Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 6 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Indonesia pada 12–13 Agustus

Fenomena hujan meteor Perseid dapat diamati dini hari di timur laut dengan syarat cuaca cerah dan minim polusi cahaya.
ErickaEricka12 Agustus 2025 Saintek
Hujan Meteor Perseid 12–13 Agustus 2025
Ilustrasi Hujan Meteor Perseid (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan bahwa hujan meteor Perseid dapat disaksikan di Indonesia pada 12–13 Agustus 2025. Peristiwa ini terjadi setiap tahun saat Bumi melintas di jalur sisa debu komet Swift-Tuttle, yang memicu munculnya meteor di langit malam.

Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa fenomena ini aman karena partikel yang memasuki atmosfer Bumi akan habis terbakar sebelum mencapai permukaan. “Sama sekali tidak berdampak bagi Bumi,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).

Waktu terbaik untuk mengamati adalah menjelang fajar, menghadap ke arah timur laut. “Syaratnya cuaca cerah, medan pandang tidak terhalang, dan jauh dari polusi cahaya,” kata Thomas. Namun, ia mengingatkan bahwa cahaya bulan pasca-purnama pada malam tersebut dapat mengurangi jumlah meteor yang terlihat menjadi belasan per jam.

Baca Juga:
  • Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?
  • Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang
  • Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?
  • Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

Hujan meteor, menurut Thomas, tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik tentang interaksi Bumi dengan benda langit. “Ini memberi pemahaman bahwa Bumi sewaktu-waktu melewati sisa debu komet,” jelasnya.

Peristiwa hujan meteor Perseid umumnya menghasilkan puluhan hingga ratusan meteor per jam pada kondisi ideal. Namun, intensitasnya tahun ini diperkirakan lebih rendah karena pengaruh cahaya bulan. Fenomena ini tetap menjadi salah satu atraksi astronomi paling populer bagi penggemar langit di seluruh dunia.

Artikel Terkait:
  • Fenomena Sturgeon Moon Hiasi Langit Agustus
  • Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus
  • Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi
  • AI Geser Google, Facebook, dan iPhone dari Puncak Dominasi

Selain Perseid, Thomas menyebut ada hujan meteor lain yang terjadi sepanjang tahun, seperti Quadrantid, Lyrid, Eta Aquarid, dan Geminid. Masing-masing memiliki karakteristik dan intensitas berbeda, tergantung sumbernya yang berasal dari komet atau asteroid tertentu.

BRIN mendorong masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk memperluas wawasan astronomi. Lembaga tersebut juga mengingatkan agar pengamatan dilakukan di lokasi yang minim cahaya buatan agar hasil pengamatan lebih maksimal.

Jangan Lewatkan:
  • Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya
  • Bos ChatGPT Puji DeepSeek, Microsoft dan Elon Musk Ragu
  • BYD Siap Luncurkan Baterai Blade Generasi Baru pada 2025
  • Ilmuwan Temukan Warna “Olo”, Hanya Lima Orang yang Pernah Melihatnya
BRIN Fenomena Astronomi Hujan Meteor Perseid Observasi Langit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePemerintahan Indonesia Masih Menggunakan Manajemen Penjajah
Next Article Kejari Jaksel Digugat karena Belum Eksekusi Silfester Matutina

Informasi lainnya

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026

Chatbot Jadi Sahabat, Kesepian Bisa Hilang?

20 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

RK vs Lisa: Viral yang Disusun Rapi

Editorial Udex Mundzir

Bekerja Berat saat Ramadan: Bolehkah Tidak Puasa dan Bayar Fidyah?

Islami Assyifa

Jenis-Jenis Bunga, Mengungkap Keindahan dan Pesan di Baliknya

Perspektif Alfi Salamah

Hidup dari Dividen Saham? Ini Modal yang Kamu Butuhkan!

Bisnis Ericka

Kisah Pengusaha Lokal Kalahkan Raksasa Dunia dalam Sengketa Merek

Bisnis Assyifa
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi