Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Garam Kusamba Bali, Warisan Leluhur yang Mendunia

Larung Cai Cirebon, Warisan Budaya Penuh Makna

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 7 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Roy Suryo dan Rismon Sianipar Jadi Tersangka Kasus Ijazah Jokowi

Kasus tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo kini memasuki babak baru setelah polisi menetapkan delapan orang tersangka.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati7 November 2025 Hukum
Roy Suryo dan Rismon Sianipar Jadi Tersangka Kasus Ijazah Jokowi
Konferensi pers Polda Metro Jaya soal kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Setelah melalui penyelidikan panjang dan gelar perkara yang melibatkan berbagai ahli, Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pada Jumat (7/11/2025). Di antara nama-nama tersebut terdapat tokoh publik Roy Suryo Notodiprojo dan Rismon Sianipar, yang selama ini kerap menyoroti isu tersebut di media sosial.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan melalui proses asistensi dan gelar perkara yang melibatkan pengawas internal maupun eksternal, serta berbagai ahli.

“Kami melibatkan ahli pidana, ahli ITE, ahli sosiologi hukum, dan ahli bahasa. Semua dimintai keterangan untuk memastikan objektivitas penyidikan,” ujar Asep dalam konferensi pers di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Delapan tersangka tersebut terdiri atas Eggi Sudjana, Kurnia Tri Royani, M Rizal Fadillah, Rustam Effendi, Damai Hari Lubis, Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma. Mereka dibagi ke dalam dua klaster berdasarkan peran dan tingkat keterlibatan.

Baca Juga:
  • Hasto Kristiyanto Rampung Diperiksa, Siap Bertarung di Praperadilan
  • Tom Lembong Sebut Ada Kejanggalan dalam Kasus Impor Gula
  • OJK Luncurkan Asuransi Emas, Lindungi Logam Mulia dan Dorong Ekonomi
  • Mahmud Marhaba: Penetapan Tersangka Wartawan Babel Langgar UU Pers

Klaster pertama dijerat dengan Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik, serta pasal-pasal dalam UU ITE terkait penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian. Sementara itu, klaster kedua dikenakan tambahan pasal 35 jo Pasal 51 Ayat (1) UU ITE mengenai manipulasi data elektronik.

Sebelumnya, kasus ini mulai ramai pada pertengahan 2024 ketika sejumlah pihak menuduh bahwa ijazah Jokowi dari Universitas Gadjah Mada tidak asli. Polda Metro Jaya kemudian menerima enam laporan polisi, termasuk laporan langsung dari pihak Presiden. Dalam laporan tersebut, Jokowi menyerahkan berbagai barang bukti, mulai dari flashdisk berisi 24 tautan video YouTube, tangkapan layar media sosial, hingga fotokopi ijazah dan legalisirnya.

“Dari enam laporan, tiga telah kami temukan unsur pidananya sehingga dinaikkan ke tahap penyidikan, sementara dua laporan lainnya sudah dicabut oleh pelapor,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary.

Artikel Terkait:
  • KPK Cetak Quattrick di Riau, Empat Gubernur Tersandung Korupsi
  • KPK Cegah Hasto Kristiyanto Bepergian ke Luar Negeri
  • 212 Merek Beras Premium Tak Sesuai Aturan, Terancam Dihukum
  • 375 Ribu Narapidana Dapat Remisi HUT ke-80 RI

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan sejumlah tokoh nasional dan aktivis hukum. Penggunaan media sosial sebagai medium utama penyebaran tudingan membuat penyidik menaruh fokus besar pada bukti digital. Banyak pihak menilai, proses hukum ini menjadi ujian bagi penegakan undang-undang di era informasi yang serba terbuka.

“Kritik boleh, tapi tidak boleh berubah menjadi fitnah yang merusak nama baik,” ujar Dr. Nia Prabandari, pakar hukum komunikasi dari Universitas Indonesia.

Dengan penetapan delapan tersangka ini, polisi menegaskan bahwa penyidikan masih berlanjut untuk mengumpulkan bukti tambahan. Proses hukum selanjutnya akan menentukan apakah kasus ini akan segera dilimpahkan ke kejaksaan atau masih perlu pendalaman lanjutan.

Jangan Lewatkan:
  • MK Tolak Gugatan Frasa ‘Penilaian Sendiri’ Polisi dalam UU Polri
  • Rekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi
  • Pakar Hukum Sebut PP 24/2025 Tak Sejalan dengan UU Perlindungan Saksi
  • KPK Ungkap Pemkab Pernah Akali Survei Integritas Nasional
Ijazah Jokowi Kasus Hukum Polda Metro Jaya Roy Suryo UU ITE
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMKD Hukum Sahroni, Nafa, dan Eko Patrio, Dua Lolos
Next Article APBD Kutim Turun Drastis, Pemkab Upayakan TPP ASN Tetap Aman

Informasi lainnya

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

2 November 2026

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

31 Oktober 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

27 Oktober 2026

Rekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi

26 Agustus 2026

Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

24 Agustus 2026

Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di 9 Polda

23 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Federal Oil Gelar Acara Pasca Peluncuran Gresini Racing MotoGP

Bisnis Alfi Salamah

Liburan Seru Cuma Rp1 Juta?

Travel Alfi Salamah

XL dan Smartfren Merger: Strategi Besar Telekomunikasi

Bisnis Assyifa

Gunung Andong, Primadona Pendaki Pemula

Travel Alfi Salamah

Lindungi Uangmu, Cerdas Finansial dengan PeKA

Daily Tips Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi