Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

Meksiko Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan 2-0

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 13 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Indonesia Miliki Potensi 59 GW PLTS dari Lahan Bekas Tambang

Studi Global Energy Monitor ungkap peluang pemanfaatan lahan tambang batu bara di Indonesia untuk pengembangan energi surya.
ErickaEricka18 Juni 2025 Lingkungan
Potensi PLTS di lahan bekas tambang Indonesia
Ilustrasi Potensi PLTS di lahan bekas tambang Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Indonesia berpotensi besar dalam pengembangan energi bersih, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dengan estimasi kapasitas hingga 59,45 gigawatt (GW) dari lahan bekas tambang batu bara. Temuan ini diungkapkan dalam laporan terbaru Global Energy Monitor (GEM) berjudul “Bright Side of the Mine: Solar’s Opportunity to Reclaim Coal’s Footprint”.

Laporan GEM mencatat sebanyak 446 tambang batu bara seluas total 5.820 kilometer persegi di dunia yang memiliki potensi untuk konversi menjadi lahan PLTS. Dari angka tersebut, Indonesia memiliki salah satu potensi terbesar dengan luas lahan tambang mencapai 1.190 kilometer persegi, mencakup 26 lokasi yang diperkirakan akan berhenti beroperasi pada 2030.

Manajer Proyek Energy Transition Tracker GEM, Cheng Cheng Wu, mengatakan bahwa peralihan dari tambang batu bara ke energi surya adalah bagian dari transisi energi global yang semakin mendesak. “Penggunaan kembali tambang untuk pengembangan tenaga surya menawarkan peluang langka untuk menyatukan pemulihan lahan, penciptaan lapangan kerja lokal, dan penggunaan energi bersih dalam satu strategi,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Rabu (18/6/2025).

Baca Juga:
  • Rafflesia Hasseltii Bermekaran, Mitos Kelangkaan Buyar
  • Rano Karno: Inovasi Sampah Kunci Agar Jakarta Tak Tenggelam
  • Pj Gubernur DKI dan Dishub Bahas Jam Kerja 2 Sesi untuk Redakan Kemacetan
  • Gubernur Jabar Menangis, Alih Fungsi Lahan di Puncak Bogor Disorot

Daerah dengan potensi terbesar di Indonesia antara lain Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, wilayah yang diperkirakan akan mengalami penghentian aktivitas pertambangan dalam lima tahun mendatang.

Sebagai bagian dari langkah konkret, PT Bukit Asam Tbk telah menyampaikan rencana pembangunan PLTS di tiga lahan bekas tambangnya: 200 MW di Sumatera Barat, 200 MW di Sumatera Selatan, dan 30 MW di Kalimantan Timur.

Pengembangan PLTS di bekas tambang bukan hanya bertujuan memenuhi target Indonesia untuk mencapai netral karbon pada 2060, tetapi juga berdampak ekonomi. GEM memperkirakan langkah ini dapat menciptakan sekitar 259.700 pekerjaan permanen dan 317.500 pekerjaan konstruksi, jumlah yang melampaui tenaga kerja sektor batu bara yang diperkirakan akan berkurang hingga 2035.

Artikel Terkait:
  • Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh
  • Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bali Dimulai Juli 2025
  • Pertamina Perluas Produksi Bioavtur Jelantah di Dua Kilang
  • BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari

Transformasi ini merupakan strategi ganda yang menggabungkan pemulihan lingkungan pascatambang dengan misi penyediaan energi terbarukan dan penciptaan lapangan kerja lokal secara berkelanjutan.

Jangan Lewatkan:
  • Larangan Baru di Bandara Terkenal Eropa Menjadi Sorotan!
  • Kasus Radiasi Cikande Masuk Tahap Penyidikan, PT PMT Dianggap Lalai
  • Kebun Mini Super Kilat di Rumah
  • El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026
Batu bara Global Energy Monitor Netral Karbon 2060 PLTS Bekas Tambang Transisi Energi Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBI Prakirakan Ekonomi Nasional Menguat pada Semester II 2025
Next Article BRIN Kembangkan Robot Lunak untuk Medis dan SAR

Informasi lainnya

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

15 April 2026

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

14 April 2026

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

13 April 2026

Ekoenzim Lawan Limbah Binatu

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Saatnya Gen Z Pimpin Ekonomi Kreatif Digital

Bisnis Ericka

Fakta Sebenernya, Inflasi Pejabat

Editorial Udex Mundzir

Raqsat al-Batriq, Tarian Pinguin yang Bikin Pesta Makin Meriah

Happy Ericka

Hindari Kata Kasar, Bisa Dipenjara 4 Bulan!

Daily Tips Udex Mundzir

Temukan 3 Jam Produktif dalam Seharimu!

Daily Tips Assyifa
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi