Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bos Telkom Soroti Masa Depan Telekomunikasi Pasca Merger XL-Smartfren

Merger XL Axiata dan Smartfren dinilai membawa persaingan lebih sehat, meski berpotensi memunculkan tantangan baru.
SilvaSilva16 Desember 2024 Ekonomi
Dirut Telkom, Ririek Ardiansyah
Dirut Telkom, Ririek Ardiansyah (.bis)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menilai industri telekomunikasi nasional akan semakin sehat dengan merampingnya jumlah operator seluler menjadi tiga pemain besar. Hal ini disampaikan menyusul semakin dekatnya proses merger antara PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN).

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, menilai langkah konsolidasi ini dapat menciptakan persaingan yang lebih baik dan menguntungkan industri telekomunikasi secara keseluruhan. “Ini kan ada persaingan juga meskipun jumlahnya jadi tiga. Merger semoga baik untuk industri,” ujar Ririek pada Senin (16/12/2024).

Industri telekomunikasi selama ini menghadapi tekanan dari persaingan ketat antar-operator seluler, di mana empat pemain besar—Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Smartfren—terus berlomba menarik pelanggan dengan berbagai promosi. Kondisi ini berdampak pada pendapatan operator yang tumbuh melandai, sementara mereka tetap dituntut untuk berinvestasi dalam pengembangan jaringan dan membayar biaya regulasi yang cukup tinggi.

Baca Juga:
  • Ribuan Ojol Tuntut Turunkan Potongan Aplikasi
  • Tahun 2026, ASN Tak Lagi Terima Uang Saku dan Tunjangan Pulsa
  • Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta
  • Kementerian PKP Siapkan Skema FLPP untuk Rumah Susun

Berdasarkan data, rasio biaya regulator terhadap pendapatan operator telekomunikasi di Indonesia telah menembus 12%, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang berkisar 5%-7%.

Meski demikian, merger ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi persaingan tidak sehat dan praktik oligopoli di industri. Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Mastel, Sigit Puspito Wigati Jarot, menilai pengurangan jumlah operator menjadi tiga harus diawasi dengan cermat. “Untuk menjaga persaingan tetap sehat, Kominfo perlu melibatkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU),” ujar Sigit.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, menyoroti risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai dampak dari merger XL dan Smartfren. “Menkominfo harus memastikan PHK adalah pilihan terakhir dari proses ini. Jika terjadi PHK, maka karyawan harus mendapatkan golden handshake dan perlakuan yang adil,” tegasnya.

Artikel Terkait:
  • Lonjakan Harga Minyak Dunia Jadi Peluang Percepatan EBT
  • BI Targetkan QRIS Bisa Digunakan Jemaah Haji di Arab Saudi
  • The Fed Tahan Suku Bunga, Pasar Global Stabil Meski Investasi Melemah
  • Harga Pertamax Tetap, BBM Lain Naik Tipis di Kalimantan

Heru juga menekankan pentingnya roadmap yang jelas pasca-merger untuk menjaga stabilitas industri dan memperhatikan nasib karyawan. “Nilai konsolidasi merger ini sangat besar, mencapai Rp104 triliun. Jika roadmap perusahaan tidak jelas dan karyawan dirugikan, sebaiknya pemerintah menunda persetujuan merger ini,” ungkapnya.

Merger XL Axiata dan Smartfren diyakini akan memperkuat posisi keduanya di pasar telekomunikasi Indonesia, namun tetap membutuhkan pengawasan agar proses ini tidak mengorbankan konsumen maupun pekerja. Dengan semakin merampingnya jumlah operator, diharapkan industri telekomunikasi bisa lebih efisien dan berkontribusi positif pada perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial
  • Wacana Zakat Biayai Program MBG, DPR: Tetap Utamakan APBN
  • DPR Dukung Pembubaran Satgas Saber Pungli Demi Efisiensi
  • Banggar: Prabowo Tak Bisa Serta Merta Turunkan PPN
Merger Industri Smartfren Telekomunikasi Telkom Xl Axiata
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleOJK Tegaskan Investasi Saham Bukan Judi, Ini Alasannya
Next Article 99,5 Persen Pelanggan PLN Dibebaskan dari PPN Listrik

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Menguji Gelar Pahlawan Soeharto

Editorial Udex Mundzir

Tanda Hari Kiamat, Ini Doa Perlindungan dari Fitnah Dajjal

Islami Alfi Salamah

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Profil Alfi Salamah

Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi

Editorial Udex Mundzir

Jabatan Simbolis atau Ancaman Toleransi?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi