Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 23 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman

Alam selalu punya cara cerdas untuk saling terhubung.
Alfi SalamahAlfi Salamah11 April 2026 Saintek
Sikas memancarkan panas menarik kumbang
Sikas memancarkan panas menarik kumbang
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Isyarat kuno muncul dari masa ketika dinosaurus masih berkuasa. Tanaman purba bernama sikas ternyata memiliki strategi unik untuk menarik penyerbuk. Bukan warna cerah atau aroma wangi, melainkan pancaran panas dalam bentuk radiasi inframerah. Cara ini menjadi bukti bahwa komunikasi alam sudah berkembang jauh sebelum manusia memahaminya.

Fenomena ini terungkap dalam studi ilmiah terbaru yang dipublikasikan pada 2026. Para peneliti menemukan bahwa sikas mampu meningkatkan suhu tubuhnya hingga 27 derajat Fahrenheit di atas suhu lingkungan. Kenaikan suhu ini bukan kebetulan. Ini adalah sinyal yang sengaja dipancarkan untuk menarik kumbang kecil sebagai penyerbuk.

“Wawasan ini membuka jendela baru tentang bagaimana tumbuhan dan serangga berevolusi bersama,” ujar Wendy Valencia-Montoya dalam penelitiannya. Ia menjelaskan bahwa panas bukan sekadar efek samping metabolisme, melainkan bentuk komunikasi biologis yang terarah.

Penelitian ini juga menjawab misteri lama. Bagaimana kumbang kecil bisa menemukan tanaman di hutan gelap dan lebat? Jawabannya terletak pada kemampuan sensorik mereka. Kumbang memiliki reseptor khusus yang mampu mendeteksi radiasi inframerah. Dengan kemampuan ini, mereka dapat “melihat” panas, bukan hanya cahaya.

Menariknya, hubungan ini sudah terjadi sejak periode Jura awal, sekitar 200 juta tahun lalu. Saat itu, kumbang telah menjadi penyerbuk utama bagi sikas. Ini terjadi jauh sebelum lebah dan kupu-kupu berevolusi dengan kemampuan melihat warna.

Baca Juga:
  • DeepSeek vs ChatGPT, Mana yang Lebih Unggul?
  • Catat Waktu Lengkap Gerhana Bulan Total September 2025
  • Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat
  • Era Facebook dan Instagram Telah Berakhir

Eksperimen di Montgomery Botanical Center di Florida menunjukkan pola yang lebih kompleks. Kerucut jantan tanaman memanas lebih dulu, lalu diikuti kerucut betina beberapa jam kemudian. Pola ini menciptakan jalur alami bagi kumbang untuk berpindah dan membantu proses penyerbukan.

“Ini seperti koreografi alam yang sangat presisi,” jelas Nicholas Bellono, ahli biologi dari Harvard University. Ia menambahkan bahwa sistem ini menunjukkan betapa canggihnya interaksi antara tumbuhan dan serangga sejak zaman purba.

Untuk memastikan bahwa kumbang benar-benar merespons inframerah, para ilmuwan menggunakan replika tanaman hasil cetak 3D. Hasilnya konsisten. Kumbang lebih tertarik pada objek yang memancarkan panas dibandingkan yang tidak. Ini membuktikan bahwa radiasi inframerah adalah sinyal utama, bukan sekadar efek tambahan.

Pada tingkat molekuler, kemampuan ini berasal dari gen bernama TRPA1. Gen ini juga ditemukan pada ular dan nyamuk. Artinya, alam menggunakan “alat lama” yang sama untuk fungsi berbeda di berbagai spesies. Ini menjadi bukti efisiensi evolusi yang luar biasa.

Artikel Terkait:
  • AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital
  • Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon
  • Misteri 5 Agustus, Mengapa Hari Ini Lebih Pendek?
  • Belerang Murni di Mars: Temuan Mengejutkan Curiosity

Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa inframerah sangat penting bagi serangga nokturnal. Karena aktif di malam hari, kumbang tidak bergantung pada warna. Sebagai gantinya, mereka menggunakan panas sebagai pemandu utama.

Temuan ini mengubah cara pandang ilmuwan tentang penyerbukan. Sebelumnya, panas dianggap hanya berguna untuk perlindungan dari dingin. Kini, panas diakui sebagai sinyal komunikasi yang vital dalam ekosistem.

Dengan lebih dari 400.000 spesies kumbang di dunia, masuk akal jika mereka menjadi pelopor dalam sistem ini. Mereka telah lebih dulu mengembangkan cara navigasi canggih sebelum serangga lain berevolusi.

Jangan Lewatkan:
  • ChatGPT di WhatsApp Kini Bisa Proses Perintah Gambar dan Suara
  • Pakar AI Peringatkan Bahaya DeepSeek, Dunia Bisa Makin Suram
  • Ilmuwan Temukan Warna “Olo”, Hanya Lima Orang yang Pernah Melihatnya
  • Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global

Pada akhirnya, penelitian ini mengingatkan bahwa alam selalu memiliki solusi kreatif. Bahkan dari jutaan tahun lalu, kehidupan sudah menemukan cara untuk saling terhubung dengan efisien dan elegan.

Evolusi Alam Penelitian Ilmiah Penyerbukan Unik Sains Modern Tanaman Purba
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDjibouti dan Politik Geografi
Next Article Relasi Kompleks Yunani dan Persia Kuno

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Paradoks Pembangunan Desa

Editorial Udex Mundzir

Ledakan Wisata Labuan Bajo

Travel Alfi Salamah

Bukan Lalai, Tapi Sinyal Korupsi

Editorial Udex Mundzir

Modus Baru Penipuan Video Call Gunakan Wajah Baim Wong

Techno Silva

Generasi Emas, Fondasi Kelas Kacau

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi