Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 6 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Eks Rektor UGM Ungkap Klaim Jokowi Tak Lulus Sarjana

Profesor Sofian Effendi sebut Jokowi tak layak ajukan skripsi, hanya bergelar sarjana muda.
ErickaEricka17 Juli 2025 Politik
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Sofian Effendi (Tengah) bersama Pakar Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar (kiri).
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Sofian Effendi (Tengah) bersama Pakar Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar (kiri) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pernyataan mengejutkan dilontarkan mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Sofian Effendi, yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah lulus sebagai sarjana dari UGM. Dalam sebuah wawancara yang tayang di YouTube Langkah Update, Sofian mengklaim bahwa Jokowi hanya mencapai jenjang sarjana muda (B.Sc) dan tidak layak mengajukan skripsi.

Dalam pernyataannya, Sofian mengutip informasi dari sejumlah profesor dan mantan dekan Fakultas Kehutanan UGM, tempat Jokowi tercatat sebagai mahasiswa sejak 1980. Ia menyoroti nilai akademik Jokowi yang disebutnya sangat rendah, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) di bawah 2, serta ketiadaan skripsi yang disahkan.

“Tidak ada pembimbing yang mau menilai skripsi karena Jokowi tidak memenuhi syarat akademik. Bahkan, transkrip nilai tidak menunjukkan ada tanda tangan pembimbing atau tanggal ujian,” ujarnya.

Baca Juga:
  • Prabowo Jelaskan Pertemuan dengan Ketum Parpol di Kertanegara
  • Elektabilitas Rudy-Seno Meroket ke 54,2 Persen
  • KPU Sidoarjo Bersama PPK Mulai Uji Coba  SIREKAP Pilkada 2024, Masih Perlu Penyempurnaan
  • Presma UINSI Kritik Renovasi Rujab Rp25 Miliar

Sofian juga menuding bahwa skripsi Jokowi merupakan hasil menjiplak pidato seorang profesor, dan tidak pernah diuji secara resmi. Ia bahkan menyebutkan dugaan penggunaan ijazah milik Hari Mulyono, yang merupakan kerabat dekat Jokowi dan telah meninggal dunia.

“Diduga ijazah Hari Mulyono dipinjam dan digunakan, lalu diubah. Ini termasuk dugaan pemalsuan dokumen,” tegasnya.

Sofian mengaitkan dugaan tersebut dengan pihak keluarga Jokowi, termasuk mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, yang disebut ikut terlibat dalam sirkulasi dokumen akademik tersebut.

Artikel Terkait:
  • Debat Pilkada Kaltim Diwarnai Ketegangan antara Hadi Mulyadi dan Moderator
  • Pilkada Sidoarjo Dipastikan Berakhir Tanpa Gugatan
  • MK Tegaskan Penerapan Batas Usia Capres Cawapres
  • KPU Ajukan Tambahan Anggaran Rp986 Miliar untuk 2026

Pernyataan ini memicu kembali kontroversi lama mengenai keabsahan ijazah Presiden Jokowi yang sebelumnya telah dibantah oleh berbagai pihak, termasuk UGM dan Kementerian Pendidikan.

Klarifikasi resmi dari Universitas Gadjah Mada hingga saat ini belum dirilis, namun isu ini mendapat perhatian luas di publik dan media sosial, mengingat dampaknya terhadap kredibilitas pribadi dan institusi kenegaraan.

Jangan Lewatkan:
  • Pakar Hukum Desak Penetapan Tersangka Dito Ariotedjo-Budi Arie
  • Pramono Deklarasi Menang, Ridwan Kamil Tunggu Hasil Resmi
  • Seno Aji Yakin Raih 70 Persen Suara di Samarinda
  • Masyarakat Mekarwangi Tertib, Pilkada 2024 Lancar
Dugaan Pemalsuan Ijazah Ijazah Jokowi Jokowi UGM Kontroversi Politik Sofian Effendi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleArab Saudi Isyaratkan Tambah Kuota Haji Indonesia Tahun 2026
Next Article Wamensesneg Ungkap Alasan HUT ke-80 Indonesia Tak Digelar di IKN

Informasi lainnya

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

12 Mei 2026

Presma UINSI Kritik Renovasi Rujab Rp25 Miliar

12 April 2026

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

20 Maret 2026

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026

Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Rentan Bungkam Kritik

4 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Rekomendasi 10 Restaurant Terbaik di Jepang yang Harus Kamu Kunjungi!

Travel Alfi Salamah

Ketika Dilempari Batu, Bangunlah Istana: Pelajaran Bijak Menghadapi Kritik

Opini Udex Mundzir

Ijazah Jokowi, Ada Atau Tidak?

Opini Udex Mundzir

Karyawan Bergaji hingga Rp10 Juta Bebas Pajak

Bisnis Assyifa

Di Atas Hukum, Di Luar Akal Sehat

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati11 Januari 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi