Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

BPS Pindahkan Jadwal Rilis Data Ekspor-Impor ke Awal Bulan

Perubahan jadwal rilis data bertujuan hadirkan angka final yang lebih akurat, tapi memicu keluhan pelaku usaha.
ErickaEricka28 Mei 2025 Ekonomi
Badan Pusat Statistik (BPS)
Gedung Badan Pusat Statistik (BPS) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) memutuskan untuk mengubah jadwal rilis data ekspor-impor dari pertengahan bulan menjadi awal bulan. Kebijakan ini berlaku mulai periode April 2025, dengan data neraca perdagangan yang semula dijadwalkan rilis pada pertengahan Mei kini ditunda hingga 2 Juni 2025.

Perubahan ini disampaikan Direktur Statistik Distribusi BPS, Sarpono, dalam konferensi pers di Gedung BPS pada Rabu (28/5/2025). Ia menjelaskan bahwa langkah ini diambil guna meningkatkan kualitas statistik yang dirilis, dengan hanya menyajikan angka tetap yang sudah melalui proses koreksi dari berbagai instansi.

“Rilis akan dilakukan pada Juni dalam bentuk angka tetap. Ini bertujuan agar data yang disampaikan sudah mencakup semua koreksi dari Bea dan Cukai, Pos Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta survei BPS di daerah perbatasan,” jelas Sarpono.

Sebelumnya, BPS merilis data neraca perdagangan pada pertengahan bulan dengan status data sementara. Kini, dengan format angka final, data diyakini lebih akurat dan mampu menggambarkan kondisi riil aktivitas ekspor-impor.

Baca Juga:
  • Batas Usia Pensiun Naik Jadi 59 Tahun pada 2025
  • Efisiensi APBN Fokus pada Program Gizi dan Swasembada Pangan
  • Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Tetap Stabil
  • Prabowo Siapkan Rp5 Triliun untuk Serap 1 Juta Ton Jagung

Namun, keputusan ini mendapat sorotan dari sejumlah kalangan. Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai penundaan rilis data ekspor-impor April terlalu mendadak dan berpotensi merugikan banyak pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, serta pasar keuangan.

“Ketika data ditunda, maka pelaku usaha dan pemangku kebijakan kesulitan memperkirakan kondisi pasar. Ini dapat menunda pengambilan keputusan strategis,” ujar Huda.

Ia menilai jeda waktu dari April hingga awal Juni terlalu panjang, padahal data mentah sudah tersedia dari bulan sebelumnya melalui sistem Bea dan Cukai. Bahkan, Huda menduga penundaan rilis data bisa berkaitan dengan strategi pengendalian isu publik.

Artikel Terkait:
  • Sri Mulyani Siapkan Rp185 T untuk Pertahanan di RAPBN 2026
  • IWPI Minta Sri Mulyani Cabut Pernyataan Pajak Setara Zakat
  • BP-Vivo Batalkan Pembelian BBM Pertamina
  • Zero ODOL Diterapkan 2026, Pemerintah Uji Coba di Jabar

Bagi sektor swasta, data ekspor-impor memiliki peran penting dalam membaca arah permintaan pasar dan merespons kebijakan pemerintah, termasuk potensi fluktuasi harga. Ketidakpastian akibat keterlambatan data juga dinilai dapat berdampak terhadap sentimen pasar.

Meski begitu, BPS menyatakan komitmennya untuk menyajikan statistik yang lebih akurat dan komprehensif, serta memastikan berita resmi statistik ke depan memiliki cakupan yang lebih luas.

Jangan Lewatkan:
  • Penghapusan Kuota Impor: Antara Efisiensi dan Ancaman bagi Petani
  • Mendag Sebut Distributor Penyebab Harga MinyaKita Mahal
  • Banggar: Prabowo Tak Bisa Serta Merta Turunkan PPN
  • Setop Impor Garam, Produksi Domestik Baru 63% dari Kebutuhan
BPS Data Ekspor-Impor Ekonomi Makro Jadwal Statistik Neraca Perdagangan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePrabowo-Macron Sepakat Deklarasi 100 Tahun Indonesia-Prancis
Next Article Mendikdasmen Kaji Putusan MK soal SD-SMP Swasta Gratis

Informasi lainnya

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

13 April 2026

Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

13 April 2026

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

Generasi Muda dan Tren Slow Living di Era Digital

Opini Alfi Salamah

Bukan Vasektomi Solusinya

Editorial Udex Mundzir

Fitur Baru BRImo Mudahkan Transfer Uang ke Luar Negeri

Bisnis Ericka

Kebebasan Pers yang Dikikis Diam-Diam

Editorial Udex Mundzir

Tantangan Representasi atau Simbolisme?

Editorial Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi