Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Biru Fund dan Masa Depan Tambak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 12 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

Dorongan penggunaan rupiah dalam perdagangan internasional membuka peluang baru bagi kemandirian ekonomi Indonesia.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati11 April 2026 Ekonomi
Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?
Ilustrasi Dolar (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – “Melepas bayang-bayang dolar bukan lagi sekadar wacana, melainkan jalan yang mulai dirintis.” Di tengah dinamika ekonomi global, pemerintah Indonesia mendorong transformasi sistem transaksi internasional dengan memperluas penggunaan mata uang lokal, termasuk rupiah, dalam perdagangan lintas negara.

Langkah ini diwujudkan melalui penguatan skema Local Currency Transaction (LCT), yang memungkinkan penyelesaian transaksi bilateral tanpa harus bergantung pada dolar Amerika Serikat. Kebijakan tersebut didorong oleh pemerintah bersama Bank Indonesia, dengan sasaran utama meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus mengurangi dampak volatilitas nilai tukar.

Sabtu (11/04/2026), Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menegaskan pentingnya peran BUMN dalam memperluas implementasi LCT.

“Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia telah bersama-sama memajukan kerangka LCT untuk mendiversifikasi pembayaran bilateral, meningkatkan efisiensi pasar, memperdalam pasar keuangan, dan pada akhirnya mengurangi volatilitas nilai tukar sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi,” ujar Ferry.

Baca Juga:
  • Wamentan Targetkan 2 Juta Sapi Tekan Impor Daging dan Susu
  • Jelang Merger dengan FREN, Para Petinggi XL Mundur
  • Diskon 70% untuk 6 Bahan Pokok Selama Nataru
  • Bapanas Dorong Penggunaan Bibit Padi Unggul untuk Swasembada Pangan

Namun, realisasi di lapangan menunjukkan partisipasi BUMN masih relatif terbatas, berkisar antara 10 hingga 19 persen dari total transaksi LCT. Padahal, sektor-sektor strategis seperti energi, manufaktur, dan jasa memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak penggunaan rupiah dalam transaksi global.

Sejak diperkenalkan dan diperluas pada tahun 2025, LCT telah diterapkan bersama enam negara mitra utama, yakni Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Kerja sama ini menjadi pijakan penting dalam membangun ekosistem transaksi lintas batas berbasis mata uang lokal.

Perkembangan terbaru menunjukkan tren yang menjanjikan. Pada periode Januari hingga Februari 2026, nilai transaksi LCT mencapai sekitar 8,45 miliar dolar AS, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,21 miliar dolar AS. Selain itu, jumlah pengguna juga mengalami lonjakan signifikan, dengan lebih dari 14 ribu pengguna tercatat pada Februari 2026.

“Pertumbuhan ini juga didukung peningkatan jumlah pengguna yang mencapai 14.621 pada Februari 2026, dengan rata-rata 16.030 pengguna per bulan, jauh di atas rata-rata bulanan tahun 2025 sebesar 9.720 pengguna,” kata Ferry.

Artikel Terkait:
  • Pertamina Tambah 7,38 Juta Tabung LPG Jelang Tahun Baru Hijriah
  • 100 Negara Buka 1,7 Juta Lowongan Kerja untuk WNI
  • Bapanas Catat Kenaikan Harga Telur dan Cabai, Beras dan Minyak Turun
  • VISTA Research Center Resmi Terdaftar BRIN

Untuk mempercepat adopsi, pemerintah telah membentuk Gugus Tugas Nasional LCT yang melibatkan 10 kementerian dan lembaga. Tim ini bertugas memperkuat koordinasi kebijakan, khususnya dalam kegiatan ekspor dan impor, serta menghadirkan insentif guna menekan biaya transaksi bagi pelaku usaha.

Di tengah pergeseran ekonomi global menuju sistem multipolar, penggunaan mata uang lokal dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Selain memperkuat stabilitas ekonomi domestik, kebijakan ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih besar dalam sistem keuangan internasional.

Pada akhirnya, transaksi global tanpa dolar mungkin belum sepenuhnya menjadi kenyataan dalam waktu dekat. Namun, dengan tren yang terus menguat dan dukungan kebijakan yang konsisten, langkah tersebut bukan lagi sekadar mimpi, melainkan keniscayaan yang tengah dibangun secara bertahap.

Jangan Lewatkan:
  • 10 Juta Keluarga Indonesia Tak Punya Rumah, Backlog Meningkat
  • Kekhawatiran Sri Mulyani Terhadap Tindakan Bank Dunia
  • Airlangga dan Luhut Berbeda Sikap Soal Kenaikan PPN 12%
  • Batalnya Diskon Listrik, DPR Nilai Pemerintah Beri Harapan Palsu
BUMN Dolar Ekonomi Global LCT Rupiah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Informasi lainnya

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Kopi Tertekan

11 April 2026

Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026

1 April 2026

Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Tetap Stabil

1 April 2026

WFH ASN Dimulai April, Swasta Turut Diimbau Ikut

31 Maret 2026

Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan Saat Lebaran

20 Maret 2026

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Ijazah Pejabat Harus Diverifikasi Ulang

Editorial Udex Mundzir

Keutamaan Shalat Berjamaah 40 Hari Berturut-Turut

Islami Ericka

Riset Murah, Mimpi Besar

Editorial Udex Mundzir

Vonis Sepotong, Keadilan Cacat

Editorial Udex Mundzir

Adab Bertemu Guru dalam Islam

Islami Assyifa
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi