Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 15 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Massa Tuntut Proses Hukum Transparan Kasus Ojol Tewas Dilindas Rantis

Demonstran di Mako Brimob Jakarta desak pengungkapan kasus ojol tewas dilakukan terbuka dan adil.
ErickaEricka29 Agustus 2025 Hukum
Massa ojol menyerbu Mako Brimob Kwitang, Jakpus,
Massa ojol menyerbu Mako Brimob Kwitang, Jakpus (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ratusan demonstran mendatangi Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/8/2025) untuk menuntut proses hukum yang transparan atas tewasnya pengemudi ojek online (ojol) setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Massa juga menyampaikan aspirasi agar masyarakat yang masih ditahan pasca kericuhan segera dibebaskan.

Asisten Intelijen (Asintel) Kaskostrad Brigjen TNI Muhammad Nas, yang memfasilitasi dialog dengan perwakilan massa, menyebut bahwa tuntutan utama yang disampaikan adalah keterbukaan informasi mengenai proses hukum terhadap oknum Brimob yang diduga menabrak korban.

“Intinya, masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari proses yang diduga pelaku penabrakan agar dibuka secara transparan dan disampaikan ke masyarakat,” kata Muhammad Nas di Mako Brimob, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Ia menambahkan bahwa massa juga meminta klarifikasi soal jumlah orang yang masih ditahan oleh aparat. “Sampai saat ini, belum diketahui berapa jumlahnya,” ujarnya.

Baca Juga:
  • Relevansi Isu Ijazah Jokowi di Tengah Pengaruhnya yang Masih Kuat
  • Penuhi Panggilan KPK, Yaqut Bungkam soal Pembagian Kuota Haji
  • ICW Dorong KPK Segera Limpahkan Kasus Hasto ke Pengadilan
  • KUHAP Baru Atur Ketat Penyitaan hingga Penahanan

Dalam kesempatan tersebut, Nas menyampaikan agar penyampaian aspirasi dilakukan melalui perwakilan untuk menjaga ketertiban. “Saya minta mereka kembali saja, perwakilan datang ke sini untuk menyampaikan aksi,” lanjutnya.

Setelah dialog dengan pejabat TNI dan perwira Brimob, massa akhirnya sepakat mundur dari kawasan Mako Brimob sekitar pukul 10.25 WIB. Berdasarkan pantauan, mereka bergerak menuju kawasan flyover Senen, Jakarta Pusat.

Perwira Brimob yang hadir dalam dialog, Kompol Anton Asar, mendampingi Nas untuk menenangkan massa dan memastikan bahwa aspirasi mereka sudah disampaikan ke pimpinan. “Rekan-rekan sekalian, komandan Brimob mau menyampaikan, mohon agak mundur, ya,” ujar Nas kepada demonstran.

Artikel Terkait:
  • Hasto Kristiyanto: Demi Demokrasi, Kami Tidak Akan Menyerah
  • Sebelum Jadi Tersangka, Hasto Pergi Tinggalkan Jakarta
  • Kejagung Kerahkan Kejari Seluruh Indonesia Usut Kasus Chromebook
  • Pernyataan Hasan Nasbi Tuai Kecaman, Pemerintah Dinilai Remehkan Teror ke Jurnalis

Gelombang aksi ini merupakan lanjutan dari protes yang muncul pasca tragedi pada Kamis (28/8/2025), ketika seorang pengemudi ojol tewas terlindas rantis Brimob dalam aksi unjuk rasa di Jakarta. Peristiwa itu menuai reaksi luas, tidak hanya dari rekan-rekan ojol, tetapi juga masyarakat sipil yang menuntut akuntabilitas aparat.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan dipandang sebagai ujian bagi transparansi penegakan hukum di tubuh kepolisian.

Jangan Lewatkan:
  • KPK Pastikan Noel Tak Akan Dapat Amnesti dari Presiden
  • Roy Suryo dan Rismon Sianipar Jadi Tersangka Kasus Ijazah Jokowi
  • Sunarta: Optimalkan Realisasi Anggaran dan Capaian Kinerja 2023
  • KPK Sita Rp26,26 Miliar dan Lima Bidang Tanah Kasus Kuota Haji
Brimob Demonstrasi Jakarta Kasus Ojol Tewas Mako Brimob Kwitang Transparansi Hukum
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleOjol Tewas Terlindas Rantis, Kompolnas Jamin Kawal Proses Hukum
Next Article Prabowo Instruksikan Hukuman Berat untuk Oknum Brimob Penabrak Ojol

Informasi lainnya

Rekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi

26 Agustus 2026

Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di 9 Polda

23 Agustus 2026

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

1 Juli 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

30 Juni 2026

Bareskrim Bongkar Ragam Modus Haji Ilegal Meresahkan

19 April 2026

Amsal Sitepu Bebas, Kasus Video Desa Karo Gugur

1 April 2026
Paling Sering Dibaca

Golkar di Persimpangan Jalan

Editorial Udex Mundzir

Tips Terbaru Kementerian Haji Saudi, Hati-hati Travel Haji-Umroh

Islami Alfi Salamah

Beban Mental dalam Pernikahan

Happy Alfi Salamah

Hari Dongeng Nasional 28 November

Happy Udex Mundzir

Narasi Dizalimi, Strategi Politik

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Temaram di Khalifa

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi