Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 3 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bahlil: Pengecer LPG 3 Kg Kini Berstatus Sub-Pangkalan

Menteri ESDM memastikan pengecer LPG 3 kg tetap beroperasi sebagai sub-pangkalan tanpa syarat khusus demi kelancaran distribusi.
AssyifaAssyifa4 Februari 2025 Ekonomi
Mekanisme pengecer LPG jadi sub-pangkalan
Menteri ESDM Bahlil Meningkatkan Status Pengecer Menjadi Sub Pangkalan LPG 3 Kg (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah akhirnya memutuskan bahwa pengecer gas LPG 3 kg akan tetap beroperasi, tetapi dengan status sub-pangkalan. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan kelancaran distribusi dan mencegah terjadinya lonjakan harga di tingkat pengecer.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku otomatis tanpa syarat tambahan.

“Sampai dengan hari ini, syaratnya kita tiadakan. Mereka secara otomatis menjadi sub-pangkalan, dan sistemnya sudah berjalan sejak tadi pagi,” ujar Bahlil saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/2/2025).

Keputusan ini muncul setelah kebijakan larangan pengecer LPG 3 kg menimbulkan antrean panjang dan keresahan di masyarakat. Pemerintah ingin mengembalikan stabilitas pasokan dengan tetap mengizinkan pengecer beroperasi dalam sistem yang lebih terkontrol.

Untuk memastikan distribusi LPG 3 kg tetap tepat sasaran, Pertamina akan melakukan verifikasi dan pengawasan berkala terhadap sub-pangkalan. Bahlil menyebut, pihaknya akan memastikan sub-pangkalan beroperasi sesuai aturan dan tidak memainkan harga.

“Dalam prosesnya, kita akan memverifikasi mana sub-pangkalan yang sudah tertib sesuai harapan kita, dan mana yang tidak tertib akan berproses secara alamiah,” tambahnya.

Saat ini, pengecer yang telah beroperasi diubah statusnya menjadi sub-pangkalan resmi. Dengan sistem baru ini, pemerintah berharap tidak ada lagi praktik spekulasi harga yang selama ini sering dikeluhkan oleh masyarakat.

Baca Juga:
  • Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun
  • Lewat Diaspora Loan, BNI Dorong UKM Indonesia Go Global
  • Bansos Tak Dipangkas Meski Anggaran Kementerian Ditekan
  • Batalnya Diskon Listrik, DPR Nilai Pemerintah Beri Harapan Palsu

“Kita ingin distribusi lebih transparan, harga tetap terkendali, dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan LPG 3 kg,” ujar Bahlil.

Sebagai langkah meningkatkan transparansi dan efektivitas distribusi, sub-pangkalan kini diwajibkan menggunakan MerchantApps Pertamina. Aplikasi ini bertujuan untuk mencatat identitas pembeli, jumlah tabung yang dibeli, serta harga jual LPG 3 kg di setiap sub-pangkalan.

“Dengan sistem digital ini, kita bisa memantau bagaimana distribusi LPG berjalan, siapa yang membeli, dan memastikan bahwa subsidi benar-benar sampai ke yang berhak,” jelas Bahlil.

Melalui aplikasi ini, pemerintah berharap dapat mengurangi potensi kecurangan, termasuk penimbunan gas bersubsidi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sejumlah masyarakat menyambut baik kebijakan ini, meskipun ada sebagian pengecer yang masih mempertanyakan bagaimana sistem baru ini akan diterapkan secara teknis.

“Kami sudah biasa berjualan LPG, tetapi kalau harus menggunakan aplikasi baru, kami perlu pelatihan dulu,” kata Suharto, seorang pengecer LPG di Jakarta Timur.

Artikel Terkait:
  • Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG
  • Hasil Audit: eFishery Diduga Manipulasi Laporan Keuangan
  • Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif
  • Pemerintah Didorong Nasionalisasi Aset LNG British Petroleum yang Tak Komitmen

Sementara itu, Pertamina menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan bimbingan teknis bagi para pengecer agar sistem digital ini bisa diterapkan dengan baik tanpa mengganggu jalannya distribusi.

Bahlil juga memastikan bahwa stok LPG 3 kg dalam kondisi aman dan tidak mengalami kelangkaan.

“Stok kita lengkap, hanya distribusinya kemarin terganggu. Sekarang sudah kita benahi supaya tidak ada lagi antrian panjang,” tegasnya.

Sebelumnya, banyak masyarakat mengeluhkan kelangkaan LPG 3 kg akibat kebijakan yang melarang pengecer menjual gas bersubsidi. Harga di tingkat pengecer pun sempat melonjak hingga Rp 30.000 per tabung, jauh di atas harga normal.

Namun, dengan sistem sub-pangkalan ini, diharapkan harga LPG 3 kg dapat kembali sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah.

Jangan Lewatkan:
  • Aset Orang Kaya Mengalir ke Luar Negeri, Cermin Krisis Kepercayaan Nasional
  • Rupiah Menguat Tipis Akibat Prospek Suram Ekonomi AS
  • MUI Dorong Penerapan Ekonomi Syariah untuk Atasi Kesenjangan
  • Menperin Pastikan Proyek Baterai EV Tetap Berjalan Tanpa LG

Pemerintah juga meminta masyarakat tidak melakukan panic buying dan membeli LPG sesuai kebutuhan. Jika ada indikasi penimbunan atau penyalahgunaan, masyarakat diminta untuk segera melapor ke pihak berwenang.

Dengan sistem yang lebih terkontrol, diharapkan distribusi LPG 3 kg dapat kembali normal, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan gas bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

Bahlil Lahadalia Distribusi Elpiji LPG 3 Kg Pertamina Sub-Pangkalan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRakyat Kesulitan LPG 3 Kg, Polri Turun Langsung Cek Ketersediaan
Next Article Beasiswa Kemenkeu Dibatalkan, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas

Informasi lainnya

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

28 Oktober 2026

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

27 Oktober 2026

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

26 Oktober 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

Perspektif Udex Mundzir

LPDP: Hibah atau Pinjaman?

Editorial Udex Mundzir

Citra Retak di Balik Kata

Refleksi Silva

Dropbox PHK 528 Karyawan, Alihkan Fokus pada Investasi AI

Bisnis Silva

Generasi Z dan Aksi Nyata Wujudkan SDGs

Daily Tips Ericka
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati27 Oktober 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi