Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 24 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Hilal belum penuhi kriteria MABIMS, pemerintah kombinasikan hisab dan rukyat.
Alfi SalamahAlfi Salamah17 Februari 2026 Nasional
Prediksi hilal 1 ramadham
Prediksi Hilal (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Langit senja belum memberi tanda. Hilal yang dinanti sebagai penanda awal Ramadhan 1447 Hijriah masih bersembunyi di balik ufuk, membuat pemerintah belum dapat menetapkan 1 Ramadhan dalam Seminar Sidang Isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026) sore.

Kementerian Agama RI menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan hisab pada 29 Sya’ban 1447 H, posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas hilal atau imkanur rukyat yang ditetapkan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Secara astronomis, hilal masih berada di bawah ufuk saat Matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia, sehingga belum memungkinkan untuk diamati.

Kriteria MABIMS mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk ketika Matahari terbenam dan elongasi atau jarak sudut Bulan dengan Matahari sekurang-kurangnya 6,4 derajat. Berdasarkan data hisab, parameter tersebut belum terpenuhi pada Selasa (17/2/2026), sehingga awal Ramadhan belum bisa dipastikan pada hari berikutnya tanpa verifikasi rukyat.

Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya, menjelaskan bahwa secara hitungan astronomi, awal Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun ia menegaskan, hasil tersebut masih bersifat informatif dan menunggu konfirmasi melalui pengamatan langsung.

Baca Juga:
  • Badan Gizi Ajak Swasta Dukung Program Makan Bergizi Gratis
  • Tasreh Masuk Raudhah Tanpa Batasan Usia bagi 23 Kloter
  • Gas Air Mata Mengenai Siswa Sekolah, Alek PKS Minta Polri Tanggung Jawab dan Evaluasi Aparat
  • Utang Jatuh Tempo atau Zakat Fitrah, Mana Prioritas?

“Sehingga tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah, secara hisab MABIMS, jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026 Masehi, ini hisab sifatnya informatif kita memerlukan konfirmasi, verifikasinya adalah rukyat, ya tentu saja nanti untuk bahan penetapan sidang isbat pada malam hari ini,” kata Cecep.

Ia juga memaparkan ilustrasi posisi Matahari dan Bulan di wilayah Jakarta Pusat pada 17 Februari 2026. Matahari terbenam pada pukul 18.15.17 WIB, sementara umur Bulan sabit saat itu baru sekitar 50 detik atau belum genap 45 menit sejak fase konjungsi, sehingga hilal dinyatakan belum “lahir” secara astronomis untuk bisa dirukyat.

Pada hari yang sama, Matahari terbit di Jakarta pukul 05.58 WIB. Adapun ijtimak atau konjungsi, yakni saat Bumi, Bulan, dan Matahari berada pada satu garis bujur astronomi, terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB dengan umur hilal masih 0 jam. Kondisi ini memperkuat bahwa hilal belum memenuhi syarat imkanur rukyat di Indonesia.

Artikel Terkait:
  • Keberangkatan Haji, Bandara Jambi Siapkan 120 Petugas Khusus
  • Syamsuddin siap Pasang Badan Memenangkan Pasangan Amin di Kaltim
  • Serakah-nomics, Presiden Prabowo Serahkan Hasil Sitaan Rp6,6 Triliun dan 4 Juta Hektar Lahan
  • JMSI Gelar Deklarasi Dukungan untuk IKN Nusantara di Depan Istana Garuda

Pemerintah menegaskan bahwa penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah tetap dilakukan melalui mekanisme sidang isbat yang menggabungkan metode hisab dan rukyat. Hisab berfungsi sebagai perhitungan matematis untuk memprediksi posisi geometris Bulan dan Matahari, sedangkan rukyat menjadi tahapan verifikasi faktual melalui pemantauan langsung di berbagai titik pengamatan di Indonesia.

Kombinasi dua metode ini telah menjadi pedoman resmi dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap keputusan yang diambil tidak hanya akurat secara ilmiah, tetapi juga memiliki legitimasi syar’i dan dapat diterima oleh masyarakat luas.

Hasil akhir penetapan 1 Ramadhan 1447 H akan diumumkan setelah sidang isbat selesai digelar. Umat Islam di Indonesia pun diminta menunggu keputusan resmi pemerintah sebagai rujukan bersama dalam memulai ibadah puasa tahun ini.

Jangan Lewatkan:
  • Ombudsman: Ada Maladministrasi dalam Kasus Pagar Laut Tangerang
  • Program MBG Dipangkas Jadi Lima Hari Sekolah
  • KPU RI Tegaskan Teknis Debat Kelima Pilpres Tidak Berubah
  • Mensos Pertimbangkan Vasektomi Jadi Syarat Bansos
Hisab Rukyat Kementerian Agama MABIMS Ramadhan 1447 H Sidang Isbat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari
Next Article Tim Kaltim Pantau Harga Pangan di Berau

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026

Dandhy Laksono Soroti Dugaan Pembajakan Film

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Peraturan Penggunaan Media Sosial untuk Anak di Indonesia

Techno Ericka

Vasektomi Bukan Jawaban Kemiskinan

Opini Udex Mundzir

Bayang Luhut di Tubuh Prabowo

Editorial Udex Mundzir

Pilkada Jakarta: Gugat Aja Dulu

Editorial Udex Mundzir

Tips Belajar Efektif untuk Anak-anak

Daily Tips Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Pramuka SMKN 3 Bone Gelar Laga Palang 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi