Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 17 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Aksi Boikot Produk Israel Kian Menggema

Secara global, merek seperti McDonald's, Pizza Hut, KFC, dan Starbucks mendapat tekanan signifikan.
Alfi SalamahAlfi Salamah23 November 2024 Ekonomi 5K Views
Boikot produk Israel di Indonesia
Mahasiswa dari berbagai dari daerah serukan lanjutan boikot produk yang terafiliasi dengan Israel (.ant)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Gelombang aksi peduli Palestina kembali menggema. Massa aksi menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, pada Jumat (25/10/2024). Aksi ini memprotes serangan Israel ke Jabalia, Gaza Utara, sekaligus mendesak pemerintah Amerika Serikat menghentikan dukungannya terhadap Israel. Selain itu, seruan boikot terhadap produk-produk terafiliasi dengan Israel turut digaungkan.

Boikot ini tak hanya terdengar di Indonesia. Secara global, merek seperti McDonald’s, Pizza Hut, KFC, dan Starbucks mendapat tekanan signifikan akibat isu tersebut. Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho, menilai fenomena ini berkembang luas.

“Isu boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi mendukung Israel memang sangat masif. Di Indonesia, masyarakat sudah gencar melakukannya,” ujar Andry, Sabtu (23/11/2024).

Baca Juga:
  • Kekhawatiran Sri Mulyani Terhadap Tindakan Bank Dunia
  • Maxim dan Grab Sepakat Tolak Status Karyawan untuk Pengemudi Ojol
  • Transaksi UMKM Tembus Rp1,1 Triliun per Mei 2025
  • Avanza Kuasai Puncak Penjualan Mobil Indonesia, Brio Tersingkir

Menurut Andry, daya beli masyarakat yang menurun turut memperkuat aksi boikot. Kondisi ekonomi membuat konsumen beralih ke produk lokal yang lebih terjangkau. Alternatif produk lokal memberikan peluang besar untuk menggantikan merek-merek internasional yang diboikot.

“Produk substitusi lokal ini biasanya lebih murah, sehingga masyarakat lebih memilihnya,” ungkap Andry.

Fenomena boikot juga menjadi pukulan besar bagi perusahaan multinasional yang terafiliasi dengan Israel. Andry menyebutkan bahwa efek boikot dirasakan di banyak negara lain.

Artikel Terkait:
  • Lonjakan Transaksi Digital Dorong Sinergi Plink–J Trust Bank
  • Kenaikan PPN 12% di Tahun 2025, Harga BBM Non-Subsidi Berpotensi Naik
  • Airlangga Bantah Uang Lebaran 2025 Merosot Tajam
  • Belajar dari UEA, Prabowo Ingin Besarkan INA

“Ini bukan hanya isu lokal. Secara global, aksi ini benar-benar memberikan dampak signifikan,” kata dia.

Massa aksi di Jakarta menyerukan masyarakat untuk terus mendukung Palestina melalui aksi nyata, termasuk memboikot produk-produk yang terkait Israel. Kampanye ini mencerminkan solidaritas serta keinginan untuk mendukung perdamaian di Timur Tengah.

Jangan Lewatkan:
  • Gelombang Penolakan PPN 12% Merebak di Tengah Sulitnya Ekonomi
  • BNI Salurkan KUR ke Petani Tebu untuk Dukung Swasembada Gula 2028
  • Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial
  • Kemenpar Gandeng Prancis Genjot Kunjungan Wisatawan
Aksi peduli Palestina Andry Satrio Nugroho Boikot produk Israel Daya beli masyarakat Jabalia Gaza
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePilkada Sampang 2024: Situasi Ketat, Mandat Diunggulkan
Next Article Menag ke Arab Saudi untuk Bahas Operasional Haji 2025

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Tidur Nanti Saja

Profil Adit Musthofa

Coba Vaksin? Wakil Rakyat Dulu!

Editorial Udex Mundzir

Taksi Terbang IKN: Mimpi yang Terbang Terlalu Tinggi

Editorial Udex Mundzir

Rupiah Terjun Bebas, Ekonomi ke Mana?

Editorial Udex Mundzir

Menjelajahi Kuil Rubah Fushimi Inari

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi