Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

Lonjakan permintaan ojek online saat jam sibuk membuat penumpang menunggu lama sementara driver menghitung biaya operasional.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati16 Maret 2026 Ekonomi
Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu
Dua orang pengemudi ojek online (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pagi hari di ibu kota sering kali bergerak seperti mesin yang dipacu cepat. Namun bagi sebagian warga, ritme itu justru melambat ketika mereka menunggu ojek online yang tak kunjung menerima pesanan. Situasi ini menggambarkan dilema baru transportasi digital: penumpang berharap cepat dijemput, sementara pengemudi harus berhitung agar tidak merugi di jalan.

Fenomena tersebut dialami Andin, seorang pekerja yang setiap hari menggunakan layanan ojek online untuk mobilitasnya di Jakarta Pusat. Pada Minggu (15/3/2026) pagi di sekitar Stasiun Juanda, ia harus menunggu lebih lama dari biasanya untuk mendapatkan pengemudi. Meski beberapa ikon kendaraan terlihat di peta aplikasi, status pesanannya tetap berada pada tahap pencarian driver selama beberapa menit.

“Iya sekarang kayaknya lagi krisis ojol ya. Kalau jam-jam sibuk susah banget dapet drivernya, biasanya gampang. Kadang sekalinya dapat tapi jauh jadi mau enggak mau tunggu,” ujar Andin.

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dibandingkan beberapa waktu lalu ketika pesanan biasanya diterima pengemudi dalam hitungan satu hingga dua menit. Kini, waktu tunggu bisa jauh lebih lama, terutama pada jam sibuk pagi dan sore ketika permintaan meningkat tajam.

Andin bahkan pernah memilih berjalan kaki dari kantornya menuju Stasiun Juanda setelah lama menunggu tanpa mendapatkan pengemudi. Ia menilai berjalan kaki lebih cepat daripada terus menunggu di aplikasi.

“Pernah jalan kaki pulang kerja karena nyerah nunggu ojol enggak dapat-dapat. Dari pada makin malam jadi akhirnya jalan kaki aja, lumayan 17 menit,” tuturnya.

Selain waktu tunggu yang lebih lama, pengguna juga kerap menghadapi lonjakan tarif saat jam sibuk. Harga perjalanan jarak dekat yang biasanya hanya sekitar Rp7 ribu dapat melonjak hingga Rp16 ribu atau lebih. Jika tetap tidak mendapatkan driver, sebagian penumpang akhirnya memilih alternatif lain seperti berjalan kaki atau menggunakan transportasi lain dengan tarif yang lebih mahal.

Di sisi lain, para pengemudi memiliki pertimbangan tersendiri ketika menerima pesanan. Rudi, seorang driver ojek online yang telah bekerja selama dua tahun, mengaku kini lebih selektif dalam memilih order. Ia harus memperhitungkan jarak penjemputan, kondisi lalu lintas, serta potensi waktu terbuang di jalan.

“Kalau jarak jemput terlalu jauh atau macet parah, kadang dilepas. Karena waktu habis di jalan sebelum dapat penumpang,” tuturnya.

Rudi menjelaskan bahwa kemacetan di beberapa titik kota, terutama pada jam pulang kantor, sering membuat waktu perjalanan menjadi tidak sebanding dengan tarif yang diterima. Dalam kondisi tertentu, pengemudi bahkan harus mempertimbangkan risiko kehilangan peluang order lain jika terlalu lama terjebak di jalan.

“Pernah dapat penumpang jarak dekat tapi macet banget, tapi kalau saya yang cancel, saya jadi susah kan dapet penumpang lagi jadi ya sudah kalau penumpang yang cancel dia yang susah dapet drivernya,” ucapnya.

Fenomena ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara permintaan penumpang yang tinggi dan pertimbangan efisiensi dari sisi pengemudi. Di satu sisi, masyarakat perkotaan semakin bergantung pada layanan transportasi berbasis aplikasi. Di sisi lain, pengemudi harus memastikan bahwa setiap perjalanan tetap memberikan keuntungan setelah memperhitungkan bahan bakar, waktu, dan kondisi lalu lintas.

Kondisi tersebut membuat jam sibuk menjadi momen yang penuh dilema bagi kedua pihak. Penumpang berharap layanan yang cepat dan terjangkau, sementara pengemudi berusaha mencari order yang paling efisien untuk menjaga pendapatan mereka.

Situasi ini menjadi gambaran dinamika transportasi digital di kota besar, di mana teknologi memudahkan mobilitas, tetapi tetap harus berhadapan dengan realitas kemacetan dan biaya operasional di lapangan.

Ekonomi Perkotaan Mobilitas Kota Ojek Online Ojol Jakarta Transportasi Digital
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePesan Gus Baha untuk Perantau yang Gagal Mudik
Next Article Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Informasi lainnya

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026

Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil

12 Maret 2026

Konflik Iran-Israel Uji Ketahanan Ekonomi Indonesia

11 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Jaga Kolesterol saat Lebaran dengan Cara Sehat Ini

Daily Tips Ericka

Tukin Dosen: Antara Janji dan Realita

Editorial Udex Mundzir

Lulusan Gen Z Banyak Dipecat? Kenali Masalah dan Solusinya

Happy Udex Mundzir

PKS dan Strategi Politik yang Memukul Balik

Editorial Udex Mundzir

Mantan Presiden Bikin Gaduh

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi