Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 6 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mahfud MD: Kampus Harus Jadi Oposisi Kritis, Tolak Sikap Fatalis dan Nihilis

Kampus diminta berperan sebagai penjaga demokrasi dengan kritik objektif pada pemerintah.
SilvaSilva15 Februari 2025 Politik
Mahfud MD menegaskan kampus harus jadi oposisi kritis
Mahfud MD menegaskan kampus harus jadi oposisi kritis (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Semarang – Di tengah dinamika politik dan pemerintahan yang terus berkembang, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menegaskan pentingnya peran kampus sebagai oposisi kritis yang objektif. Mahfud meminta perguruan tinggi agar tidak terjebak dalam sikap fatalis atau nihilis dalam menyikapi kebijakan pemerintah.

“Yang benar dikatakan benar, yang salah ya dikatakan salah. Itulah yang disebut oposisi kritis, kritis dan objektif,” ujar Mahfud seusai menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) Yogyakarta ke-6 di Semarang pada Sabtu (15/02/2025).

Mahfud menjelaskan bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki kewenangan konstitusional untuk menetapkan program dan kebijakan. Namun, ia mengingatkan, jika terjadi penyimpangan, kampus harus berani menyuarakan kebenaran.

“Kalau ada kesalahan baru kita katakan salah. Kalau program sesuai konstitusi, ya tidak perlu disalahkan,” tegas Mahfud.

Mahfud juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap munculnya dua kelompok ekstrem di lingkungan akademik.

Baca Juga:
  • Anggota DPR Usulkan Denda bagi Warga yang Tak Mencoblos
  • Susunan Pengurus Danantara Diumumkan, SBY-Jokowi di Dewan Pengarah
  • Rudy Mas’ud Serukan Pemimpin Sinkron dengan Pemerintah Pusat
  • Netralitas dan Kebebasan Berpolitik di IKAL Lemhannas Jabar

“Sekarang ini banyak orang di kampus yang fatalis, merasa semua sia-sia dan tidak ada gunanya. Ada juga golongan nihilis yang menganggap semua kebijakan pemerintah pasti salah,” ungkapnya.

Ia menilai kedua sikap tersebut berpotensi merusak pola pikir kritis yang sehat di dunia kampus. Oleh karena itu, Mahfud mengingatkan agar civitas akademika tetap berpegang pada prinsip objektivitas dan mendukung kebijakan yang baik, sembari mengkritik yang salah.

“Enggak boleh begitu. Pasti ada kebijakan yang baik dan perlu didukung. Kita dukung yang baik, yang tidak baik kita kritik. Tidak boleh menjadi skeptik radikal,” jelasnya.

Mahfud juga menggarisbawahi peran historis kampus sebagai penjaga peradaban bangsa. Menurutnya, perguruan tinggi harus berperan aktif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menghasilkan pemikiran yang kritis dan konstruktif.

“Perguruan tinggi harus mengemban tugas sejarah, menjaga republik ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Mahfud.

Artikel Terkait:
  • MK Tolak Gugatan Isran-Hadi, Pilgub Kaltim Berakhir Tanpa Sengketa
  • Pesan Kiai Aus: Pancasila Sebagai Pilar Pemersatu Generasi Muda
  • Bawaslu Jakarta Panggil Grace Natalie dan Cheryl Tanzil Terkait Pelanggaran Pilkada
  • KPU Sidoarjo Bersama PPK Mulai Uji Coba  SIREKAP Pilkada 2024, Masih Perlu Penyempurnaan

Dalam konteks pemerintahan Prabowo, Mahfud menyebut bahwa masih banyak figur-figur baik di dalam birokrasi yang layak mendapat dukungan.

“Saya percaya masih banyak orang baik di pemerintahan yang bekerja dengan tulus untuk bangsa. Mereka layak didukung,” tandasnya.

Pernyataan Mahfud MD ini disambut baik oleh kalangan akademisi yang hadir dalam Munas IKA UII. Mereka menilai pesan tersebut menjadi pengingat agar kampus tidak terjebak dalam polarisasi politik, tetapi tetap menjadi ruang intelektual yang berpihak pada kebenaran.

Jangan Lewatkan:
  • PKS Solid, Ali Hamdi Optimis Pasangan Anies – Muhaimin Menang pada Pilpres 2024
  • Brian Yuliarto Gantikan Satryo, Mendikti Saintek Resmi Berganti
  • Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta
  • Wacana Pilkada via DPRD, Menkumham Tegaskan Belum Diputuskan

Dengan situasi politik nasional yang kerap diwarnai dinamika panas, peran kampus sebagai oposisi kritis diharapkan mampu menjaga keseimbangan demokrasi dan memastikan pemerintahan berjalan sesuai konstitusi.

Demokrasi Indonesia Mahfud Md Oposisi Kritis Pemerintahan Prabowo Peran Kampus
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleArab Saudi Salurkan 100 Ton Kurma Ramadan untuk Umat Islam Indonesia
Next Article Prabowo Tegaskan Anggaran MBG Aman: “Uangnya Ada, Bung!”

Informasi lainnya

Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?

19 Juni 2026

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

12 Mei 2026

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

26 April 2026

Presma UINSI Kritik Renovasi Rujab Rp25 Miliar

12 April 2026

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

20 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Menyesap Filosofi di Balik Secangkir Teh Jepang

Travel Alfi Salamah

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

Profil Alfi Salamah

Siapa Saja yang Wajib Zakat Fitrah dan Bagaimana Ketentuan Waktunya?

Islami Ericka

Keajaiban Nenek 95 Tahun Tawaf dan Sai Mandiri di Musim Haji

Islami Alfi Salamah

Keindahan Gunung Fuji di Jepang, Pesona Alam yang Tak Tertandingi

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati11 Januari 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi