Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

War Ticket: Ilusi Akses Setara

Pangkas Antrean Haji, Pemerintah Siapkan Skema War Ticket

Dinding Biru Pompeii, Simbol Kekayaan Romawi Kuno

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 13 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Laba Freeport Rp67 T, Setoran Negara Dinilai Janggal

Pakar UGM menilai pembagian keuntungan Freeport 2024 sarat kejanggalan dan merugikan negara.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati28 Desember 2025 Ekonomi
Laba Freeport Rp67 T, Setoran Negara Dinilai Janggal
Warga menuntut penutupan PT Freeport Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Mimika – “Gunung emas tak selalu berarti kesejahteraan,” begitulah ironi yang mengemuka dari Papua Tengah. Di balik kilau tambang raksasa, laporan laba PT Freeport Indonesia tahun 2024 memantik perdebatan tajam.

Perusahaan tambang emas dan tembaga itu membukukan keuntungan sekitar Rp67 triliun, namun setoran ke pemerintah pusat dan daerah disebut hanya berkisar Rp7 triliun, angka yang dinilai tak sebanding dengan kepemilikan saham Indonesia yang mencapai 51 persen.

Data tersebut memicu sorotan para ekonom. Siapa yang diuntungkan, apa yang dibagi, kapan dan bagaimana mekanisme pembagian dilakukan, serta mengapa selisihnya begitu besar, menjadi pertanyaan publik.

Sorotan menguat karena pemerintah Indonesia secara resmi memegang saham mayoritas di PT Freeport Indonesia, yang beroperasi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dengan kontrak dan skema bagi hasil yang seharusnya berpihak pada kepentingan nasional dan daerah penghasil.

“Jika benar laba sebesar itu hanya menghasilkan setoran sekitar Rp7 triliun untuk negara, maka ada yang tidak beres dalam tata kelola pembagian keuntungan,” ujar Fahmy Radhi, pakar ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, saat dihubungi di Jakarta pada Sabtu (27/12/2025).

Ia menilai, sebagai pemegang saham mayoritas, Indonesia semestinya memperoleh porsi dividen yang jauh lebih besar.

Baca Juga:
  • Coretax Gangguan, Wamenkeu Akui Tak Tahu Kapan Selesai Diperbaiki
  • Ambisi Tol Terpanjang RI Tersendat Minim Pendanaan
  • MUI Minta Pemerintah Tunda Kenaikan PPN 12 Persen
  • Karawang Tergeser! Kota Bekasi Jadi Pemimpin UMK Tertinggi di Jawa Barat

Menurutnya, perbedaan mencolok antara laba bersih perusahaan dan setoran ke negara membuka ruang dugaan manipulasi atau setidaknya ketimpangan struktur pengendalian perusahaan.

Fahmy juga mendorong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau ulang posisi Freeport sebagai pemegang saham pengendali.

Ia menilai langkah tegas diperlukan agar kepentingan negara tidak terus tergerus dalam pengelolaan sumber daya alam strategis.

Sorotan serupa datang dari ekonom Pergerakan Kedaulatan Rakyat, Gede Sandra. Ia mencatat bahwa dari total laba Rp67 triliun, bagian pemerintah pusat dan daerah hanya sekitar Rp7,73 triliun atau kurang dari 12 persen.

Angka tersebut, menurutnya, jauh dari harapan logis kepemilikan 51 persen saham. “Idealnya, negara bisa memperoleh setidaknya separuh laba, atau sekitar Rp34 triliun,” ujarnya.

Artikel Terkait:
  • Negara-Negara Ini Raih Keuntungan dengan Membeli Emas Batangan Rusia
  • Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?
  • Anggaran Menumpuk, Empat DOB Papua Minim Serapan Belanja
  • Gelombang Penolakan PPN 12% Merebak di Tengah Sulitnya Ekonomi

Gede menambahkan, jika penerimaan negara mendekati angka tersebut, sebagian besar dana bisa diarahkan untuk mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah yang selama ini berada di sekitar wilayah tambang, termasuk Kabupaten Mimika dan kabupaten lain di provinsi tersebut.

Pihak Freeport sendiri menyatakan bahwa perusahaan telah menjalankan kewajiban secara transparan dan akuntabel.

Manajemen menyebut setoran tersebut merupakan bagian dari keuntungan bersih yang dibagikan sesuai ketentuan, di luar pajak, royalti, dividen, dan pungutan lain yang secara total diklaim mencapai puluhan triliun rupiah sepanjang 2024.

Meski demikian, polemik ini menunjukkan bahwa persoalan bukan semata soal angka, melainkan rasa keadilan. Ketika kekayaan alam dikeruk dari tanah Papua, harapan publik adalah manfaat terbesar kembali ke rakyat, bukan hanya tercatat dalam laporan keuangan.

Di tengah perdebatan yang terus bergulir, satu hal mengemuka: tuntutan agar pengelolaan tambang Freeport lebih berpihak pada kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat Papua kian sulit diabaikan.

Jangan Lewatkan:
  • Menyusuri Capaian Emisi Kendaraan Listrik di Hilir Hingga Dampak Ekstraktif di Hulu
  • OJK Tegaskan Investasi Saham Bukan Judi, Ini Alasannya
  • OJK Kaji Merger XL dan Smartfren, Proses Rampung 2025
  • Diskon Listrik 50 Persen Kembali Diberlakukan Mulai 1 Juni 2025

Bagi Hasil SDA Ekonomi Tambang Papua Freeport Indonesia Saham Negara UGM
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIbnu Al‑Haytham: Sang Bapak Optik Dunia
Next Article QRIS dan Tunai, Ketika Teknologi Tak Selalu Memudahkan Semua

Informasi lainnya

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

11 April 2026

Ambisi Tol Terpanjang RI Tersendat Minim Pendanaan

11 April 2026

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Kopi Tertekan

11 April 2026

Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026

1 April 2026

Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Tetap Stabil

1 April 2026

WFH ASN Dimulai April, Swasta Turut Diimbau Ikut

31 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Polemik Privasi di Era Digital

Opini Udex Mundzir

Barang yang Jarang Dipakai Akan Dihisab di Akhirat

Islami Ericka

Sentralisasi Berkedok Nasionalisme

Editorial Udex Mundzir

Di Balik Kegelapan yang Diteriakkan

Editorial Udex Mundzir

Adab dan Sunnah Menyambut Ibadah Qurban

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi