Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Garam Kusamba Bali, Warisan Leluhur yang Mendunia

Larung Cai Cirebon, Warisan Budaya Penuh Makna

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 8 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Indonesia pada 12–13 Agustus

Fenomena hujan meteor Perseid dapat diamati dini hari di timur laut dengan syarat cuaca cerah dan minim polusi cahaya.
ErickaEricka12 Agustus 2025 Saintek
Hujan Meteor Perseid 12–13 Agustus 2025
Ilustrasi Hujan Meteor Perseid (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan bahwa hujan meteor Perseid dapat disaksikan di Indonesia pada 12–13 Agustus 2025. Peristiwa ini terjadi setiap tahun saat Bumi melintas di jalur sisa debu komet Swift-Tuttle, yang memicu munculnya meteor di langit malam.

Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa fenomena ini aman karena partikel yang memasuki atmosfer Bumi akan habis terbakar sebelum mencapai permukaan. “Sama sekali tidak berdampak bagi Bumi,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).

Waktu terbaik untuk mengamati adalah menjelang fajar, menghadap ke arah timur laut. “Syaratnya cuaca cerah, medan pandang tidak terhalang, dan jauh dari polusi cahaya,” kata Thomas. Namun, ia mengingatkan bahwa cahaya bulan pasca-purnama pada malam tersebut dapat mengurangi jumlah meteor yang terlihat menjadi belasan per jam.

Baca Juga:
  • Fenomena Sturgeon Moon Hiasi Langit Agustus
  • Komdigi Sanksi Google, YouTube Terancam Blokir
  • AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital
  • Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

Hujan meteor, menurut Thomas, tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik tentang interaksi Bumi dengan benda langit. “Ini memberi pemahaman bahwa Bumi sewaktu-waktu melewati sisa debu komet,” jelasnya.

Peristiwa hujan meteor Perseid umumnya menghasilkan puluhan hingga ratusan meteor per jam pada kondisi ideal. Namun, intensitasnya tahun ini diperkirakan lebih rendah karena pengaruh cahaya bulan. Fenomena ini tetap menjadi salah satu atraksi astronomi paling populer bagi penggemar langit di seluruh dunia.

Artikel Terkait:
  • Resonansi Orbit dan Gerhana Total
  • Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon
  • Gerhana Matahari Total 2027 Tak Akan Terlihat di Indonesia
  • Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Awal April 2026

Selain Perseid, Thomas menyebut ada hujan meteor lain yang terjadi sepanjang tahun, seperti Quadrantid, Lyrid, Eta Aquarid, dan Geminid. Masing-masing memiliki karakteristik dan intensitas berbeda, tergantung sumbernya yang berasal dari komet atau asteroid tertentu.

BRIN mendorong masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk memperluas wawasan astronomi. Lembaga tersebut juga mengingatkan agar pengamatan dilakukan di lokasi yang minim cahaya buatan agar hasil pengamatan lebih maksimal.

Jangan Lewatkan:
  • Akses Bebas Data WNI ke AS, Efisiensi atau Kolonialisasi Digital?
  • DeepSeek vs ChatGPT, Mana yang Lebih Unggul?
  • Chat GPT Akses Informasi Terkini dengan Cepat dan Efektif
  • Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?
BRIN Fenomena Astronomi Hujan Meteor Perseid Observasi Langit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePemerintahan Indonesia Masih Menggunakan Manajemen Penjajah
Next Article Kejari Jaksel Digugat karena Belum Eksekusi Silfester Matutina

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Musik AI Tanpa Hak Cipta

Refleksi Udex Mundzir

Gen Z dan Tantangan Tanpa Ponsel

Profil Alfi Salamah

Keberkahan Terbang Bersama: Memohon Doa Jamaah Haji

Islami Alfi Salamah

Doa-doa Istimewa Keberkahan Saat Menjenguk Bayi Baru Lahir

Islami Alfi Salamah

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 15 Persen pada 2024

Bisnis Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi