Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jutaan Kelas Menengah Indonesia Turun Kasta

Penurunan kelas menengah memberikan dampak besar pada perekonomian nasional dan daya beli masyarakat.
AssyifaAssyifa14 Desember 2024 Ekonomi
Penurunan kelas menengah Indonesia
Jutaan anggota kelas menengah Indonesia mengalami penurunan status sosial.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Jumlah kelas menengah di Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), jumlahnya turun dari 57,33 juta orang pada 2019 menjadi 48,27 juta orang pada 2023, atau turun sekitar 18,8 persen. Penurunan sebesar 9,06 juta jiwa ini mencerminkan tantangan besar bagi perekonomian Indonesia.

Penurunan jumlah kelas menengah ini juga berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat. Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN, Zamroni Salim, menyebut bahwa terbatasnya lapangan pekerjaan menjadi salah satu penyebab utama.

“Penurunan kelas menengah berkaitan dengan terbatasnya lapangan pekerjaan, yang kemudian memengaruhi pertumbuhan produksi,” ujarnya pada Sabtu (14/12/2024) sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia.

Standar kemiskinan Indonesia juga menjadi perhatian. Bank Dunia menetapkan garis kemiskinan pada pengeluaran Rp877.629 per bulan, sementara Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan angka lebih rendah, yakni di bawah Rp600 ribu. Perbedaan ini mengindikasikan tantangan dalam pengelompokan sosial dan politis masyarakat.

Baca Juga:
  • Transaksi QRIS UMKM di Malang Tembus Rp 5 Triliun
  • IHSG dan Rupiah Terus Melemah Usai Sri Mulyani Lengser
  • Diberi Waktu Sebulan, Pengecer LPG 3 Kg Bisa Beralih Jadi Pangkalan
  • AHY Upayakan Penurunan Harga Tiket Pesawat Saat Lebaran 2025

Selain itu, kelompok masyarakat rentan miskin meningkat dari 54,97 juta orang atau 20,56 persen pada 2019, menjadi 67,69 juta orang atau 24,23 persen pada 2024. Hal ini menunjukkan banyak golongan kelas menengah yang jatuh ke kelompok rentan miskin.

Menurut Andrinof Chaniago, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), penurunan kelas menengah ini tidak sepenuhnya dipicu pelemahan ekonomi, melainkan buruknya distribusi ekonomi. Andrinof menyebut sektor-sektor dengan profit tinggi seperti pertambangan tidak memberikan dampak ekonomi yang inklusif.

“Distribusinya buruk. Sektor seperti tambang hanya dikuasai oleh sedikit pihak, sementara jumlah pekerjanya pun terbatas,” jelas Andrinof.

Ia menambahkan bahwa sektor yang mampu menggerakkan ekonomi inklusif, seperti manufaktur, menghadapi tantangan besar. Biaya produksi tinggi dan pasar terbuka untuk produk luar negeri menjadi penghambat utama. Akibatnya, banyak pelaku usaha akhirnya memilih sektor ekstraktif seperti kelapa sawit, batu bara, dan nikel yang menawarkan margin tinggi.

Artikel Terkait:
  • Bahlil Sebut Legalitas Hanya untuk Sumur Minyak Rakyat yang Sudah Jalan
  • UMP 2025 Resmi: Jakarta Tertinggi, Jateng Terendah
  • Bapanas Dorong Penggunaan Bibit Padi Unggul untuk Swasembada Pangan
  • BEI Bahas Tiga Opsi Perpanjangan Jam Perdagangan Saham

“Dengan risiko rendah dan margin tinggi, sektor ekstraktif menjadi pilihan utama dibandingkan industri manufaktur,” tuturnya.

Penurunan kelas menengah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah perlu memperbaiki distribusi ekonomi, meningkatkan investasi pada sektor inklusif, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja agar kelompok ini dapat kembali tumbuh.

Jangan Lewatkan:
  • Ekspansi Produk Pelumas Pertamina Lubricants Berkibar di Pasar Australia
  • Coretax Gangguan, Wamenkeu Akui Tak Tahu Kapan Selesai Diperbaiki
  • Permen Baru Batasi Gratis Ongkir Tiga Hari Sebulan untuk Kurir
  • Daftar 10 Terkaya Pejabat RI: Menteri dan Bupati Termasuk
BRIN Distribusi Ekonomi Ekonomi Indonesia Kelas Menengah Lapangan Kerja
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article10 Juta Keluarga Indonesia Tak Punya Rumah, Backlog Meningkat
Next Article Singapura Kalahkan Timor Leste 3-0 di ASEAN Cup 2024

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

6 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Pahlawan yang Dipenjara

Editorial Udex Mundzir

Liburan Hemat ke Jepang untuk Pemula

Travel Alfi Salamah

Strategi Penggunaan WhatsApp Channel untuk Membangun Personal Branding

Techno Udex Mundzir

Saat Bahasa Membentuk Hirarki: Ucapan ‘Mohon Izin’ dan ‘Siap’

Daily Tips Alfi Salamah

Cara Mengetahui Sifat Asli Manusia

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi