Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

Mengapa Korupsi Menjadi Budaya?

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 18 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Indonesia Cetak Rekor Produksi Beras, Teratas di ASEAN

Mentan klaim produksi beras RI tertinggi di kawasan, berkat lonjakan panen dan strategi subsidi pupuk nasional.
ErickaEricka2 Juli 2025 Ekonomi
Beras
Ilustrasi Proses Produksi Beras Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia berhasil mencetak rekor produksi beras tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (2/7/2025), ia memaparkan peningkatan produksi dan penyerapan beras yang signifikan selama semester pertama tahun ini.

Menurut Amran, produksi beras nasional pada periode Januari hingga Agustus 2025 diprediksi mencapai 4,97 juta ton, atau meningkat 14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian ini juga mendapat pengakuan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai yang tertinggi di kawasan ASEAN.

“Produksi ini merupakan capaian tertinggi selama ini. Kemenkeu menyampaikan produksi beras Indonesia terproduktif di ASEAN,” ujar Amran dalam raker tersebut.

Ia juga mengutip prediksi dari Departemen Pertanian Amerika Serikat yang memperkirakan hasil panen Indonesia pada musim tanam 2024–2025 akan mencapai 34,6 juta ton—melewati target nasional 32 juta ton—dan mengungguli Thailand dan Vietnam.

Baca Juga:
  • Menteri P2MI Dorong Warga Manfaatkan 1,7 Juta Lowongan di Luar Negeri
  • BPK Selamatkan Uang Negara Rp 13,66 Triliun pada Semester I 2024
  • Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026
  • DPR Dukung Pembubaran Satgas Saber Pungli Demi Efisiensi

Amran mengklaim keberhasilan ini tak lepas dari dukungan pemerintah, termasuk penggandaan kuota pupuk bersubsidi dan transformasi distribusi pupuk yang lebih tepat sasaran. Selain itu, pemerintah juga menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk memberi kepastian harga bagi petani.

“Semua ini adalah hasil kerja keras, dukungan Komisi IV, dan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberi perhatian besar pada sektor pangan,” tegas Amran.

Ia menambahkan bahwa per 30 Juni 2025, penyerapan beras oleh Bulog telah mencapai 2,6 juta ton, melonjak 428 persen dibanding rata-rata lima tahun terakhir. Volume tersebut, yang sebelumnya hanya dapat dicapai dalam waktu satu tahun, kini terealisasi dalam enam bulan.

Artikel Terkait:
  • Danantara Diapresiasi Haji Isam, Disebut Mesin Ekonomi Baru
  • Kemendes Tegaskan Dana Desa Bisa Dipakai untuk Digitalisasi
  • Diskon 50 Persen Tarif Listrik Berakhir, Biaya Hidup Makin Berat
  • Menkeu Purbaya Siap Cairkan Dana Darurat untuk Bencana Sumatra

Stok awal beras juga meningkat drastis dari 1,7 juta ton menjadi 4,2 juta ton. Dampak keberhasilan ini terlihat pada peningkatan nilai tukar petani (NTP) yang berkontribusi pada pertumbuhan PDB sektor pertanian hingga 10,52 persen, tertinggi dalam sejarah.

Dengan capaian ini, pemerintah berharap bisa terus memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Jangan Lewatkan:
  • Harga Pangan Tekan IHK, Mei 2025 Catat Deflasi 0,37%
  • Pakar Keamanan Siber Ungkap Bahaya Kesalahan Kurs Rupiah di Google
  • Pembayaran QRIS Bebas PPN, Pemerintah Beri Kepastian
  • Jelang Merger dengan FREN, Para Petinggi XL Mundur
Bulog Mentan Amran Pertanian 2025 Produksi Beras Indonesia Swadaya Pangan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenunggu Sosok Baru, Calon Dubes AS Segera Diproses DPR
Next Article Pemerintah Bentuk Tim Kaji Putusan MK soal Pemisahan Pemilu

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Hindari Kata Kasar, Bisa Dipenjara 4 Bulan!

Daily Tips Udex Mundzir

7 Rekomendasi Masakan Sehat untuk Bekal Anak Sekolah

Daily Tips Alfi Salamah

Merince Kogoya dan Batas Ekspresi

Editorial Udex Mundzir

Jaga Kolesterol saat Lebaran dengan Cara Sehat Ini

Daily Tips Ericka

Tips Anti Baper Saat Lihat Pasangan Halal Muda

Daily Tips Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi