Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PDIP Ragukan Usulan Solo Jadi Provinsi: Tak Ada Urgensi Nyata

Wacana Solo jadi provinsi sendiri dinilai belum memiliki dasar kuat dan kurang relevan saat ini.
ErickaEricka24 April 2025 Politik
Jalan Slamet Riyadi Solo, Surakarta
Jalan Slamet Riyadi Solo, Surakarta (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Gagasan menjadikan Kota Solo sebagai provinsi mandiri kembali muncul ke permukaan, namun tidak semua pihak menyambut hangat. Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi PDIP, Aria Bima, justru mempertanyakan urgensi dari ide pembentukan Daerah Istimewa Surakarta (DIS) tersebut.

Dalam pernyataannya pada Kamis (24/4/2025) di Kompleks Parlemen, Aria menilai bahwa wacana itu belum relevan di tengah kebutuhan pemerataan pembangunan nasional.

Ia juga menyebut Solo sudah berkembang sebagai kota dagang, pendidikan, dan industri, sehingga tidak memerlukan status istimewa.

“Ya, mulai ada keinginan, tapi saya melihat apakah relevansi untuk saat ini?” ujar Aria kepada wartawan.

Aria juga menyatakan bahwa pihaknya tidak terlalu tertarik membahas wacana tersebut, karena tidak melihat ada kebutuhan yang mendesak.

Baca Juga:
  • Rekam Jejak Anies Tak Bisa Dihapus
  • Bahas RUU TNI, DPR RI Gelar Rapat Tertutup di Hotel Mewah
  • Seno Aji Raih 25.293 Suara Terbanyak Pileg 2024 Se Kukar
  • Debat Pilkada Kaltim Diwarnai Ketegangan antara Hadi Mulyadi dan Moderator

Ia menambahkan, pengajuan status keistimewaan tidak boleh hanya berlandaskan sejarah, tetapi harus melalui kajian akademis dan administratif yang komprehensif.

“Karena pada prinsipnya negara kesatuan ini, kita satu kesatuan wilayah, satu kesatuan ekonomi. Jangan sampai pemberian keistimewaan membuat daerah lain merasa tidak adil,” lanjutnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan keterbukaan terhadap pemekaran provinsi selama tidak mengganggu stabilitas ekonomi.

Namun ia menegaskan bahwa semua usulan harus melalui studi mendalam dan tidak didorong oleh emosi atau kepentingan politik semata.

Artikel Terkait:
  • Ali Minta Benny Belajar Diksi yang Tenang, Tolak Pernyataan Perang Jokowi
  • Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Mundur, DPR: Supaya Lebih Banyak yang Dilantik
  • Caleg PPP ini Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Kutim
  • Istana Belum Pastikan Reshuffle Usai OTT Wamenaker Noel

“Selama tidak mengganggu kestabilan ekonomi, kami terbuka terhadap pemekaran. Tapi semua harus melalui kajian yang matang,” ucap Luthfi pada Selasa (22/4/2025).

Hingga saat ini, usulan Daerah Istimewa Surakarta masih dalam tahap wacana. Belum ada langkah konkret untuk mewujudkannya, dan resistensi politik tampaknya menjadi tantangan utama realisasi ide tersebut.

Dengan berbagai pandangan yang berkembang, arah pembentukan provinsi baru dari Solo masih menjadi tanda tanya besar di tengah peta politik dan administratif Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • Prabowo Tegaskan Kenaikan PPN 12% Hanya untuk Barang Mewah
  • Cecep–Asep Unggul di PSU Pilkada Tasikmalaya
  • MPR Soroti Bencana Sumatera sebagai Sinyal Kuat Krisis Iklim Nasional
  • Wamenag Alihkan Pengawalan Transisi Haji ke Sekjen

Aria Bima Daerah Istimewa Surakarta Pemekaran Wilayah Politik PDIP Solo Provinsi Baru
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJurnalisme di Bawah Bayang Algoritma
Next Article Kartanegara Coffee Event Angkat Potensi Kopi Lokal Kukar

Informasi lainnya

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

12 Mei 2026

Presma UINSI Kritik Renovasi Rujab Rp25 Miliar

12 April 2026

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

20 Maret 2026

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026

Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Rentan Bungkam Kritik

4 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

Editorial Udex Mundzir

Hukum Membaca Surah Pendek dalam Shalat Khafifatain

Islami Ericka

Suharno Maknai Kemerdekaan Indonesia ke-78 dengan Syukur dan Semangat Perjuangan

Argumen Alwi Ahmad

Revisi Dam: Ibadah atau Administrasi?

Editorial Udex Mundzir

Rekomendasi Menu untuk Mengelola Daging Qurban

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi