Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pakar AI Peringatkan Bahaya DeepSeek, Dunia Bisa Makin Suram

Perkembangan pesat kecerdasan buatan meningkatkan risiko penyalahgunaan teknologi di tengah persaingan global.
AssyifaAssyifa1 Februari 2025 Saintek
Risiko Keamanan AI DeepSeek
Risiko Keamanan AI DeepSeek (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Persaingan ketat di dunia kecerdasan buatan (AI) memunculkan kekhawatiran baru terkait keamanan dan etika penggunaannya. Yoshua Bengio, salah satu pionir AI yang dikenal sebagai Godfather AI, mengingatkan bahwa perkembangan pesat AI, terutama dengan kehadiran DeepSeek dari Tiongkok, dapat memperburuk situasi global jika tidak diawasi dengan ketat.

Dalam wawancara dengan The Guardian pada Jumat (31/1/2025), Bengio menyoroti bahwa persaingan agresif antara perusahaan teknologi di Amerika Serikat dan Tiongkok berisiko besar mengabaikan aspek keamanan. Ia menyebut bahwa saat satu pihak memiliki keunggulan yang signifikan, mereka masih bisa lebih berhati-hati dalam pengembangan teknologi. Namun, jika persaingan terlalu ketat, banyak perusahaan akan terpaksa mempercepat inovasi tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya.

“Dalam kondisi seperti ini, perusahaan-perusahaan besar mungkin mengesampingkan aspek keselamatan demi melampaui pesaing mereka,” ujar Bengio.

Bengio juga menyoroti kehadiran DeepSeek, startup AI asal Tiongkok, yang dalam waktu singkat berhasil menyaingi model AI buatan Barat. Menurutnya, perkembangan ini bisa menjadi pemicu bagi perusahaan AS untuk menurunkan standar keamanan demi mengejar ketertinggalan.

Pada KTT Keamanan AI 2023 di Bletchley Park, Inggris, Bengio bersama 96 pakar lainnya merilis laporan internasional pertama tentang keamanan AI. Laporan tersebut mengidentifikasi sejumlah ancaman yang ditimbulkan oleh AI, termasuk potensinya dalam serangan siber, pengembangan senjata biologis, hingga penyebaran disinformasi secara masif.

Baca Juga:
  • Chatbot Jadi Sahabat, Kesepian Bisa Hilang?
  • Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia
  • Misteri 5 Agustus, Mengapa Hari Ini Lebih Pendek?
  • Ahli ITB Pastikan Pertamax Bukan Penyebab Kerusakan Mesin

Menurut laporan itu, AI kini mampu menghasilkan instruksi rinci untuk menciptakan ancaman biologis yang lebih canggih dibandingkan kemampuan manusia biasa. Bahkan, sistem AI tingkat lanjut dapat membantu merancang strategi perang siber dan manipulasi informasi dalam skala besar.

Laporan ini juga menyoroti bahwa AI semakin dimanfaatkan dalam bidang militer dan politik global. Beberapa negara telah mulai mengembangkan sistem pertahanan berbasis AI, sementara kelompok tertentu menggunakan teknologi ini untuk propaganda dan penyebaran berita palsu.

Meski demikian, laporan ini juga menekankan manfaat besar AI dalam dunia medis, sains, dan ekonomi. AI telah terbukti mempercepat penemuan obat, mengoptimalkan rantai pasok global, serta membantu berbagai industri dalam meningkatkan efisiensi produksi.

Bengio menekankan bahwa tanpa regulasi ketat, AI bisa berkembang menjadi ancaman serius bagi kemanusiaan. Ia mendorong adanya kerja sama global untuk memastikan AI berkembang dengan aman dan bertanggung jawab.

Artikel Terkait:
  • BYD Siap Luncurkan Baterai Blade Generasi Baru pada 2025
  • Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman
  • Jangan Cium Bayi! Ini Bahaya yang Mengintai Menurut Ahli
  • RI Krisis Talenta Digital, Masih Defisit 4 Juta

“Kita perlu memastikan bahwa AI dikembangkan dengan tanggung jawab dan tidak menjadi ancaman bagi umat manusia,” tambahnya.

Sejumlah negara telah mulai merancang kebijakan terkait pengawasan AI. Uni Eropa, misalnya, telah mengesahkan Undang-Undang AI yang mengatur penggunaan teknologi ini dalam berbagai sektor. Sementara itu, Amerika Serikat dan Tiongkok masih terus memperdebatkan batasan etika yang harus diterapkan dalam pengembangan AI mereka.

Di tengah kekhawatiran ini, KTT global berikutnya tentang keamanan AI dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang di Paris. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih ketat untuk mengatur perkembangan AI agar tetap berada dalam batas etika dan keamanan.

Jangan Lewatkan:
  • Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat
  • Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon
  • Puncak Gerhana Bulan Total Terlihat 8 September 01.11 WIB
  • Google Tolak Aturan Blokir Akun Anak di Indonesia

Namun, hingga kini, belum ada tanda-tanda bahwa industri AI akan memperlambat laju inovasinya. Persaingan tetap berlangsung sengit, dengan perusahaan-perusahaan raksasa berlomba-lomba menciptakan model AI yang lebih canggih.

DeepSeek Keamanan Siber Teknologi AI Yoshua Bengio
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePakar Keamanan Siber Ungkap Bahaya Kesalahan Kurs Rupiah di Google
Next Article Pramono Anung akan Rombak Gapura Batas Wilayah di Jakarta

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Menjadi Bintang

Islami Syamril Al-Bugisyi

Menulis dari Negara yang Terlambat Sadar

Perspektif Udex Mundzir

Puncak Haji Tiba: Irjen Kemenag Minta Petugas Bersiap

Islami Alfi Salamah

Ubox: Solusi Sewa Powerbank Praktis di Bandara

Techno Silva

Rasa Malu Perempuan: Mahkota Kehormatan dan Kemuliaan

Islami Lina Marlina
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi