Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 5 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PPN 12 Persen Mulai Januari, Prabowo: Saya Mengerti Berat

Kenaikan tarif PPN menjadi 12 persen memicu reaksi publik, Prabowo meminta rakyat bersabar demi stabilitas ekonomi.
AssyifaAssyifa29 Desember 2024 Ekonomi
Presiden Prabowo menegaskan pemerintah tidak bermaksud menyulitkan rakyat terkait kenaikan PPN 12 persen.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menanggapi polemik kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen yang akan diberlakukan mulai 1 Januari 2025. Di tengah gelombang penolakan, ia menegaskan pemerintah tidak berniat mempersulit kehidupan rakyat.

“Saya bertekad untuk memimpin pemerintahan yang bersih dan menjaga kepentingan rakyat Indonesia. Tidak ada niat sedikit pun untuk mempersulit kehidupan rakyat,” ujar Prabowo di Jakarta, Minggu (29/12/2024).

Ia meminta masyarakat bersabar dan memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk bekerja maksimal, terutama karena masa pemerintahannya baru berjalan dua bulan. “Saya mengerti beratnya situasi ini, tetapi saya mohon rakyat Indonesia bersabar sebentar,” tambahnya.

Kenaikan PPN menjadi 12 persen telah menuai kritik dari berbagai pihak, terutama karena dianggap akan berdampak besar pada masyarakat kelas menengah dan bawah. Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital di Celios, menyebut kebijakan ini kurang tepat di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga:
  • Menkeu Purbaya Pertimbangkan Pemangkasan PPN Tahun 2026
  • PPN Indonesia Tertinggi di ASEAN, Kenaikan Gaji Tertinggal dari Malaysia
  • Setop Impor Garam, Produksi Domestik Baru 63% dari Kebutuhan
  • Wakil Ketua DPR: Larangan Pengecer Jual LPG 3 Kg Bukan dari Prabowo

“Pemerintah hanya mencari jalan pintas. Padahal, optimalisasi pajak tambang atau wealth tax bisa jadi alternatif tanpa membebani masyarakat,” jelas Nailul saat ditemui di Jakarta, Kamis (19/12/2024).

Ia mencontohkan bahwa pajak kekayaan sebesar 2 persen saja dapat membiayai program makan bergizi gratis dan pembangunan infrastruktur. Dengan cara ini, pemerintah tidak perlu menaikkan PPN yang dinilai memberatkan.

Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sebelumnya menyatakan bahwa kenaikan PPN adalah bagian dari Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan penerimaan negara untuk mendukung program pembangunan.

Artikel Terkait:
  • DPR Kritik Harga Beras Lokal Naik Saat Pasar Dunia Turun
  • Kebijakan Hapus Piutang UMKM Butuh Aturan Detail untuk Efektivitas
  • Pemerintah Tegaskan Integrasi Tokopedia-TikTok Shop Tak Boleh Rugikan UMKM
  • Harga Plastik Melonjak, DPR Soroti Bank Sampah

Namun, berbagai kelompok masyarakat dan analis ekonomi tetap meminta pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan ini, mengingat daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Polemik kenaikan PPN ini menjadi tantangan besar bagi pemerintahan Prabowo di awal masa jabatannya, sekaligus ujian komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan fiskal dan kesejahteraan rakyat.

Jangan Lewatkan:
  • Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia
  • MK Batalkan Aturan HGU IKN, Investor Mulai Angkat Kaki
  • AS Terancam Default, Janet Yellen-Warren Buffett Bunyikan Alarm Ekonomi!
  • Ekspansi Produk Pelumas Pertamina Lubricants Berkibar di Pasar Australia
Ekonomi Indonesia Kenaikan Pajak PPN 12 % Prabowo Subianto Wealth Tax
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSiswa SMA di Kebumen Patungan untuk Teman
Next Article Penjual Bakso Biayai Pembangunan Jalan Rp1,7 Miliar di Malang

Informasi lainnya

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

1 Oktober 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Menjelajahi Kuil Rubah Fushimi Inari

Travel Alfi Salamah

Komdigi: Permohonan Merger XL-Smartfren Belum Diterima

Techno Assyifa

Pelajaran dari Ju Ji Hoon: Mengenali Penyebab Asam Urat

Daily Tips Assyifa

Untuk Apa Kenaikan UMP 6,5% Itu?

Editorial Udex Mundzir

Hindari 5 Jenis Orang Ini Jika Ingin Sukses dalam Bisnis

Bisnis Assyifa
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi