Jakarta – Tunjangan Hari Raya (THR) kerap datang seperti “bonus kebahagiaan” menjelang Lebaran. Namun di balik kegembiraan itu, banyak orang justru menghadapi kenyataan pahit: uang THR yang baru diterima bisa habis dalam waktu singkat karena belanja impulsif dan pengeluaran yang tidak terencana.
Setiap menjelang Idul Fitri, THR menjadi tambahan pemasukan yang sangat dinantikan oleh para pekerja. Dana ini biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membeli pakaian baru, biaya perjalanan mudik, hingga berbagi kepada keluarga. Tanpa perencanaan yang jelas, pengeluaran tersebut sering kali melampaui kemampuan keuangan sehingga dana THR cepat terkuras.
Agar tidak habis begitu saja, perencanaan anggaran menjadi langkah penting setelah THR diterima. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah membagi dana ke beberapa pos kebutuhan. Misalnya sekitar 10 persen untuk zakat dan sedekah, 20 persen untuk tabungan atau investasi, 30 persen untuk angpao keluarga, serta 40 persen untuk kebutuhan pribadi selama Lebaran seperti mudik dan belanja.
“THR sering dianggap sebagai uang tambahan yang bebas dipakai. Padahal jika tidak diatur dengan baik, pengeluarannya bisa lebih besar dari rencana,” ujar seorang perencana keuangan dalam diskusi literasi finansial di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa tradisi memberi angpao kepada keluarga saat Lebaran sering menjadi salah satu penyebab pengeluaran membengkak. Karena itu, masyarakat disarankan membuat daftar penerima angpao beserta nominal yang sesuai dengan kemampuan finansial agar pengeluaran tetap terkendali.
Selain membuat daftar angpao, penting juga untuk menyusun anggaran pengeluaran secara sederhana. Estimasi biaya mudik, kebutuhan bahan makanan untuk Lebaran, hingga pengeluaran hiburan keluarga perlu dihitung sejak awal agar penggunaan THR tidak melampaui batas yang telah ditentukan.
Di sisi lain, sebagian dana THR sebaiknya disisihkan untuk dana darurat. Dana ini dapat digunakan jika terjadi kebutuhan mendesak setelah masa libur Lebaran berakhir. Dengan memiliki dana cadangan, seseorang tidak perlu bergantung pada pinjaman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Para pakar keuangan juga menyarankan agar sebagian THR dimanfaatkan untuk investasi masa depan. Instrumen seperti reksa dana, emas, saham, maupun deposito dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin membuat uang THR lebih produktif dan memberikan manfaat jangka panjang.
Bagi masyarakat yang masih memiliki utang, THR juga dapat digunakan untuk melunasi atau mencicil kewajiban tersebut. Dengan mengurangi beban utang, kondisi keuangan setelah Lebaran akan lebih stabil dan sehat.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk menghindari godaan diskon besar-besaran yang biasanya marak di pusat perbelanjaan menjelang hari raya. Banyak orang tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan hanya karena promosi menarik.
Dengan pengelolaan yang bijak dan perencanaan yang matang, THR tidak hanya menjadi dana untuk merayakan Lebaran, tetapi juga dapat membantu memperkuat kondisi keuangan keluarga dalam jangka panjang.
