Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 26 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Banyak Tapi Kurang

Sebanyak 35 persen perusahaan mengatakan keterampilan lunak (soft skill) pelamar belum cukup baik
Alfi SalamahAlfi Salamah10 September 2024 Opini
jumlah pengangguran di Indonesia per Pebruari 2024 mencapai 7,2 juta orang
Ilustrasi Jumlah Pengangguran di Indonesia Capai 7,2 juta orang (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

IDX Channel melaporkan sebanyak 46% perusahaan kesulitan saat mencari calon karyawan. Padahal, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah pengangguran di Indonesia per Pebruari 2024 mencapai 7,2 juta orang. Kondisi yang aneh. Sesuai ungkapan “banyak orang tapi tidak cukup”. Banyak tapi kurang.

Apanya yang kurang? Secara kuantitas pasti melebihi kebutuhan. Secara kualitas yang kurang. Riset Populix dan KitaLulus menunjukkan, pencari kerja di Indonesia belum memiliki pengalaman, keterampilan dan tingkat pendidikan yang cukup. Keterampilan mencakup teknis dan non teknis.

Sebanyak 50 persen perusahaan menyebut keterampilan teknis (hard skill) pelamar masih pemula atau rendah. Sebanyak 35 persen perusahaan mengatakan keterampilan lunak (soft skill) pelamar belum cukup baik. Mengapa kondisinya demikian?

Pambudi, Direktur SDM Kapal Api menjelaskan lebih jauh tentang soft skill dan hard skill. Menurut Pambudi ada 3 komponen membangun soft skill yaitu attitude (sikap), behaviour (perilaku), character (karakter) disingkat ABC. Sedangkan hard skill juga tiga aspek yaitu competency (kompetensi), degree (tingkat pendidikan) dan experience (pengalaman), disingkat CDE.

Baca Juga:
  • Bumi Tanpa Pohon, Krisis yang Tak Terlihat
  • Investasi Milenial Kini dan Masa Depan
  • TikTok & Konten Viral
  • Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2024, Hanya Legitimasi Kemenangan Petahana

Membangun soft skill tidak cukup diajarkan tapi harus ditularkan. Butuh role model, sosok inspiratif dan budaya yang mendukung. Sikap dimulai dari mindset atau pola pikir yang terbuka, positif dan berkembang. Dosen di perguruan tinggi tidak hanya sebagai pengajar tapi juga inspirator. Kampus juga perlu mengundang pihak eksternal seperti pengusaha, profesional, birokrat, ilmuwan untuk berbagi pengalaman kunci sukses dalam kehidupan.

Bisa juga perusahaan sebagai pengguna lulusan secara aktif mendatangi kampus seperti program Kalla Goes to Campus. Tiap bulan minimal kunjungi dua kampus. Sharing tentang dunia kerja dan pengalaman kehidupan. Membahas tentang persiapan pasca kuliah. Juga berbagi pengalaman kepada mahasiswa tentang dunia nyata dari ilmu yang mereka pelajari. Semoga memberi wawasan dan motivasi kepada mahasiswa.

Membangun soft skill juga melalui aktivitas organisasi. Dorong mahasiswa aktif di UKM, BEM dan Himpunan. Buat kegiatan di mana mereka jadi panitia. Berinteraksi dalam kepanitiaan akan efektif membangun soft skill seperti team work.

Artikel Terkait:
  • Tren Fashion Terbaru 2026
  • Negara Hukum yang Pengadilannya Banyak, tapi Sulit Mencari Keadilan
  • Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet
  • Jurnal Ilmiah Indonesia, Banyak Tapi Bagaikan Buih

Membangun hard skill butuh experience atau pengalaman. Mahasiswa harus mengenali aplikasi ilmunya sejak awal. Caranya undang para professional sebagai dosen tamu. Semester lalu saya mengampu dua mata kuliah. Ada satu mata kuliah hampir 40% terisi oleh para praktisi. Terasa lebih hidup karena cerita praktek nyata di perusahaan. Ujian akhir pun saya buat bukan paper test. Tapi turun ke lapangan dalam kelompok dan presentasi hasil observasi.

Selain itu kampus perlu jadikan perusahaan sebagai laboratorium lapangan. Adakan kunjungan industri, magang saat libur dan KKN Profesi. KKN bukan hanya turun ke desa tapi masuk ke perusahaan. Hal itu menjadi pengalaman ‘kerja’ sebelum lulus kuliah.

Harapannya lulusan perguruan tinggi tidak hanya punya ijazah dengan nilai IPK tinggi. Tapi juga memiliki pengalaman dan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Semoga jumlah lulusan yang banyak bisa memenuhi kebutuhan.

Jangan Lewatkan:
  • Mengapa Cokelat Bisa Naikkan Mood?
  • Urban Farming: Mandiri di Kota
  • Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur
  • Ketika Notifikasi Mengalahkan Literasi
IDC Channel KKN Pengembangan Diri
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBingung Mau Liburan Kemana? Yuk Nikmati Keindahan Wisata Alam Musim Panas di Nikko Jepang
Next Article 4 Ethos, 4 Jusuf

Informasi lainnya

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

23 Juni 2026

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

22 Juni 2026

Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

21 Juni 2026

Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

20 Juni 2026

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

19 Juni 2026

Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?

19 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Makanan Indonesia Memukau Arab Saudi dengan Bakso dan Rendang

Islami Alfi Salamah

Mewaspadai Komunisme

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Bayang Luhut di Tubuh Prabowo

Editorial Udex Mundzir

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Editorial Udex Mundzir

D’MASIV Menuju Panggung Dunia dari Ciledug ke Los Angeles

Happy Ericka
Berita Lainnya
Info Haji
Udex Mundzir5 November 2025

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi