Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Generasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 31 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman

Alam selalu punya cara cerdas untuk saling terhubung.
Alfi SalamahAlfi Salamah11 April 2026 Saintek
Sikas memancarkan panas menarik kumbang
Sikas memancarkan panas menarik kumbang
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Isyarat kuno muncul dari masa ketika dinosaurus masih berkuasa. Tanaman purba bernama sikas ternyata memiliki strategi unik untuk menarik penyerbuk. Bukan warna cerah atau aroma wangi, melainkan pancaran panas dalam bentuk radiasi inframerah. Cara ini menjadi bukti bahwa komunikasi alam sudah berkembang jauh sebelum manusia memahaminya.

Fenomena ini terungkap dalam studi ilmiah terbaru yang dipublikasikan pada 2026. Para peneliti menemukan bahwa sikas mampu meningkatkan suhu tubuhnya hingga 27 derajat Fahrenheit di atas suhu lingkungan. Kenaikan suhu ini bukan kebetulan. Ini adalah sinyal yang sengaja dipancarkan untuk menarik kumbang kecil sebagai penyerbuk.

“Wawasan ini membuka jendela baru tentang bagaimana tumbuhan dan serangga berevolusi bersama,” ujar Wendy Valencia-Montoya dalam penelitiannya. Ia menjelaskan bahwa panas bukan sekadar efek samping metabolisme, melainkan bentuk komunikasi biologis yang terarah.

Penelitian ini juga menjawab misteri lama. Bagaimana kumbang kecil bisa menemukan tanaman di hutan gelap dan lebat? Jawabannya terletak pada kemampuan sensorik mereka. Kumbang memiliki reseptor khusus yang mampu mendeteksi radiasi inframerah. Dengan kemampuan ini, mereka dapat “melihat” panas, bukan hanya cahaya.

Menariknya, hubungan ini sudah terjadi sejak periode Jura awal, sekitar 200 juta tahun lalu. Saat itu, kumbang telah menjadi penyerbuk utama bagi sikas. Ini terjadi jauh sebelum lebah dan kupu-kupu berevolusi dengan kemampuan melihat warna.

Baca Juga:
  • Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan
  • Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia
  • Bos ChatGPT Puji DeepSeek, Microsoft dan Elon Musk Ragu
  • BRIN Beri Penjelasan Tentang Meteor Jatuh di Cirebon

Eksperimen di Montgomery Botanical Center di Florida menunjukkan pola yang lebih kompleks. Kerucut jantan tanaman memanas lebih dulu, lalu diikuti kerucut betina beberapa jam kemudian. Pola ini menciptakan jalur alami bagi kumbang untuk berpindah dan membantu proses penyerbukan.

“Ini seperti koreografi alam yang sangat presisi,” jelas Nicholas Bellono, ahli biologi dari Harvard University. Ia menambahkan bahwa sistem ini menunjukkan betapa canggihnya interaksi antara tumbuhan dan serangga sejak zaman purba.

Untuk memastikan bahwa kumbang benar-benar merespons inframerah, para ilmuwan menggunakan replika tanaman hasil cetak 3D. Hasilnya konsisten. Kumbang lebih tertarik pada objek yang memancarkan panas dibandingkan yang tidak. Ini membuktikan bahwa radiasi inframerah adalah sinyal utama, bukan sekadar efek tambahan.

Pada tingkat molekuler, kemampuan ini berasal dari gen bernama TRPA1. Gen ini juga ditemukan pada ular dan nyamuk. Artinya, alam menggunakan “alat lama” yang sama untuk fungsi berbeda di berbagai spesies. Ini menjadi bukti efisiensi evolusi yang luar biasa.

Artikel Terkait:
  • Ahli ITB Pastikan Pertamax Bukan Penyebab Kerusakan Mesin
  • Jangan Cium Bayi! Ini Bahaya yang Mengintai Menurut Ahli
  • Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Langit RI
  • Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa inframerah sangat penting bagi serangga nokturnal. Karena aktif di malam hari, kumbang tidak bergantung pada warna. Sebagai gantinya, mereka menggunakan panas sebagai pemandu utama.

Temuan ini mengubah cara pandang ilmuwan tentang penyerbukan. Sebelumnya, panas dianggap hanya berguna untuk perlindungan dari dingin. Kini, panas diakui sebagai sinyal komunikasi yang vital dalam ekosistem.

Dengan lebih dari 400.000 spesies kumbang di dunia, masuk akal jika mereka menjadi pelopor dalam sistem ini. Mereka telah lebih dulu mengembangkan cara navigasi canggih sebelum serangga lain berevolusi.

Jangan Lewatkan:
  • Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?
  • Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus
  • Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager
  • Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

Pada akhirnya, penelitian ini mengingatkan bahwa alam selalu memiliki solusi kreatif. Bahkan dari jutaan tahun lalu, kehidupan sudah menemukan cara untuk saling terhubung dengan efisien dan elegan.

Evolusi Alam Penelitian Ilmiah Penyerbukan Unik Sains Modern Tanaman Purba
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDjibouti dan Politik Geografi
Next Article Relasi Kompleks Yunani dan Persia Kuno

Informasi lainnya

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

3 Mei 2026

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

25 April 2026

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

14 April 2026

Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

12 April 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

11 April 2026

Komdigi Sanksi Google, YouTube Terancam Blokir

10 April 2026
Paling Sering Dibaca

Podcast vs YouTube: Rebutan Atensi Gen Z

Argumen Alfi Salamah

Ujian Jabatan

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

dr. Dara Ayu: Dari Madrasah Aliyah ke Fakultas Kedokteran

Profil Ericka

Federal Oil Gelar Acara Pasca Peluncuran Gresini Racing MotoGP

Bisnis Alfi Salamah

Tren Makanan Sehat di 2024

Food Alfi Salamah
Berita Lainnya
Info Haji
Alfi Salamah1 Juli 2023

Perspektif Ulama Mengenai Waktu Tawaf Ifadah

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Hukum Barang Temuan dalam Islam

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

Relevansi Isu Ijazah Jokowi di Tengah Pengaruhnya yang Masih Kuat

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi