Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

Fenomena menjauhnya Bulan dari Bumi perlahan mengubah langit dan masa depan gerhana Matahari.
Alfi SalamahAlfi Salamah14 April 2026 Saintek
Bumi dan Bulan
Bumi di balik Bulan terlihat dari Orion Artemis II (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Langit malam yang selama ini terasa abadi ternyata diam-diam berubah. Seperti hubungan yang perlahan merenggang tanpa disadari, Bulan kini diketahui terus menjauh dari Bumi, membawa konsekuensi besar bagi fenomena langit yang selama ini memukau manusia.

Fenomena ini terungkap melalui pengukuran ilmiah menggunakan reflektor yang ditempatkan di permukaan Bulan sejak misi Apollo pada era 1960-an. Melalui metode Lunar Laser Ranging Experiment, ilmuwan mengirimkan sinar laser dari Bumi ke Bulan, lalu mengukur waktu pantulannya untuk mengetahui jarak secara presisi.

Dari pengamatan tersebut, diketahui bahwa Bulan menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 sentimeter per tahun. Meski terdengar kecil, perubahan ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan.

Salah satu dampak yang mulai menjadi perhatian ilmuwan adalah perubahan pada fenomena Gerhana Matahari Total. Selama ini, gerhana total terjadi karena ukuran tampak Bulan dan Matahari hampir sama saat dilihat dari Bumi, sehingga Bulan dapat menutupi Matahari sepenuhnya.

Baca Juga:
  • ChatGPT di WhatsApp Kini Bisa Proses Perintah Gambar dan Suara
  • Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?
  • Ilmuwan Temukan Warna “Olo”, Hanya Lima Orang yang Pernah Melihatnya
  • Chat GPT Akses Informasi Terkini dengan Cepat dan Efektif

Namun, seiring menjauhnya Bulan, ukuran tampaknya akan semakin kecil jika dilihat dari Bumi. Kondisi ini akan membuat Bulan tidak lagi mampu menutupi Matahari secara sempurna, sehingga gerhana total perlahan akan berubah menjadi gerhana cincin atau bahkan tidak terjadi sama sekali.

Dalam berbagai laporan ilmiah, disebutkan bahwa fenomena ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Namun dalam skala waktu kosmik, perubahan tersebut menjadi sesuatu yang tak terelakkan. Diperkirakan sekitar (600 juta tahun) ke depan, manusia atau makhluk yang menggantikannya tidak lagi dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total dari Bumi.

Selain itu, fakta lain yang menarik adalah perbandingan jarak dan ukuran antara Matahari dan Bulan. Matahari berada sekitar 400 kali lebih jauh dari Bumi dibandingkan Bulan, tetapi juga memiliki diameter sekitar 400 kali lebih besar. Keseimbangan unik inilah yang memungkinkan terjadinya gerhana total saat ini.

Artikel Terkait:
  • Fenomena Sturgeon Moon Hiasi Langit Agustus
  • AI Fatigue, Saat Dunia Mulai Lelah Membicarakan AI
  • Android Siapkan Mode Desktop Pintar untuk Lawan DeX
  • Catat Waktu Lengkap Gerhana Bulan Total September 2025

Di masa lalu, kondisi ini bahkan berbeda. Sekitar 4 miliar tahun lalu, Bulan diyakini berada jauh lebih dekat dengan Bumi dan tampak jauh lebih besar di langit bahkan hingga tiga kali ukuran yang terlihat sekarang. Seiring waktu, interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan secara perlahan mendorong satelit alami tersebut menjauh.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa alam semesta terus bergerak dan berubah, bahkan dalam skala yang sulit dibayangkan manusia. Langit yang tampak tenang ternyata menyimpan dinamika besar yang berlangsung tanpa henti.

Pada akhirnya, Gerhana Matahari Total yang hari ini masih bisa dinikmati bukanlah fenomena yang abadi. Ia adalah momen langka dalam sejarah kosmik sebuah kebetulan indah yang suatu hari nanti akan tinggal menjadi cerita.

Jangan Lewatkan:
  • Jangan Cium Bayi! Ini Bahaya yang Mengintai Menurut Ahli
  • Waspada Banjir Rob! Gerhana Matahari Akan Terjadi 29 Maret 2025
  • Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?
  • Ahli ITB Pastikan Pertamax Bukan Penyebab Kerusakan Mesin
Bulan Bumi Gerhana Matahari NASA Sains Antariksa
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleEl Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026
Next Article Netralitas Pendidikan, Sekolah bukan Ruang Campaign! 

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Bela Negara Bukan Membungkam Kritik

Perspektif Udex Mundzir

Di Balik Pagar yang Menyandera Laut

Editorial Udex Mundzir

Ibu Rumah Tangga di Musi Banyuasin Raup Penghasilan dari Ternak Jangkrik

Bisnis Silva

Mengapa Sandal dan Sepatu Harus Diparkir dengan Rapi?

Daily Tips Assyifa

Abolisi Tak Sama Dengan Keadilan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi