Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?

Negara Hukum yang Pengadilannya Banyak, tapi Sulit Mencari Keadilan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 19 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

KPK Ungkap Pemkab Pernah Akali Survei Integritas Nasional

Pengungkapan manipulasi survei integritas memicu sorotan baru terhadap komitmen antikorupsi daerah di Indonesia.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati9 Desember 2025 Hukum
KPK Ungkap Pemkab Pernah Akali Survei Integritas Nasional
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto di sela acara peringatan Hakordia 2025 di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Yogyakarta – Di tengah riuh peringatan Hakordia 2025, Ketua KPK Setyo Budiyanto melontarkan pernyataan yang menggema bak “alarm moral” bagi pemerintah daerah.

Ia mengungkap adanya sebuah pemerintah kabupaten yang, pada tahun-tahun sebelum 2025, kedapatan merekayasa hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) sebuah tindakan yang disebutnya sebagai “akal-akalan yang nyaris lolos”.

Pada gelaran peluncuran SPI di Kompleks Kepatihan, Selasa (9/12/2025), Setyo menjelaskan bahwa manipulasi terjadi ketika oknum pejabat pemkab mengumpulkan pegawai yang menerima undangan survei acak melalui WhatsApp.

Mereka lalu diarahkan menjawab kuesioner sesuai instruksi guna mempercantik skor integritas daerah tersebut. Hasilnya, pemkab itu sempat masuk kategori hijau dan dinilai berintegritas, meski situasi lapangan menunjukkan sebaliknya.

“Mereka sempat membuat aturan internal: siapa pun yang dapat WhatsApp dari KPK, harus lapor. Setelah dikumpulkan, mereka diberi arahan. Kalau pertanyaannya A, jawab A plus; kalau B, jawab B minus. Akhirnya skornya bagus,” ujar Setyo.

Baca Juga:
  • Hasto: Penjara Bagian dari Pengorbanan Seperti Bung Karno
  • Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji
  • KPK Berwenang Usut Korupsi Militer, TNI Siap Koordinasi dan Hormati Putusan MK
  • Jaksa Masuk Sekolah, Ajak Generasi Emas Tanpa Narkoba

Ia menegaskan bahwa praktik tersebut terungkap setelah KPK melakukan validasi silang dengan dokumen pendukung serta pemeriksaan kondisi faktual di daerah terkait. Temuan itu menunjukkan ketidaksesuaian antara data survei dan realitas, sehingga KPK menyimpulkan bahwa skor tersebut dimanipulasi.

“Kami punya alat untuk mengukur apakah data ini masuk akal atau tidak. Setelah dibandingkan dengan dokumen penyerta, jelas bahwa itu rekayasa,” tambahnya, menegaskan bahwa teknologi dan metodologi SPI kini semakin sulit dikelabui.

Publikasi SPI 2025 yang mencapai 72,32 poin sedikit lebih tinggi dari capaian 2024 sebesar 71,53 poin dinilai masih mencerminkan kerentanan tinggi terhadap potensi korupsi di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Setyo menilai angka itu belum cukup untuk menunjukkan perbaikan signifikan, terutama karena indikator risiko masih mengungkap banyak titik rawan gratifikasi, pungutan liar, dan suap.

Artikel Terkait:
  • Penegakan Hukum Humanis, Kejagung Dianugerahi Merdeka Award
  • Dugaan Korupsi Program MBG, KPK Diminta Selidiki Kepala BGN
  • Roy Suryo dan Rismon Sianipar Jadi Tersangka Kasus Ijazah Jokowi
  • DPR Minta Mahkamah Agung Reformasi Pengadilan Usai Kasus Suap Hakim

Ia menekankan bahwa SPI bukan sekadar laporan tahunan, melainkan peta risiko yang harus digunakan K/L/PD untuk merumuskan strategi pembenahan. Bekerja sama dengan KPK, setiap instansi diminta menilai di bagian mana integritas masih lemah dan kebijakan apa yang harus diperkuat.

“Semua bisa dilihat, semua bisa diukur. Tinggal bagaimana instansi memanfaatkannya untuk memperbaiki diri,” tutupnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa upaya peningkatan integritas tidak berhenti pada capaian skor, melainkan memerlukan komitmen berkelanjutan demi membangun pemerintahan yang bersih.

Jangan Lewatkan:
  • Kejagung dan KPK Sepakat Kolaborasi Tangani Kasus Chromebook
  • Hasto Kristiyanto: Demi Demokrasi, Kami Tidak Akan Menyerah
  • Pergub Baru Jakarta, ASN Boleh Poligami Asal Izin Pejabat
  • Eks Ketua KPU Arief Budiman Diperiksa KPK Terkait Kasus Hasto PDIP

Antikorupsi Hakordia 2025 Integritas ASN KPK Survei SPI
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBersiap Naratama, Kak Udex Terima Tugas Menjadi Pimpinan Kursus
Next Article Terjebak di Gedung Terra Drone, 22 Orang Kehilangan Nyawa

Informasi lainnya

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

26 April 2026

Bareskrim Bongkar Ragam Modus Haji Ilegal Meresahkan

19 April 2026

Amsal Sitepu Bebas, Kasus Video Desa Karo Gugur

1 April 2026

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

3 Februari 2026

Mahmud Marhaba: Penetapan Tersangka Wartawan Babel Langgar UU Pers

30 Januari 2026

Warisan Masalah Era Jokowi

19 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Maulid Nabi dan Pemberian Sosial, Menghidupkan Semangat Kepedulian

Islami Alfi Salamah

Evaluasi Smart City Kabupaten Sidoarjo, Sekda Minta Kolaborasi Hexahelix

Techno Silva

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Editorial Udex Mundzir

AI Menghapus Pekerjaan Manusia?

Argumen Alfi Salamah

Pabrik Semen Gresik Menjadi Objek Vital Nasional

Bisnis Alfi Salamah
Berita Lainnya
Info Haji
Udex Mundzir5 November 2025

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Pramuka SMKN 3 Bone Gelar Laga Palang 2026

Pembangunan Pipa Gas Cisem II Capai 64 Persen

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi