Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cak Sholeh Wafat, Tinggalkan Jejak Advokasi Warga

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 11 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Menag Dorong BP4 Tekan Perceraian yang Kian Meningkat

Angka perceraian yang melonjak tajam menjadi sorotan Menag dalam pembukaan Rakernas BP4 di Jakarta.
Udex MundzirUdex Mundzir23 April 2025 Nasional
Menteri Agama Nasaruddin Umar
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Tingginya angka perceraian di Indonesia menjadi “alarm merah” bagi ketahanan keluarga, menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Rapat Kerja Nasional Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) tahun 2025. Ia berharap BP4 mampu menjadi garda depan dalam meredam laju perceraian yang terus meningkat setiap tahunnya.

Dalam sambutannya pada Selasa (22/4/2025), Menag menekankan bahwa perceraian kini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan masyarakat dan bangsa.

Ia menyebut, pada tahun 2024 tercatat 466.359 kasus perceraian, naik dari 463.654 pada tahun sebelumnya. Sementara angka perkawinan justru turun dari 1.577.255 menjadi 1.478.424 kasus.

“Tidak mungkin masyarakat berantakan bisa melahirkan negara ideal. Jadi jika ingin mempertahankan negara, maka rumah tangga harus kuat,” ujar Menag.

Baca Juga:
  • Kapolresta Tegaskan Jagung Bantarpanjang Belum Gagal
  • Dewan Pers Imbau Wartawan Tidak Minta THR Lebaran
  • Pemerintah Siapkan Rp 48,8 Triliun untuk Lanjutkan Pembangunan IKN
  • Gambir dan Senayan Jadi Titik Demo, Lalu Lintas Terancam Padat

Nasaruddin menyoroti dampak sistemik dari perceraian, terutama bagi perempuan dan anak-anak yang seringkali menjadi korban ekonomi dan sosial. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan konflik keluarga secara damai melalui peran aktif BP4 dan Kantor Urusan Agama (KUA).

BP4 diharapkan dapat melakukan deteksi dini terhadap konflik rumah tangga, memberikan edukasi pranikah kepada generasi muda, serta memperluas program mediasi dan bimbingan perkawinan berkelanjutan.

“Sebagian besar perceraian terjadi pada pasangan muda di bawah lima tahun pernikahan. Ini yang harus kita intervensi dengan pendekatan edukatif dan spiritual,” jelas Menag.

Artikel Terkait:
  • Jadi Staf Ahli Gubernur Jabar, Susi Pudjiastuti Tolak Digaji
  • Hotman Berikan Alasan Somasi Enam Perusahaan Soal Kecelakaan di Lift Kualanamu
  • Gas Air Mata Mengenai Siswa Sekolah, Alek PKS Minta Polri Tanggung Jawab dan Evaluasi Aparat
  • Arus Mudik Naik 7 Persen, Kapolri Cek Rest Area Tol

Ia juga menyoroti tren meningkatnya pasangan muda yang memilih hidup bersama tanpa menikah secara sah. Menurutnya, fenomena ini mengarah pada patologi sosial yang merugikan perempuan secara khusus.

“Fenomena kumpul kebo makin dianggap biasa. Padahal ini berisiko tinggi dan merusak tatanan keluarga,” tegasnya.

Menag berharap Rakernas BP4 kali ini menjadi momentum penguatan peran lembaga tersebut sebagai pelindung ketahanan keluarga di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

Jangan Lewatkan:
  • Driver Ojol Demo Tuntut THR, Massa SPAI Geruduk Kantor Kemnaker
  • UGM: Jokowi Sah Lulusan Kehutanan, Ijazah Asli di Tangannya
  • Susi Desak Presiden Pecat Hasan Nasbi Terkait Teror Kepala Babi
  • Aceh Kerahkan 3.000 ASN Bantu Warga Terdampak Bencana
Angka Perceraian Indonesia BP4 Kemenag Ketahanan Keluarga Menag Nasaruddin Umar Rakernas BP4 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDesa Rapak Lambur Jadi Proyek Percontohan Oplah Kukar
Next Article MA Mutasi 199 Hakim Usai Kasus Suap Guncang Peradilan

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

China Hadirkan Menara Penyaring Udara Setinggi 328 Kaki

Techno Ericka

Kunci Hidup Tenang: Belajar Bertanggung Jawab pada Diri Sendiri

Happy Assyifa

Bukan Lalai, Tapi Sinyal Korupsi

Editorial Udex Mundzir

Prabowo Lebih Pro pada Koruptor

Editorial Udex Mundzir

Lepaskan Ketegangan, Raih Kedamaian

Daily Tips Udex Mundzir
Berita Lainnya
Nasional
Alfi Salamah15 April 2026

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

PP Khalifa Matangkan Adaptasi SK Kwarnas Terbaru Menjelang Mugus

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi