Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 6 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Aksi Boikot Produk Israel Kian Menggema

Secara global, merek seperti McDonald's, Pizza Hut, KFC, dan Starbucks mendapat tekanan signifikan.
Alfi SalamahAlfi Salamah23 November 2024 Ekonomi 5K Views
Boikot produk Israel di Indonesia
Mahasiswa dari berbagai dari daerah serukan lanjutan boikot produk yang terafiliasi dengan Israel (.ant)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Gelombang aksi peduli Palestina kembali menggema. Massa aksi menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, pada Jumat (25/10/2024). Aksi ini memprotes serangan Israel ke Jabalia, Gaza Utara, sekaligus mendesak pemerintah Amerika Serikat menghentikan dukungannya terhadap Israel. Selain itu, seruan boikot terhadap produk-produk terafiliasi dengan Israel turut digaungkan.

Boikot ini tak hanya terdengar di Indonesia. Secara global, merek seperti McDonald’s, Pizza Hut, KFC, dan Starbucks mendapat tekanan signifikan akibat isu tersebut. Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho, menilai fenomena ini berkembang luas.

“Isu boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi mendukung Israel memang sangat masif. Di Indonesia, masyarakat sudah gencar melakukannya,” ujar Andry, Sabtu (23/11/2024).

Baca Juga:
  • Utang Indonesia Membengkak, Bank Dunia Proyeksi Rasio Sentuh 41 Persen
  • BI Prakirakan Ekonomi Nasional Menguat pada Semester II 2025
  • DPR: Coretax Harusnya Permudah Pajak, Bukan Bikin Ribet
  • Turun Tajam! Produksi Industri Jerman Anjlok pada Maret

Menurut Andry, daya beli masyarakat yang menurun turut memperkuat aksi boikot. Kondisi ekonomi membuat konsumen beralih ke produk lokal yang lebih terjangkau. Alternatif produk lokal memberikan peluang besar untuk menggantikan merek-merek internasional yang diboikot.

“Produk substitusi lokal ini biasanya lebih murah, sehingga masyarakat lebih memilihnya,” ungkap Andry.

Fenomena boikot juga menjadi pukulan besar bagi perusahaan multinasional yang terafiliasi dengan Israel. Andry menyebutkan bahwa efek boikot dirasakan di banyak negara lain.

Artikel Terkait:
  • Airlangga Bantah AS Singgung Barang Bajakan Mangga Dua
  • Industri Hotel Tertekan, Okupansi Merosot dan PHK Mengancam
  • Bapanas Tegaskan Beras Medium dan Premium Tak Kena PPN
  • Utang Menggunung, WIKA Rugi Rp1,6 Triliun di Semester I 2025

“Ini bukan hanya isu lokal. Secara global, aksi ini benar-benar memberikan dampak signifikan,” kata dia.

Massa aksi di Jakarta menyerukan masyarakat untuk terus mendukung Palestina melalui aksi nyata, termasuk memboikot produk-produk yang terkait Israel. Kampanye ini mencerminkan solidaritas serta keinginan untuk mendukung perdamaian di Timur Tengah.

Jangan Lewatkan:
  • Mentan Ancam Penjarakan Pengusaha Pemalsu Beras Premium
  • Wacana Zakat Biayai Program MBG, DPR: Tetap Utamakan APBN
  • Belanja Pemerintah Kuartal I Turun, Efisiensi Jadi Sorotan
  • UMP 2026 Segera Diumumkan, Kenaikannya Tak Seperti Harapan
Aksi peduli Palestina Andry Satrio Nugroho Boikot produk Israel Daya beli masyarakat Jabalia Gaza
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePilkada Sampang 2024: Situasi Ketat, Mandat Diunggulkan
Next Article Menag ke Arab Saudi untuk Bahas Operasional Haji 2025

Informasi lainnya

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?

Perspektif Udex Mundzir

Kebebasan Pers yang Dikikis Diam-Diam

Editorial Udex Mundzir

Dinasti Umayyah, Fondasi Kejayaan Islam yang Melintasi Zaman

Islami Alfi Salamah

UI di Puncak Ranking, Tercoreng Predator Tambang

Editorial Udex Mundzir

War Ticket: Ilusi Akses Setara

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi