Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cak Sholeh Wafat, Tinggalkan Jejak Advokasi Warga

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Hapus Pembebasan PPN, Ini kata Bu Sri Mulyani!

Bank Dunia mencatat, sepertiga dari potensi penerimaan PPN, atau sebesar 0,7% dari produk domestik bruto (PDB) di Indonesia hilang melalui struktur pembebasan PPN saat ini.
Dexpert CorpDexpert Corp9 Mei 2023 Ekonomi
menkeu sri mulyani indrawati
Menkeu Sri Mulyani (Dok. Kemenkeu RI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Bank Dunia atau World Bank menyarankan pemerintah Indonesia untuk menghapus kebijakan pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) agar dapat meningkatkan penerimaan pemerintah.

Menurut mereka, cara yang efektif untuk meningkatkan penerimaan PPN adalah dengan menghapus pengecualian dan tarif pilihan atas pajak untuk berbagai barang dan jasa.

Bank Dunia mencatat, sepertiga dari potensi penerimaan PPN, atau sebesar 0,7% dari produk domestik bruto (PDB) di Indonesia hilang melalui struktur pembebasan PPN saat ini.

Padahal, hal ini mereka anggap cukup untuk mendanai seluruh anggaran bantuan sosial yang diperluas pada 2019.

Baca Juga:
  • ‘No Buy Challenge 2025’: Gerakan Minimalisme di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
  • Daya Saing Indonesia Merosot 13 Peringkat, Efisiensi Pemerintah Jadi Sorotan
  • Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil
  • Tupperware Tutup Operasi di Indonesia Setelah 33 Tahun

Merespons hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sebetulnya ia sepakat saja untuk menghapus pembebasan PPN. Namun banyak risiko politiknya bagi pemerintah maupun masyarakat.

“Dalam hal ini Bank Dunia berusaha mendorong saya untuk mengambil risiko politik ini, yaitu PPN sembako, pendidikan,” kata Sri Mulyani dalam acara World Bank’s Indonesia Poverty Assessment di The Energy Building, SCBD, Jakarta, Selasa (9/5/2023).

Ia mengakui, khusus untuk PPN pendidikan memang harus ada pengecualian lainnya, terutama untuk sekolah papan atas atau sekolah-sekolah elit, tentu pemberlakuan pajaknya berbeda dengan sekolah umum.

“Jadi pendidikan adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh karena itu harus dikecualikan PPN nya seperti pendidikan, sembako, ini sensitif. Pendidikan ada sekolah papan atas dan rendah oleh karena itu perlakuan ini harus dibedakan,” tegas Sri Mulyani.

Artikel Terkait:
  • Pengenaan Pajak Ekspor Komoditas Nikel Masih Dibahas
  • Menko Airlangga Optimistis, Tapi 12 Ribu Buruh Sritex Kena PHK
  • Dato Sri Tahir: Purbaya Sosok Tepat Atasi Tantangan Ekonomi Nasional
  • Konflik Timur Tengah Mereda, IHSG Naik ke 6.900

Oleh sebab itu, Sri Mulyani dalam hal pengenaan pajak di tanah air harus dilihat sesuai kebutuhan masyarakat, tanpa harus menyamaratakan seluruhnya. Melalui mekanisme ini, ruas fiskal kata dia masih bisa untuk memberikan perlindungan sosial ke masyarakat.

“Saya setuju dengan rekomendasi bank dunia tapi kita harus mempertimbangkan. Anda bisa memiliki rancangan ekonomi terbaik tapi kalau tidak didukung politik hanya menjadi laporan saja,” tuturnya.

“Laporan itu menyebutkan harus menciptakan ruang fiskal, yang paling penting bagi saya menciptakan ruang politik,” ujar Sri Mulyani.

Jangan Lewatkan:
  • 99,5 Persen Pelanggan PLN Dibebaskan dari PPN Listrik
  • Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap
  • Indonesia Tawarkan Telur Sebagai Alat Negosiasi Tarif AS
  • Defisit APBN Berpotensi Bengkak Akibat Program MBG

Bank Dunia Pajak PPN Sri Mulyani
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWorld Bank Beri Solusi untuk Capai Kemakmuran Ekonomi di Indonesia
Next Article Pertamina dan Petronas Merger untuk Akuisisi Saham Shell di Blok Masela

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Hukum Promosi ‘Beli Tiga Dapat Empat’ dalam Islam

Islami Assyifa

Sarwo Edhie Wibowo, Prajurit dalam Badai Sejarah

Profil Alfi Salamah

Tren Fashion Terbaru 2026

Perspektif Alfi Salamah

UI Mesin Gelar Doktor Pejabat

Perspektif Assyifa

Marsinah: Suara Buruh yang Terdiam Tragis

Profil Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Manfaat Sehat Biji Selasih untuk Tubuh dan Kulit

PP Khalifa Matangkan Adaptasi SK Kwarnas Terbaru Menjelang Mugus

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi