Mundzir

Memahami Etika Tak Tertulis di Masyarakat

Daily Tips Alfi Salamah

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penyebaran Penyakit

Daily Tips Assyifa

Mengenal Sosok Siti Maryam yang Penuh Keikhlasan

Islami Alfi Salamah

Lulusan Gen Z Banyak Dipecat? Kenali Masalah dan Solusinya

Happy Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi