Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Demi Maskapai Nasional, Jemaah Umrah Diminta Beralih

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

Rupiah diprediksi melemah hingga Rp19.000 per dolar AS, sementara keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga menuai kritik.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati27 Oktober 2026 Ekonomi
Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan
Ilustrasi Tumpukan uang rupiah dan dolar Amerika Serikat, menggambarkan tekanan terhadap rupiah yang diprediksi berpotensi mencapai Rp19.000 per dolar AS menjelang akhir 2026. (DX Gen AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Nilai tukar rupiah yang terus berada dalam tekanan memunculkan kritik terhadap kebijakan Bank Indonesia (BI). Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah berpotensi menembus Rp19.000 per dolar Amerika Serikat pada November hingga Desember 2026. Ia mempertanyakan keputusan bank sentral mempertahankan suku bunga acuan ketika pelemahan mata uang semakin mengkhawatirkan.

Prediksi tersebut disampaikan Ibrahim dalam wawancara dengan Inilah.com, Selasa (27/10/2026), setelah rupiah kembali melemah pada perdagangan awal pekan. Pada pembukaan perdagangan Selasa, rupiah tercatat berada di posisi Rp18.140 per dolar AS, melemah lima poin dibandingkan penutupan sebelumnya sebesar Rp18.135. Ibrahim memperkirakan tekanan dapat membawa rupiah menuju Rp18.500 pada akhir Oktober sebelum berpotensi mendekati Rp19.000 menjelang akhir tahun.

“Menurut saya masih bahkan bakal ke Rp18.500, ya. Bukan turun ke Rp18.000. Enggak mungkin. Dari tahun 2014 tidak ada ayatnya rupiah itu menguat,” ujar Ibrahim Assuaibi sebagaimana dilansir Inilah.com, Selasa (27/10/26).

Perkiraan tersebut didasarkan pada kemungkinan berlanjutnya penguatan dolar AS, terutama jika bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga. Kebijakan moneter AS dapat memengaruhi pergerakan modal internasional karena investor cenderung mempertimbangkan imbal hasil dan risiko investasi dalam dolar.

Namun, angka Rp19.000 masih merupakan proyeksi, bukan kepastian. Pergerakan rupiah tetap bergantung pada keputusan The Fed, kondisi perekonomian domestik, arus investasi asing, serta perkembangan geopolitik yang memengaruhi pasar keuangan global.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Ibrahim menyoroti keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pada 20–21 Oktober 2026. Menurutnya, kenaikan suku bunga seharusnya dipertimbangkan untuk membantu menahan tekanan terhadap rupiah.

“Seharusnya, kemarin seharusnya (saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia) menaikkan suku bunga, tetapi rupanya tidak, kan? Nah, dengan tidak menaikkan suku bunga, akhirnya rupiah mengalami pelemahan,” kata Ibrahim ketika mengkritik kebijakan moneter BI, Selasa (27/10/26).

Kritik tersebut menempatkan efektivitas kebijakan BI sebagai persoalan penting. Meski demikian, pelemahan rupiah tidak dapat langsung disimpulkan sebagai akibat tunggal keputusan mempertahankan suku bunga karena pergerakan nilai tukar turut dipengaruhi tekanan eksternal.

Baca Juga:
  • Utang Indonesia Membengkak, Bank Dunia Proyeksi Rasio Sentuh 41 Persen
  • Pemerintah Kurangi Impor Daging, Fokus ke Sapi Bakalan
  • Pemerintah Cairkan Gaji ke-13 ASN, Total Anggaran Rp49,3 Triliun
  • PNM Salurkan Dana Bantuan Rp22,811 Miliar kepada 8.896 Pemilik UMKM di Penajam

Bank Indonesia memiliki pertimbangan berbeda. Dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur pada 21 Oktober, BI menyatakan keputusan mempertahankan suku bunga acuan merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan.

BI juga tidak membiarkan seluruh instrumen moneternya tanpa perubahan. Bank sentral menaikkan suku bunga Deposit Facility dari 4,75 persen menjadi 5 persen, mempertahankan Lending Facility sebesar 6,50 persen, serta memperkuat kebijakan stabilisasi pasar valuta asing.

“Keputusan tersebut diperkuat dengan peningkatan kebijakan insentif untuk instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai kepada Bank Indonesia guna menarik aliran masuk modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,” demikian penjelasan resmi Bank Indonesia dalam hasil Rapat Dewan Gubernur di Jakarta (21/10/26).

BI juga menyiapkan optimalisasi intervensi valuta asing melalui transaksi di pasar domestik dan luar negeri. Instrumen tersebut digunakan untuk meredam gejolak kurs tanpa harus menjadikan kenaikan suku bunga acuan sebagai satu-satunya pilihan kebijakan.

Persoalannya, kenaikan suku bunga juga membawa konsekuensi bagi perekonomian. Bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset rupiah, tetapi berpotensi mempermahal pembiayaan bagi rumah tangga dan dunia usaha apabila diteruskan ke suku bunga kredit perbankan.

Sebaliknya, mempertahankan suku bunga ketika tekanan terhadap rupiah terus meningkat dapat menimbulkan risiko lain. Pelemahan mata uang berpotensi memperbesar biaya impor bahan baku, mesin, dan kebutuhan produksi yang pembayarannya menggunakan dolar AS.

Dampaknya dapat menjalar kepada masyarakat melalui kenaikan biaya produksi dan harga barang. Namun, besarnya pengaruh terhadap harga konsumen bergantung pada ketergantungan impor, kontrak pembelian, persediaan, dan kemampuan produsen menyerap tambahan biaya.

Artikel Terkait:
  • Jokowi Lepas Tangan Soal Kenaikan PPN 12 Persen
  • Celios Minta BPS Gunakan Metode Baru Ukur Kemiskinan
  • WFH ASN Dimulai April, Swasta Turut Diimbau Ikut
  • Pembangunan Pipa Gas Cisem II Capai 64 Persen

Kondisi tersebut menempatkan BI dalam pilihan kebijakan yang tidak sederhana. Upaya menjaga nilai tukar harus berjalan bersamaan dengan kebutuhan mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi.

Data BI mencatat inflasi tahunan September 2026 sebesar 3,28 persen, masih berada dalam rentang sasaran inflasi 2,5 persen dengan toleransi satu persen. Sementara itu, cadangan devisa Indonesia pada akhir September tercatat 146,3 miliar dolar AS, setara pembiayaan sekitar 5,3 bulan impor.

Cadangan devisa tersebut memberikan ruang bagi bank sentral untuk melakukan stabilisasi pasar. Namun, keberadaan cadangan devisa tidak berarti rupiah kebal terhadap tekanan, terutama ketika perubahan sentimen global mendorong perpindahan dana secara cepat.

BI juga mencatat aliran keluar bersih investasi portofolio asing sebesar 0,08 miliar dolar AS pada triwulan III 2026. Tekanan pada pasar saham berlanjut pada Oktober, meskipun arus masuk ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dan Surat Berharga Negara membantu menopang investasi portofolio.

Perkembangan ini memperlihatkan bahwa tekanan rupiah tidak hanya berkaitan dengan tingkat suku bunga. Kepercayaan investor, stabilitas pasar keuangan, dan prospek ekonomi turut menentukan kemampuan mata uang domestik menghadapi penguatan dolar.

Karena itu, perdebatan mengenai kenaikan BI Rate perlu disertai penilaian terhadap efektivitas instrumen stabilisasi yang sudah dijalankan. Pemerintah dan bank sentral juga perlu menjelaskan risiko kebijakan secara terbuka agar masyarakat dapat memahami dampaknya terhadap harga barang, biaya pinjaman, dan daya beli.

Jangan Lewatkan:
  • Pemerintah Diingatkan Mitigasi Dampak Kenaikan PPN 12 Persen
  • Amerika Serikat Omong Doang soal Transisi Energi Indonesia
  • Minyak Goreng Melambung, Minyakita Langka Jelang Natal dan Tahun Baru
  • Rupiah Terus Melemah, BI Dinilai Gagal Stabilkan Nilai Tukar

Prediksi rupiah mencapai Rp19.000 kini menjadi salah satu skenario yang perlu diwaspadai, bukan angka yang pasti terjadi. Bagi masyarakat, persoalan terpenting bukan sekadar seberapa tinggi dolar akan naik, melainkan seberapa efektif kebijakan ekonomi mencegah gejolak nilai tukar berubah menjadi beban tambahan dalam kehidupan sehari-hari.

Bank Indonesia BI Rate Ibrahim Assuaibi Kurs Dolar Rupiah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Informasi lainnya

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

26 Oktober 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Belajar Efektif, Hasil Maksimal

Daily Tips Alfi Salamah

Golkar di Persimpangan Jalan

Editorial Udex Mundzir

Cara Memilih Hewan Qurban, Jenis, Usia, dan Kesehatan yang Harus Diperhatikan

Islami Udex Mundzir

Ketika Notifikasi Mengalahkan Literasi

Perspektif Alfi Salamah

Koperasi Rasa Franchise

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi