Langit yang perlahan meredup pada Selasa (3/3/2026) sore bukan sekadar fenomena astronomi, melainkan momentum spiritual yang sarat makna. Gerhana bulan total yang bisa disaksikan di seluruh Indonesia menjadi pengingat akan kebesaran Allah sekaligus ajakan untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadan.
Berdasarkan data Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), gerhana sebagian dimulai pukul 16:50:01 WIB. Fase total berlangsung sejak 18:04:28 WIB dan mencapai puncak pada 18:33:37 WIB. Gerhana total berakhir pukul 19:02:24 WIB, sementara keseluruhan fenomena usai pada 20:17:13 WIB. Dengan durasi yang cukup panjang, umat Islam memiliki kesempatan luas untuk mengisi momen ini dengan amalan sunnah.
Berikut lima amalan utama yang dianjurkan ketika gerhana bulan terjadi:
1. Salat Sunnah Gerhana Bulan
Salat khusuful qamar merupakan amalan yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah). Pelaksanaannya dimulai sejak awal gerhana terlihat hingga berakhir. Bacaan salat ini dianjurkan dikeraskan (jahr) karena dilakukan pada malam hari.
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena kelahirannya. Maka apabila kalian melihat peristiwa itu, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, dirikanlah shalat, dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari).
2. Memperbanyak Doa
Gerhana menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa. Dalam suasana penuh kekhusyukan, hati lebih mudah tersentuh dan fokus kepada Allah, sehingga doa diharapkan lebih dekat pada pengabulan.
3. Memperbanyak Takbir
Mengucapkan “Allahu Akbar” adalah bentuk pengagungan kepada Allah. Takbir menjadi pengingat bahwa segala fenomena alam berada dalam kuasa-Nya dan manusia hanyalah makhluk yang lemah.
4. Memperbanyak Sedekah
Sedekah dianjurkan sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian sosial. Bantuan bisa berupa uang, makanan, pakaian, atau bentuk kebaikan lain yang bermanfaat bagi sesama, terlebih dalam suasana Ramadan.
5. Memperbanyak Amal Kebaikan
Selain empat amalan di atas, umat Islam juga dianjurkan membaca Al-Qur’an, berzikir, bershalawat, dan melakukan berbagai perbuatan baik lainnya. Gerhana hendaknya menjadi momentum memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.
Fenomena gerhana bulan total pada Selasa (3/3/2026) ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan langit yang memukau, tetapi juga menjadi sarana memperkuat iman dan solidaritas sosial. Di balik bayang-bayang bumi yang menutupi bulan, tersimpan pesan agar manusia semakin mendekat kepada Sang Pencipta.
