Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 4 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PM Australia Tegas Tanggapi Kritik Netanyahu soal Pengakuan Palestina

Anthony Albanese membalas kecaman PM Israel dan tetap pada rencana mengakui negara Palestina.
ErickaEricka13 Agustus 2025 Global
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Canberra – Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan bahwa negaranya tidak akan mundur dari rencana mengakui Palestina sebagai negara, meskipun mendapat kritik keras dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dalam pernyataan kepada media pada Selasa (12/8/2025), Albanese menyebut sikap keras Israel terhadap krisis Gaza sebagai pemicu utama perubahan pandangan beberapa negara sekutu, termasuk Australia.

“Ia (Netanyahu) sekali lagi menegaskan kepada saya apa yang telah ia sampaikan di depan umum, yaitu menyangkal konsekuensi yang terjadi pada orang-orang yang tidak bersalah,” ujar Albanese, dikutip dari Reuters.

Menurutnya, kegagalan Israel mengakhiri agresi di Gaza mendorong Australia, bersama Prancis, Kanada, dan Inggris, untuk mengambil langkah pengakuan terhadap negara Palestina sebagai bentuk tekanan diplomatik. Albanese menilai Netanyahu mengabaikan peringatan dari negara-negara sekutunya sendiri terkait dampak kemanusiaan di kawasan tersebut.

Baca Juga:
  • Alert! Ukraina Susun Serangan Besar-besaran ke Jantung Rusia
  • Enam Negara Putuskan Idulfitri Jatuh pada 31 Maret 2025
  • Meksiko Gugat Google atas Perubahan Nama Teluk di Maps
  • Honda dan Nissan Siapkan Merger, Fokus Kejar Produksi EV

Sebelumnya, Netanyahu menyampaikan kekecewaan terhadap rencana Australia, menilai langkah tersebut mengikuti jejak negara-negara Eropa yang menurutnya salah langkah. “Melihat negara-negara Eropa dan Australia masuk ke dalam lubang begitu saja, langsung terjerumus ke dalamnya. Ini mengecewakan dan saya pikir ini memalukan, tapi itu tidak mengubah posisi kami,” kata Netanyahu.

Rencana pengakuan resmi Palestina oleh Australia dijadwalkan diumumkan pada Sidang Majelis Umum PBB bulan September mendatang. Namun, keputusan tersebut disertai syarat bahwa Hamas tidak akan menjadi bagian dari pemerintahan negara Palestina di masa depan, sesuai komitmen Otoritas Palestina.

Di dalam negeri, kebijakan ini memicu perdebatan politik. Pemimpin oposisi dari kubu sayap kanan, Sussan Ley, mengkritik langkah pemerintah yang dianggap bertentangan dengan garis kebijakan luar negeri Australia selama ini. Ley bahkan menyatakan kekhawatiran bahwa kebijakan ini dapat merusak hubungan strategis Australia dengan Amerika Serikat.

Artikel Terkait:
  • Eks Presiden Peru Divonis, Istri Lari ke Brasil
  • Jejak Lama Nusantara di Enam Negara Tetangga
  • Direktur Jenderal Kominfo Ingatkan Bahaya Deepfake AI dalam Pemilu 2024
  • Indonesia Resmi Gabung WHO Kawasan Pasifik Barat

Meski demikian, Albanese menegaskan bahwa keputusan ini sejalan dengan upaya mendukung solusi dua negara yang diakui secara internasional. Ia menilai pengakuan ini tidak hanya simbolis, tetapi bagian dari strategi untuk mendorong gencatan senjata dan membuka jalan bagi negosiasi perdamaian.

Dengan sikap tegas ini, Australia bergabung dalam gelombang dukungan internasional terhadap pembentukan negara Palestina, yang semakin mendapat momentum di tengah memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza.

Jangan Lewatkan:
  • Nigeria Geser Indonesia Jadi Negara Paling Dermawan
  • Korban Gempa Myanmar-THailand Tembus 1.000 Jiwa
  • Google Diselidiki DOJ AS Terkait Dugaan Pelanggaran Antimonopoli
  • Perpaduan Tak Terduga: China Runtuh, RI Terdampak Tak Terelakkan
Anthony Albanese Australia Benjamin Netanyahu Konflik Timur Tengah Palestina
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSelandia Baru Pertimbangkan Pengakuan Terhadap Kedaulatan Palestina
Next Article KPK Selidiki Perancang SK Kuota Haji yang Rugikan Negara Rp1 Triliun

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Rekomendasi 10 Restaurant Terbaik di Jepang yang Harus Kamu Kunjungi!

Travel Alfi Salamah

Sosok Mulia Ciptaan Allah, Inilah Peran Perempuan dalam Islam

Islami Alfi Salamah

7 Aplikasi Jahat yang Harus Segera Anda Hapus

Techno Assyifa

Aurat dalam Islam dan Sikap terhadap Orang yang Tidak Menutup Aurat

Islami Udex Mundzir

Kyoto Kerek Tarif Wisata Demi Selamatkan Warisan Budaya

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi