Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 26 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Eks Rektor UGM Ungkap Klaim Jokowi Tak Lulus Sarjana

Profesor Sofian Effendi sebut Jokowi tak layak ajukan skripsi, hanya bergelar sarjana muda.
ErickaEricka17 Juli 2025 Politik
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Sofian Effendi (Tengah) bersama Pakar Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar (kiri).
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Sofian Effendi (Tengah) bersama Pakar Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar (kiri) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pernyataan mengejutkan dilontarkan mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Sofian Effendi, yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah lulus sebagai sarjana dari UGM. Dalam sebuah wawancara yang tayang di YouTube Langkah Update, Sofian mengklaim bahwa Jokowi hanya mencapai jenjang sarjana muda (B.Sc) dan tidak layak mengajukan skripsi.

Dalam pernyataannya, Sofian mengutip informasi dari sejumlah profesor dan mantan dekan Fakultas Kehutanan UGM, tempat Jokowi tercatat sebagai mahasiswa sejak 1980. Ia menyoroti nilai akademik Jokowi yang disebutnya sangat rendah, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) di bawah 2, serta ketiadaan skripsi yang disahkan.

“Tidak ada pembimbing yang mau menilai skripsi karena Jokowi tidak memenuhi syarat akademik. Bahkan, transkrip nilai tidak menunjukkan ada tanda tangan pembimbing atau tanggal ujian,” ujarnya.

Baca Juga:
  • Caleg PPP ini Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Kutim
  • Prabowo Jelaskan Pertemuan dengan Ketum Parpol di Kertanegara
  • PPP: Jokowi Tidak Bahas Reshuffle di Pertemuan Ketum Parpol Istana
  • BRIN Ingatkan DPR Tak Gegabah Bahas Usulan Pilkada Lewat DPRD

Sofian juga menuding bahwa skripsi Jokowi merupakan hasil menjiplak pidato seorang profesor, dan tidak pernah diuji secara resmi. Ia bahkan menyebutkan dugaan penggunaan ijazah milik Hari Mulyono, yang merupakan kerabat dekat Jokowi dan telah meninggal dunia.

“Diduga ijazah Hari Mulyono dipinjam dan digunakan, lalu diubah. Ini termasuk dugaan pemalsuan dokumen,” tegasnya.

Sofian mengaitkan dugaan tersebut dengan pihak keluarga Jokowi, termasuk mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, yang disebut ikut terlibat dalam sirkulasi dokumen akademik tersebut.

Artikel Terkait:
  • Rudy Mas’ud-Seno Aji Resmi Ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2025-2030
  • Menunggu Sosok Baru, Calon Dubes AS Segera Diproses DPR
  • Gerindra: Kenaikan PPN 12 Persen Terkait Kebijakan PDIP di UU HPP
  • Komandan Korem 091/ASN Samarinda Minta Anggota Netral dalam Pemilu 2024

Pernyataan ini memicu kembali kontroversi lama mengenai keabsahan ijazah Presiden Jokowi yang sebelumnya telah dibantah oleh berbagai pihak, termasuk UGM dan Kementerian Pendidikan.

Klarifikasi resmi dari Universitas Gadjah Mada hingga saat ini belum dirilis, namun isu ini mendapat perhatian luas di publik dan media sosial, mengingat dampaknya terhadap kredibilitas pribadi dan institusi kenegaraan.

Jangan Lewatkan:
  • KPU dan Muslimat NU Sidoarjo Gencarkan Sosialisasi Pilkada 2024, Ajak Hindari Politik Uang
  • Zulhas Tegaskan Pertemuan di Kertanegara Bahas Kinerja Kabinet
  • KPU Akui Belum Siapkan Anggaran untuk Pilkada Ulang
  • Jokowi: Kepala Daerah Harus Hadir di Retret Akmil Magelang
Dugaan Pemalsuan Ijazah Ijazah Jokowi Jokowi UGM Kontroversi Politik Sofian Effendi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleArab Saudi Isyaratkan Tambah Kuota Haji Indonesia Tahun 2026
Next Article Wamensesneg Ungkap Alasan HUT ke-80 Indonesia Tak Digelar di IKN

Informasi lainnya

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

12 Mei 2026

Presma UINSI Kritik Renovasi Rujab Rp25 Miliar

12 April 2026

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

20 Maret 2026

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026

Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Rentan Bungkam Kritik

4 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Bencana Mengubah Cara Kita Bepergian

Travel Alfi Salamah

Panduan Berkunjung ke Klinik IMC

Daily Tips Assyifa

Garuda Pertiwi: Semangat Tanpa Batas di Balik Trofi Perdana

Editorial Udex Mundzir

10 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan

Islami Alfi Salamah

Mar’ie Muhammad: Pejuang Integritas dan Kesederhanaan

Biografi Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi