Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

Mengapa Universitas Republik Indonesia Jadi Sorotan?

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Kenali Misi Besarnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kisruh penyelundupan sampel mineral menyeret dua kawasan industri nikel raksasa ke pusat perhatian publik.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati8 Desember 2025 Ekonomi 352 Views
Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali
PT IWIP (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Weda – Di tengah riuh isu dugaan penyelundupan nikel yang menyeruak bak “asap di balik tungku”, sorotan publik tertuju pada PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Kasus yang menyeret seorang warga negara China berinisial MY itu membuat berbagai pihak bertanya: siapa sebenarnya pengendali IWIP, dan apa benang merah perusahaan ini dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)?

Peristiwa bermula ketika Satgas Bandara Khusus IWIP mengamankan MY yang membawa material yang diduga nikel pada Senin (8/12/2025). Penangkapan itu terjadi di wilayah operasional perusahaan di Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Namun, pihak IWIP membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa barang yang dibawa bukan nikel, melainkan sampel alumina untuk keperluan laboratorium. Polemik inilah yang kemudian memicu publik menelusuri kepemilikan IWIP beserta jaringan usaha di baliknya.

“Material yang diamankan bukan barang ilegal dan tidak terkait aktivitas penyelundupan,” ujar perwakilan manajemen IWIP dalam keterangan resminya, menegaskan posisi perusahaan menghadapi isu tersebut.

Baca Juga:
  • Diberi Waktu Sebulan, Pengecer LPG 3 Kg Bisa Beralih Jadi Pangkalan
  • Harga Emas Antam Naik, Per Gram Sentuh Rp1,535 Juta
  • Prabowo Tunjuk Rosan Roeslani Pimpin Danantara, Erick Thohir Jadi Pengawas
  • Dari Pertanian ke Agrowisata, Tasikmalaya Tunjukkan Transformasi

Informasi mengenai pemilik IWIP menunjukkan bahwa kawasan industri itu dikendalikan oleh Tsingshan Group, raksasa baja asal China. Sebanyak 40 persen kepemilikan berada pada perusahaan tersebut, sementara porsi sisanya dimiliki Huayou Holding Group dan Zhenshi Holding Group Co. Ltd.

Di bawah payung IWIP beroperasi sejumlah perusahaan penting seperti PT Weda Bay Nickel (WBN), PT Yashi Indonesia Investment, dan PT Yousan Nickel Indonesia. WBN sendiri merupakan hasil patungan Tsingshan, Eramet asal Prancis, dan PT Antam Tbk, dengan Tsingshan menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 51,3 persen.

Keterkaitan IWIP dengan IMIP pun akhirnya mencuat ke permukaan. IMIP yang berlokasi di Morowali, Sulawesi Tengah, juga dinaungi Tsingshan melalui anak perusahaannya, Shanghai Decent Investment, dengan porsi kepemilikan 49,69 persen.

Di kawasan industri terintegrasi itu, Tsingshan mengoperasikan PT Tsingshan Steel Indonesia (TSI) dan PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), termasuk sejumlah smelter yang didukung pembangkit listrik besar. IMIP sendiri lahir melalui kolaborasi Tsingshan dengan PT Bintang Delapan Investama serta PT Sulawesi Mining Investment sejak 2009.

Artikel Terkait:
  • Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam
  • Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?
  • PPN Indonesia Tertinggi di ASEAN, Kenaikan Gaji Tertinggal dari Malaysia
  • BNI Perkuat Sistem Keamanan Siber Dukung Ekonomi Digital

Figur sentral di balik ekspansi industri nikel ini adalah Xiang Guangda, pendiri Tsingshan Group. Konglomerat China tersebut dikenal agresif membangun rantai pasok nikel global, termasuk investasi besar di Indonesia dan Amerika Selatan.

Forbes mencatat kekayaan Xiang mencapai sekitar USD 4,1 miliar hingga awal Desember 2025, menunjukkan skala pengaruh finansial yang menopang ekspansi perusahaannya. Dengan kepemilikan yang saling terkait antara IWIP dan IMIP, dinamika industri nikel Indonesia semakin kompleks.

Sorotan atas kasus terbaru di IWIP memantik diskusi lebih luas mengenai tata kelola, transparansi, serta peran investor asing dalam rantai pasok mineral strategis nasional. Dalam suasana yang terus memanas, publik menantikan kejelasan fakta dan langkah penyelesaian dari otoritas terkait.

Jangan Lewatkan:
  • Prabowo Resmikan Industri Baterai Listrik Terintegrasi Nasional
  • Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah
  • Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu
  • Harga BBM Pertamina Naik, Ini Daftar Terbarunya

Industri Nikel Investasi Tambang PT IMIP Morowali PT IWIP Tsingshan Group
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePrabowo Nilai Anggaran Pemulihan Sumatera Realistis dan Terukur
Next Article Rahasia Alami Membersihkan Usus Secara Efektif

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Manusia Bersifat Air

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Israel Lahir Lewat Teror dan Genosida

Editorial Udex Mundzir

Tiga Pekerjaan Masa Depan yang Paling Dibutuhkan Dunia

Techno Assyifa

Guru Hebat

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Kenali Kapal Kayu Nelayan dan Kualitas Jual Tinggi

Kroscek Dexpert Corp
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi