Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Demi Maskapai Nasional, Jemaah Umrah Diminta Beralih

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Dua putra Menteri Haji mundur dari jabatan tenaga ahli setelah pengangkatannya menuai kritik terkait nepotisme dan transparansi seleksi.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati27 Oktober 2026 Nasional
Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme
Ilustrasi dua tenaga ahli meninggalkan kantor kementerian setelah mengundurkan diri dari jabatan menyusul sorotan publik terkait dugaan nepotisme. (DX Gen AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Dua anak Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan akhirnya mengundurkan diri dari jabatan tenaga ahli di kementerian yang dipimpin ayah mereka. Keputusan tersebut diambil setelah pengangkatan keduanya menuai kritik dan dugaan nepotisme, tetapi persoalan mengenai proses penunjukan keluarga pejabat ke jabatan pemerintahan belum sepenuhnya terjawab.

Kedua anak menteri tersebut adalah Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengonfirmasi bahwa pengunduran diri keduanya telah diterima pimpinan kementerian pada Senin (26/10/2026), setelah polemik pengangkatan tenaga ahli ramai diperbincangkan masyarakat.

“Hari ini kami, saya dan Pak Menteri sudah terima pengunduran diri dua orang tenaga ahli yang Anda sebut-sebut. Jadi secara resmi hari ini dua orang yang disebut di berita… beliau berdua memutuskan untuk mengundurkan diri,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta Pusat (26/10/26).

Polemik bermula ketika nama Barbarossa dan Gibran diketahui masuk dalam jajaran tenaga ahli Kementerian Haji dan Umrah. Keduanya tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Tenaga Ahli, yang kemudian beredar melalui media sosial.

Hubungan keluarga kedua tenaga ahli dengan menteri memunculkan pertanyaan mengenai proses pengangkatan, standar kompetensi, serta kemungkinan konflik kepentingan. Sorotan terutama tertuju pada kewenangan seorang menteri dalam menunjuk tenaga ahli yang memiliki hubungan keluarga langsung dengannya.

Sebelum pengunduran diri diumumkan, Gus Irfan telah memberikan klarifikasi mengenai alasan melibatkan kedua putranya. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan mereka bermula ketika Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) baru dibentuk pada akhir Oktober 2024 dan masih menghadapi keterbatasan tenaga pendukung.

Menurut Gus Irfan, saat itu lembaga belum memiliki struktur organisasi, kantor, maupun staf administrasi yang memadai. Sejumlah orang terdekat, termasuk anak-anaknya dan beberapa santri, kemudian membantu pekerjaan kelembagaan secara sukarela selama sekitar tiga hingga empat bulan.

Dahnil menyampaikan penjelasan serupa. Ia menyebut keterlibatan kedua putra menteri merupakan bagian dari upaya menjalankan pekerjaan lembaga pada masa awal pembentukan, ketika tenaga pendukung masih sangat terbatas.

Baca Juga:
  • Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi 5-7 April 2025
  • MUI Dukung Program Penguatan Kompetensi Juru Dakwah
  • 4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta
  • Semeru Erupsi, Abu Capai 1 Km dari Puncak

“Keramaian kemarin terkait dengan dua tenaga ahli ini sebenarnya memang berangkat dari kebutuhan Kementerian Haji di awal-awal dulu. Ketika Badan Penyelenggara Haji memang tidak ada orang yang mau membantu kami sejak awal secara sukarela,” kata Dahnil saat menjelaskan awal keterlibatan kedua putra menteri di Jakarta (26/10/26).

Namun, penjelasan mengenai pekerjaan sukarela tersebut belum sepenuhnya menjawab bagaimana keduanya kemudian memperoleh jabatan resmi sebagai tenaga ahli. Pengalaman membantu pembentukan lembaga dan proses pengangkatan dalam struktur pemerintahan merupakan dua persoalan yang memerlukan ukuran pertanggungjawaban berbeda.

Gus Irfan menyatakan bahwa orang-orang yang kemudian diangkat sebagai tenaga ahli dipilih berdasarkan kompetensi, integritas, dan kebutuhan kementerian. Meski demikian, informasi terperinci mengenai mekanisme penilaian, persyaratan jabatan, serta pihak yang melakukan evaluasi terhadap kedua putranya belum dipaparkan secara terbuka dalam pemberitaan yang tersedia.

Persoalan ini turut mendapat perhatian akademisi. Dosen Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, Lina Miftahul Jannah, menilai pengangkatan anggota keluarga pejabat ke dalam struktur pendukung pemerintahan rawan menimbulkan persoalan nepotisme dan konflik kepentingan.

“Apa iya di seluruh Indonesia tidak ada yang lebih kompeten atau lebih berkualifikasi,” ujar Lina Miftahul Jannah dalam pandangannya mengenai pengangkatan kedua anak Menhaj yang dimuat Jawa Pos, Minggu (25/10/26), dan dipublikasikan kembali Fakultas Ilmu Administrasi UI.

Kritik tersebut menyentuh prinsip meritokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Meritokrasi merupakan sistem pengisian jabatan berdasarkan kemampuan, kualifikasi, dan prestasi, bukan hubungan keluarga atau kedekatan pribadi dengan pemegang kewenangan.

Hubungan keluarga tidak dengan sendirinya membuktikan terjadinya pelanggaran hukum nepotisme. Namun, ketika pejabat memiliki kewenangan menentukan pengangkatan orang terdekatnya, proses seleksi perlu dapat diperiksa untuk memastikan keputusan tersebut tidak dipengaruhi kepentingan pribadi.

Artikel Terkait:
  • Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan
  • Ribuan Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
  • Harapan Terbuka: 14 Kiat Menyongsong Perjalanan Haji
  • Mensesneg Tanggapi Aksi ‘Indonesia Gelap’ yang Viral

Dahnil menyebut Barbarossa dan Gibran selama menjabat membantu pekerjaan operasional kementerian, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, serta memberikan pertimbangan kepada pimpinan. Akan tetapi, penjelasan mengenai tugas tersebut belum disertai rincian hasil kerja atau indikator penilaian kinerja keduanya.

“Berdua banyak membantu Pak Menteri. Operasional, kemudian komunikasi dengan banyak pihak, dalam hal ini di internal kita di Kementerian Haji dan Umrah. Mereka jembatan komunikasi dan mereka juga ikut memberikan pertimbangan, beberapa masukan, segala macam,” kata Dahnil ketika menjelaskan tugas kedua tenaga ahli di Jakarta (26/10/26).

Setelah pengunduran diri diterima, Dahnil menyatakan dua posisi tenaga ahli yang kosong akan diisi oleh orang lain. Penentuan penggantinya tetap menjadi kewenangan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf.

Keputusan tersebut kembali menempatkan proses pengangkatan sebagai persoalan penting. Belum ada penjelasan apakah pengisian jabatan pengganti akan menggunakan mekanisme seleksi yang lebih terbuka atau tetap melalui penunjukan langsung berdasarkan pertimbangan menteri.

Dahnil menegaskan bahwa pengunduran diri kedua putra menteri merupakan bagian dari komitmen menjaga integritas Kementerian Haji dan Umrah. Pemerintah, menurutnya, ingin memastikan kementerian terbebas dari praktik yang bertentangan dengan etika penyelenggaraan negara.

Pengunduran diri Barbarossa dan Gibran mengakhiri keterlibatan resmi keduanya sebagai tenaga ahli. Namun, pertanyaan mengenai dasar pengangkatan, keterbukaan penilaian kompetensi, dan pencegahan konflik kepentingan tetap relevan bagi tata kelola kementerian.

Jangan Lewatkan:
  • Gunung Semeru Erupsi 6 Kali, Abu Capai 1.000 Meter
  • Kemenkumham Dorong Illegal Fishing sebagai Kejahatan Terorganisir
  • Kejadian Mengerikan: Luka Perut Akibat Dibuntuti Dua Motor
  • Kapal Feri Tenggelam di Perairan PPU, Dua Penumpang Terjebak

Bagi masyarakat, persoalan ini bukan sekadar mengenai dua anak menteri yang meninggalkan jabatan. Yang dipertaruhkan adalah kepastian bahwa setiap posisi dalam lembaga pemerintahan diisi melalui keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk ketika orang yang dipilih memiliki hubungan keluarga dengan pejabat yang berwenang.

Dahnil Anzar Simanjuntak Gus Irfan Menteri Haji Nepotisme Tenaga Ahli Kemenhaj
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDemi Maskapai Nasional, Jemaah Umrah Diminta Beralih
Next Article Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

Informasi lainnya

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

26 Oktober 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

19 Oktober 2026

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

17 Oktober 2026

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Tessa Wijaya, Wanita di Balik Kesuksesan Xendit

Profil Assyifa

Al‑Biruni: Penjelajah Ilmu Tanpa Batas

Profil Alfi Salamah

Misi Kemanusiaan yang Mendunia Palang Merah Indonesia

Kroscek Alfi Salamah

Karyawan Bergaji hingga Rp10 Juta Bebas Pajak

Bisnis Assyifa

Mendapatkan Hadiah Terindah Saat Kembali Dari Haji dan Umroh

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi